eh ujan gerimis aje....ikan bawal di asinin... eh abang-abang pegimane aje...kita-kita kan cuma becandain... HIDUP OVJ....!!!! (bukan promo...tapi saya suka nonton..)
--- Pada Jum, 11/12/09, jaerony <[email protected]> menulis: Dari: jaerony <[email protected]> Judul: [porsenipar] Penjual Itu Raja Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 11 Desember, 2009, 9:02 AM He..he..he..... jangan seriuous ya Pak. Kita memang harus berterima kasih kalau diingatkan. "Makasih ya Pak ....." Cuma mungkin (ini sharing lagi ..) kalau setiap hal dikritisi akan jadi pertanyaan, "mang nggak ada sisi positifnya?". Ibarat persepsi atas air dalam gelas yang setengah banyaknya. Orang yang positif akan bilang : "setengah penuh" Orang yang yang negatif akan bilang : "setengah kosong" Budaya di komunitas di mana kita berada akan juga mempengaruhi, lebih banyak pendekatan positif atau negatif. Konon, rumus dunia itu, kalau kita mempersepsi orang/pejabat di atas kita maka sikap kita "mempositifi" (meskipun di belakang mengepalkan tangan). Tapi, kalau bawahan/orang yang pangkatnya ada di bawah kita, kita "negatifi". Budaya ini (yang kita lihat) tidak peduli sama orang apakah orang itu terlihat "sudah lengkap" ibadahnya termasuk yang harus keluar biaya puluhan juta rupiah. Naudzubillah !!! Wass / Jaerony.- ++ pengin bergaul ma orang yang "bener-2" sholeh .... ++++ ----- Original Message ----- From: amin widada To: [email protected] Sent: Thursday, December 10, 2009 2:44 PM Subject: Re: [porsenipar] Penjual Itu Raja Saya ndak nyekal lho, cuman komen ... Dan biasanya yang saya komen memang tulisan yang "kinomen" (mengundang komen) ... :-) --amin Pada 10 Desember 2009 08:56, jaerony <[email protected]> menulis: Pemeo umum "Pembeli itu Raja". Tapi coba kalau sebagai pembeli kita bersama dengan pembeli lain yang (maaf !) Chinese terus penjualnya adalah Chinese juga, maka kita bukan "raja" yang sejajar dengan pembeli yang lain itu, tapi raja kelas sekian. Nah, ternyata tidak selamanya pembeli itu raja seperti tulisan yang di bawah ini. Refreshing dan warning buat siapa saja : yang kaya lantaran warisan, yang sok otoriter (padahal sudah bukan siapa-siapa lagi), yang emoh melayani, dan terutama yang "setengah kaya dan setengah miskin" dsb. dsb. ..... he..he..he..... Salam / Jaerony.- ++ siap-siap diwarning cekal pak amin lagi .... he..he..he... kaya gaya orba ya ? :) +++++ ********************************* ____________________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/
