Dari milis Forum-Pembaca-Kompas .......
****************************************************** Cara amatiran mengancam pake sms (yg jelas2 bisa dilacak pengirimnya) , 'semangat berapi-api' kejaksaan menyatakan Antasari sebagai 'tersangka', terus sikap mencla-mencle keluarga Nasruddin yg sebelumnya kepada berbagai media menuduh istri kedua Nasruddin (bukan Rani Julianti, istri ketiga?) sbg dalang pembunuhan. Apakah mungkin banyak jaksa yang merasa 'senang' dg jatuhnya AA yang telah membawa beberapa jaksa senior ke pengadilan? Juga mereka 'iri' karena banyak ladang yang tadinya 'basah' telah diambil alih oleh KPK? Sangat disesalkan sikap seorang pengurus Konstras yang seakan-akan sudah menganggap AA terlibat. Yang jelas-jelas sudah terbukti memberi uang adalah Sigid Haryo Wibisono (yang pernah didepak dari Golkar dan PKB). Bisa saja ketika memberi uang ke eksekutor, Sigid dengan gampang mengatakan "Ini uang dari AA", sebagai antisipasi seandainya eksekutor tertangkap (atau bahkan seandainya rencana pembunuhan Nasruddin gagal), sudah ada 'kambing hitam'-nya. Salam In Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, Priatna Dimas <priatnadimas@ ...> wrote: > Saya sependapat dengan mas Yuddi, saya curiga apakah dengan asmara segitiga > orang bisa kalap yang menghinggapi dua orang pejabat publik yang nota bene > punya duit yang banyak dapat "membeli" atau "memiliki" seorang wanita yang > parasnya lebih cantik dan muda dari Rani. Ada sesuatu yang disimpan dalam > kasus terbunuhnya Nazruddin Zulkarnaen ini. Kasus pembunuhan ini memang agak > janggal dan bermotif ingin menghancurkan nama baik dua orang sekaligus.. > Kasus ini juga seperti sudah disetting dan harus ada korban dan pelakunya, > korbannya disini adalah AA, kemudian SH dan yang terakhir adalah W Pamen > Polri dan harus cepat terungkap seperti film-film Hollywood. .....................
