NH, NB dan kroni-kroninya (termasuk yang di pengda-pengda) itu saya kira 
termasuk pada golongan TUYUL. Lebih suka duit daripada pertimbangan hati nurani.

Hati-hati, jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan TUYUL itu meskipun 
baru mulai di tataran sikap dan perilaku. Semisal : tukang pamer dsb ......

  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, February 23, 2011 9:00 AM
  Subject: Re: [porsenipar] Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang Nurdin!


  Sudah jalan2 ke eropa pak.....biasaaaaa Opera van PSSI
  Sent from my BlackBerry®
  powered by Sinyal Kuat INDOSAT


------------------------------------------------------------------------------

  From: amin widada <[email protected]> 
  Date: Wed, 23 Feb 2011 08:59:04 +0700
  To: <[email protected]>
  ReplyTo: [email protected] 
  Subject: Re: [porsenipar] Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang Nurdin!


  Wah jadi pengin ikutan nimbrung nih ...

  Bukannya mau ngebelain NH dan NB (Nugraha Besus), tapi jangan lupa bahwa NH 
dan NB bisa eksis karena dukungan para pejabat PSSI di daerah... Entah sogokan 
macam apa yang mereka (pengurus Pengda) terima, sehingga NH dan NB secara 
'demokratis' tetap terpilih dan menduduki jabatannya. Pengda yang mbalelo 
akhirnya justru tersingkir.

  Jadi kalau mau merombak PSSI rombak dulu struktur terdekat/terbawah. 
Nampaknya Jabar termasuk anak manis-nya NH dan NB (beda dengan Jateng dan 
Jatim). Jadi rombak dulu Jabar ... atau Bogor. ... Gimana tuh Kabomania? 

  --amin


  Pada 22 Februari 2011 16:32, jauhari mustofa <[email protected]> menulis:

    Membicarakan seorang manusia semacam Nurdin Halid (jika dia memang manusia, 
bukan penjelmaan iblis) benar-benar bikin kepala kita jadi pusing sendiri. 
Karena apapun kata orang dia tidak akan pernah terpengaruh, mungkin memang 
benar2 tidak punya nurani dan rasa malu lagi. Bayangkan, selama dia jadi ketua 
PSSI jelas-jelas tidak ada prestasinya, yang terjadi justru berbagai skandal 
dan keputusan yang aneh-aneh. Sebagian besar masyarakat sepakbola Indonesia 
sudah menyatakan penolakannya, tapi dia tetap ngotot maju dengan berbagai 
rekayasa peraturan, bahkan mendiskwalifikasi calon lain. Dengan latar belakang 
sebagai seorang narapidana kasus korupsi, dan berbagai skandal yang telah 
diketahui publik secara luas, bahkan sorang presiden SBY pun tidak mampu 
melengserkannya melalui Konggres SEpakbola Nasional di Malang tahun lalu. 
Nurdin Halid, ................


----------------------------------------------------------------------------
    From: [email protected]
    To: [email protected]
    Date: Tue, 22 Feb 2011 12:00:35 +0700
    Subject: [porsenipar] Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang Nurdin!


    Bagi penggila kekuasaan cara seperti Nurdin Halid ini perlu ditiru :  TIDAK 
NDENGERIN APA ORANG BILANG, TIDAK TAHU DIRI INSTITUSINYA ITU "MILIK" SIAPA dsb.
    Di kita ada nggak yang kaya' gitu, berbekal "songongisme"! 
    Bah .....

    *************************************************** 


    Calon Ketua Umum PSSI
    Suporter: Ayo Turun ke Jalan Adang Nurdin!
    Tribunnews.com - Minggu, 20 Februari 2011 01:02 WIB



    TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kelompok suporter sepak bola di Jawa Tengah dan 
Daerah Istimewa Yogyakarta mengancam akan turun ke jalan untuk memprotes 
pelaksanaan Kongres PSSI di Bali. Mereka juga menolak Nurdin Halid dicalonkan 
kembali sebagai Ketua Umum PSSI.

    Suporter yang menyatakan penolakan terhadap pencalonan Nurdin dan 
pelaksanaan Kongres PSSI di Bali itu adalah Snex (Semarang), Panser Biru 
(Semarang), SMM (Kudus), Basoka (Kudus), Spinx (Purwodadi), Laskar Petir 
(Purwodadi), Roban Mania (Batang), Rewo-Rewo (Batang), Simo Lodro (Magelang), 
De Brur (Magelang), Ganster (Rembang), Gengster (Salatiga), Banaspati (Jepara), 
Jetman (Jepara), dan Kalongmania (Pekalongan).

    Selain itu, ada Laskar Nusakambangan (Cilacap), Paser Bumi (Bantul), 
Slemania (Sleman), Saminista (Blora), Barong (Blora), Senopati (Yogyakarta), 
Pasoepati (Solo), Laskar Pandanaran (Boyolali), Laskar Lawu (Karanganyar), 
Paskas (Sukoharjo), Laskar Sukowati (Sragen), Brajamusti (Yogyakarta), dan 
Maiden (Yogyakarta).

    "Kalau aparat hukum mengizinkan pelaksanaan Kongres PSSI di Bali, para 
suporter itu akan turun ke jalan," kata Peneliti Korupsi Politik Indonesia 
Corruption Watch (ICW), Apung Widadi, dalam siaran persnya yang dikirimkan 
kepada kantor berita Antara di Surabaya, Sabtu (19/2/2011) malam.

    Gabungan kelompok suporter sepak bola dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta 
itu mendesak Kepala Kepolisian Daerah Bali, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan 
pihak Istana Presiden untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan Kongres PSSI 
di Bali. Mereka juga menolak pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai Ketua Umum 
PSSI periode 2011-2015 dalam kongres di Bali itu.

    Penolakan itu akan dideklarasikan dalam sarasehan sepak bola memperingati 
HUT ke-11 Pasoepati di Solo pada 21-22 Februari 2011. "Mereka akan menyuarakan 
kepentingan rakyat Indonesia karena suporter sepak bola adalah pemilik republik 
ini," ucapnya.

    Apung mengemukakan, sepak bola merupakan sarana efektif untuk konsolidasi 
anak bangsa sekaligus cermin peradaban publik.

    "Sepak bola bukanlah alat politik kekuasaan, melainkan kekuatan politik 
nasional. Sepak bola merupakan hak setiap warga negara dan bukan untuk 
kepentingan pribadi atau golongan," katanya.

    Oleh sebab itu, para suporter dan ICW menolak dengan tegas pencalonan 
kembali Nurdin Halid dan kandidat lain yang berlatar belakang aktivis partai 
politik dan merepresentasikan kekuasaan serta kepentingan bisnis semata.

    "Kami meminta dengan tegas kepada tim verifikasi calon ketua umum PSSI 
untuk menjabarkan secara terbuka jejak rekam para calon," ujarnya.

    Kepada pengurus PSSI dan Exco PSSI, suporter dan ICW meminta 
penyelenggaraan Kongres PSSI di tempat yang mudah diakses seluruh masyarakat 
sepak bola Indonesia. (*)






    Editor: Iwan Apriansyah  |  Sumber: Kompas.com

     

    
http://www.tribunnews.com/2011/02/20/suporter-ayo-turun-ke-jalan-adang-nurdin

Kirim email ke