Good news buat para Roker ...

*************************************

January 11, 2010, 10:02 pm
Pertenuan antara KRLmania dan Menteri Perhubungan

KRLmania.com,
Sore hari tadi, lima orang 'Delegasi' KRLmania diterima oleh Menteri 
Perhubungan Republik Indonesia, Freddy Numberi, di Ruang kerjanya, di lantai 
sembilan Gedung Departemen Perhubungan, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut beragam permasalahan yang terjadi di duni per-KRL-an 
didengarkan secara langsung oleh orang nomor satu di Departemen Pehubungan 
tersebut, didampingi oleh Direktur Jenderal Kereta Api, Tundjung Inderawan.

Menteri Perhubungan menyambut gembira adanya Komunikasi antara Komunitas 
Pengguna KRL yang tergabung dalam KRLmania dengan pihak Departemen Perhubungan. 
Menurutnya, pelayanan KRL Jabodetabek saat ini harus terus ditingkatkan. Fungsi 
layanannya harus lebih diproritaskan daripada hanya sekedar 'kejar profit'.

"KRL di Jabodetabek ini menjadi barometer baik buruknya layanan kereta api. 
Pelayanannnya harus terus ditingkatkan," uajr Menteri.

Beragam permasalahan terkait dengan fungsi Departemen Perhubungan selaku 
Regulator yang mengatur operasional perkeretaapian di Indonesia diungkapkan 
dalam pertemuan itu. Menteri berharap pihak PT KA dan KCJ benar-benar 
bersungguh-sungguh dalam melayani penumpang KRL. "Harus ada langkah-langkah 
yang besar dalam merubah paradigma yang ada sekarang ini," ujarnya.

Ia dan Direktur Kereta Api berjajnji akan memperhatikan suara para pengguna 
KRL, termasuk dalam penetapan tarif KRL yang berlaku sekarang ini serta rencana 
ke depannya. "Kita step by step berusaha melakukan penyesuaian. Ke depannya 
mudah-mudahan hanya ada single tarif . Sekarang berangsur-angsur nanti Kita 
buat dua tarif dulu dari yang sebelumnya ada tiga (KRL EKonomi, Ekonomi AC, dan 
Ekspres, Red)," Ujar Dirjen Kereta Api, tundjung Inderawan.

Masalah penerapan E-Ticketing di Jalur KRL juga sempat dipertanyakan. KRLmania 
ragu penerapan E-Ticketing ini akan berjalan dengan mulus karena di lapangan 
masih banyak kendala teknis yang terjadi, semisal masih adanya stasiun yang 
belum steril dan sosisalisasinya yang 'jalan di tempat'.

"Kita harus berani melakukan perubahan. Kenapa E-Ticketing ini Kita masukan di 
programm 100 hari Departemen Perhubungan, karena penerapan WE-ticketing ini 
diprediksikan bisa diterapkan dalam waktu 100 hari tersebut. Masalah lainnya 
seperti penambahan armada dan perbaikan sarana tetap Kita lakukan," ujar 
Menteri.

Saat ini menurutnya kendala teknis yang terjadi di lapangan dalam rencana 
penerapan E-ticketing ini adalah masalah Bank yang support E-ticketing. Rencana 
'kolaborasi' E-Ticketing antara KRL dan busway 'terhalang' adanya ketidaksamaan 
platform bank yang menangani Sistem ini. 'Versi KRL bisa digunakan untuk enam 
Bank, sedangkan Busway hanya menggunakan satu bank.

Ketentuan saldo minimum E-tickeying juga dikeluhkan oleh KRLmania. Ketentuan 
ini diperkirakana akan memberatkan kalangan masyarakat yang berpenghasilan 
pas-pasan. "uang lima belas ribu untuk saldo minimum nilainya sangat berarti 
bagi pengguna KRL yang penghasilannya pas-pasan,."

Masalah tarif KRL EKonomi juga sempat disorot dalam pertemuan ini. jika rencana 
penambahan fasilitas AC di KRL Ekonomi jadi diterapkan, KRLmania berharap 
tarifnya nanti tidak memberatkan masyarakat. menteri Perhubungan sepakat dengan 
pendapat ini. "Penambahan AC pada KRL Ekonomi bukan berarti lalu tarifnya 
menjadi memberatkan masyarakat," uajrnya. Ia meminta Dirjen Kereta Api untuk 
mendengarkan masukan-masukan dari para pengguna KRL sebelum memberlakukan tarif 
baru nantinya.

Dirjen KA juga berharap Para Pengguna KRL ikut serta memelihara segala 
fasilitas perkeretaapian yang sudah ada, termasuk KRL. Demikian juga dengan 
para Karyawan Operator KRl sendiri. Seharusnya mereka bisa menjadi contoh dalam 
ikut memelihara 'kelangsungan hidup KRL yang setiap harinya mengangkut ratusan 
ribu penumpang itu.

Ia berjanji akan menindak tegas para 'Korps Dephub' termasuk yang bertugas di 
KRL tapi belum mematuhi peraturan yang berlaku sehingga membehayakan 
keselamatan para pengguna KRL. Contoh 'klasik'nya misalnya masih ada oknum 
Pegawai Dephub dan/atau PT KA yang gemar memberhentikan KRL di tengah jalan 
lalu turun dari KRL yang berhenti tersebut. 

Pertemuan sore tadi berlangsung hampir selama satu jam lebih. Menteri 
Perhubungan berharap Forum Komunikasi ini terus dilanjutkan oleh Dirjen Kereta 
Api untuk mendengarkan masukan-masukan secara langsung dari Pengguna KRL. 'Saya 
pikir bagus kalau KRL mania yang notabene penumpang KRL ikut dilibatkan dalam 
diskusi-diskusi yang diadakan oleh Ditjen Kereta Api," ujarnya.
(nc)




        From: Martrilia, Winda <[email protected]> 

Kirim email ke