Kalau dia langsung memecat Kepala Stasiun Jakarta Kota tempo hari karena "tidak 
dilayani" saat sidak, mestinya kali ini dia harus terima konsekuensi untuk 
"dimundurkan".

Perilaku sok kuasa dan "ngeles dot com" kayak gini harus diberantas di area 
publik nech ....

Wass / Jaerony.-

  ----- Original Message ----- 
  From: JALU PRABOWO 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, October 05, 2010 9:57 AM
  Subject: Bls: [porsenipar] Menteri Freddy Numberi Menolak Mundur


        Itulah yang terjadi di Negara kita sekarang. Budaya malu itu lama-lama 
sudah mulai hilang, sopan santun dan juga rasa tanggung jawab pun sudah mulai 
bisa di permainkan. Siapa yang seharusnya bertanggung jawab justru dengan mudah 
bisa menyalahkan orang lain, dan siapa yang seharusnya tidak bersalah bisa 
menjadi tersangka/terdakwa bahkan bisa dipenjara... Sungguh ironis....semakin 
banyak orang-orang Pintar, maka akan semakin banyak pula kasus dan 
permasalahan.....Tapii....semoga semua akan baik-baik saja....Amien


        Warm Regard
        Agus RT.01/DF.23 

        [email protected]
        Jakarta City
        Phone 0815-13018661


        --- Pada Sen, 4/10/10, A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]> 
menulis:


          Dari: A. Yahya Sjarifuddin <[email protected]>
          Judul: [porsenipar] Menteri Freddy Numberi Menolak Mundur
          Kepada: [email protected]
          Tanggal: Senin, 4 Oktober, 2010, 2:16 PM


          *Menteri Freddy Numberi Menolak Mundur *
          SENIN, 04 OKTOBER 2010 | 10:50 WIB

          TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Perhubungan Freddy Numberi
          menolak mengundurkan diri pasca tabrakan kereta api di Stasiun
          Petarukan, Pemalang Jawa Tengah, Sabtu pekan lalu. Freddy beralasan
          terdapat tataran kewenangan dalam pengelolaan kereta api di Indonesia.

          “Lho, kita lihat tataran kewenangannya,” kata Freddy menjawab
          pertanyaan tuntutan dirinya mundur, usai rapat koordinasi di
          Kementerian Koordinasi Perekonomian, Jakarta, Senin (4/10).

          Berbeda dengan negara lain, Freddy mengatakan pengelolaan kereta api
          di Indonesia dipisahkan antara regulasi dan operasional. “Kita ini
          beda dengan negara lain yang langsung di bawah Kementerian
          Perhubungan. Kalau di sini dipisahkan,” katanya.

          Dia mengatakan tanggung jawab operasional berada di tangan PT Kereta
          Api. Sedangkan pengaturan regulasi ada di Kementerian Perhubungan.

          Freddy justru menyalahkan masinis kereta api Argo Bromo Anggrek yang
          mengantuk yang menyebabkan terjadinya tabarakan kereta tersebut.
          “Kalau masinisnya ngantuk, sekarang secara logika (kejadiannya)
          seperti apa,” katanya.

          Sabtu dinihari lalu (2 Oktober). Argo Bromo Anggrek, yang semestinya
          masuk ke jalur 1, tiba-tiba nyelonong ke jalur 3, tempat kereta
          Senja Utama sedang parkir. Akibat kecelakaan tersebut, 36 orang
          tewas dan puluhan lainnya luka-luka.



          --------------------------------------------------
          Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
          -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
          -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

          | Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
          ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

       

Kirim email ke