Ada member ini yang roker tapi juga simpatisan atau aktivis Partai Hanura?

Kabar baik bagi Anda!
Suatu saat mungkin Anda bisa nemuinya di KRL Depok Express. Tapi nitip pesen 
ya, tolong yang diomongin lebih banyak masalah ke-KRL-an saja. He...he...he....

Dianya itu anggota Pansus Century. Sebelum kenalan coba dech lihat di TV kaya' 
apa orangnya ....

Wass / Jaerony.-

*****************************************************************


Rabu, 06/01/2010 10:27 WIB
Akbar Faizal Setia dengan KA Ekspres 


Jakarta - Dia kini sudah duduk sebagai anggota DPR periode 2009-2014. Namun, 
dia masih saja mempertahankan kebiasaannya: menumpang kereta api (KA) Ekspres 
saat berangkat kerja. Dia adalah Akbar Faizal, politisi dari Partai Hanura. 

Naik KA Ekspres, bukan berarti dia tidak punya mobil. Suami dari Andi 
Syamsartika Virawati ini lebih sering menyimpan mobilnya di gedung DPR. "Pernah 
saya menyimpan mobil di gedung DPR sampai seminggu, karena saya terus bersidang 
tiap hari. Pergi dan pulang kantor selalu menggunakan KA," kata Akbar saat 
berbincang-bincang dengan detikcom, Selasa (5/1/2010). 

Akbar tinggal di sebuah perumahan di Depok, Jawa Barat. Setelah menjadi anggota 
DPR, dia tetap tinggal di rumahnya itu bersama keluarga. Tinggal agak jauh dari 
gedung DPR yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Akbar tentu punya 
masalah serius: kemacetan!

Akan boros waktu dan biaya untuk BBM, bila Akbar menggunakan mobilnya untuk 
pergi dari rumah ke kantor maupun saat pulang dari kantor ke rumahnya di Depok. 
Karena itu, dia masih tetap setia dengan kebiasaannya dari dulu: menumpang KA 
Ekspres Depok-Jakarta. 

"Saya naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Dukuh Atas dengan ongkos Rp 
9.000. Belum tentu dapat tempat duduk. Seperti sekarang ini, saya juga berdiri, 
KA penuh sesak," kata Akbar yang saat dihubungi sedang berangkat dari rumahnya 
menuju gedung DPR. 

Dari Stasiun Dukuh Atas, Akbar memiliki beberapa pilihan untuk menuju gedung 
DPR. Kadang-kadang dia menumpang taksi, kadang juga naik ojek. "Kalau naik 
ojek, biasanya Rp 10.000. Tapi saya biasa memberi Rp 15.000. Tapi, lebih sering 
saya naik taksi," ujar ayah dari tiga anak: Gagah Ananda Faizal, Adinda 
Saraswati, dan Gading Takhta Akbar itu. 

Saat pulang menuju Depok, Akbar juga lebih sering naik KA juga. Tapi, biasanya 
dia naik dari Stasiun Gondangdia atau Stasiun Gambir. "Biasanya ikut KRL ke 
Bogor, terakhir pukul 22.00 WIB," ujar Akbar yang mengaku menumpang KA sudah 
dilakukan sejak dulu, sebelum jadi anggota DPR. 

Karena sering naik KA, praktis dia sering menginapkan mobilnya di gedung DPR. 
"Saya menyimpan mobil saya di DPR, karena kadang-kadang saya memiliki acara 
dewan di luar gedung DPR," kata politisi yang kini jadi anggota Pansus Angket 
Century DPR itu.

Sebelum menjadi anggota DPR, Akbar Faizal pernah bekerja sebagai wartawan dan 
konsultan komunikasi. Dia pernah menjadi redaktur di majalah SWA, Harian Nusa, 
dan Manado Post. Dia juga pernah bekerja di Jawa Pos Surabaya dan Harian 
Pedoman Rakyat Makassar. 

Politisi kelahiran 21 Desember 1968 itu menyelesaikan sarjananya di Fakultas 
Bahasa dan Sastra IKIP Ujung Pandang dan menyelesaikan S2-nya di Komunikasi 
Politik UI. Akbar yang pernah menjadi aktivis HMI itu saat ini duduk di Komisi 
V DPR. Di DPP Hanura, Akbar dipercaya sebagai Wakil Sekjen Bidang Politik, 
Pemerintahan Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.
(asy/nrl) 

Sumber : http://www.detiknew s.com/read/ 2010/01/06/ 102726/1272471/ 608/akbar- 
faizal-setia- dengan-ka- ekspres


Original Message :

          From: ferdian 
        . 
        __,_._,___ 

Kirim email ke