Dari milis sebelah ...
Syukurlah, bahwa keluarganya "ternyata" menyadari bahwa Bapaknya lagi 
"dipermasalahkan" ...
Refleksi buat kita-kita ...

***************************************************************


SURAT TERBUKA DARI ANAK NURDIN HALID


Salam damai rakyat Indonesia,

Perkenalkan saya Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari, putri Bapak Nurdin 
Halid yang belakangan ini sedang diributkan oleh orang-orang. Saya satu-satunya 
putri dari enam bersaudara anak pasangan Nurdin Halid dan Andi Nurbani. Dari 
susunan keluarga ini saja saya sudah bisa melihat bahwa ayah saya orang hebat. 
Gen laki-laki sangat kuat. Kentara sekali gen orang Bugis dengan karakter 
lelaki yang kuat. Ya, ayah yang dilahirkan di Watampone pada 17 November 1958 
memang dari keluarga Bugis.

Saya sengaja menulis surat ini lantaran ayah terus menerus dihujat. Masyarakat 
tampaknya termakan berita-berita di televisi maupun surat kabar. Sebenarnya, 
kalau mau fakta yang sesungguhnya, ada baiknya melihat tayangan tvOne dan ANTV, 
atau baca vivanews.com. Ketiga media ini menyuguhkan berita-berita independen 
tanpa prasangka. Sementara media lain lebih berat untuk menjatuhkan ayah saya. 
Menurut saya ini bukan lantaran ketiga media itu milik keluarga Aburizal 
Bakrie, senior ayah saya di Golkar, tetapi media itu ditangani orang-orang 
profesional macam Karni Ilyas, maupun Uni Lubis.

Sesungguhnya, tak benar jika ayah serakah kekuasaan. Ayah saya sekadar bumper 
dari orang-orang lain. Kisruh calon ketua PSSI bukan lantaran ulah ayah saya, 
tetapi kerja tim verifikasi. Lalu, kenapa ayah saya yang dihujat? Ini kolektif 
PSSI bukan Nurdin Halid!

Buat apa ayah saya cari kekuasaan di PSSI? Toh sebagai pengusaha, ayah saya 
sudah kaya. Saya bangga punya ayah Nurdin Halid. Ia bertanggungjawab kepada 
keluarga. Ada hal berkesan darinya saat saya nikah tahun lalu. Ayah 
sungguh-sungguh memperhatikan kepentinganku. Aku bisa pesta di hotel mewah di 
Makassar, Hotel Clarion. Di ballroom pula! Pesta berlangsung meriah dengan 
balutan “kemegahan”. Ayah orang hebat, terbukti 8.000 orang undangan hadir di 
pesta pernikahanku.

Kata omku, Kadir Halid, khusus pesta pernikahan di Makassar menelan biaya Rp 
1,5 miliar-Rp 1,8 miliar. Total biaya tiga acara, Jakarta, Makassar, dan Sinjai 
konon menghabiskan Rp 5 miliar. Untuk menghibur tetamu, keluarga juga 
menghadirkan artis ternama Tanah Air, duet Anang dan Syahrini. Mereka yang 
hadir di antara tamu very important (VIP) di antaranya Gubernur Sulsel Syahrul 
Yasin Limpo beserta istri Ayunsri Harahap yang memboyong belasan kepala dinas 
dan kepala biro di lingkup pemerintah provinsi (pemprov). Gubernur Sulbar Anwar 
Adnan Saleh beserta istri, mantan Gubernur Sulsel Amin Syam beserta istri, 
serta mayoritas bupati di daerah ini juga hadir. Mereka di antaranya Bupati 
Soppeng Andi Soetomo, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Jeneponto Andi 
Radjamilo, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Bupati Maros Hatta Rahman, Bupati 
Lutim Hatta Marakarma, pimpinan dan anggota DPRD, serta politisi di Sulawesi 
ini.

Jadi, kalau ayah saya sebagai koruptor, jelas tak ada yang mau hadir dalam 
pesta perkimpoianku. Mana ada lelaki yang mau sama putri seorang koruptor. 
Malah aku bisa dipersunting keluarga biru, Andi Seto Gadhysta Asapa, putra 
seorang politisi terkenal Rudiyanto Asapa. Coba, seorang politisi tentu enggan 
berbesanan dengan koruptor.

Mertuaku tahu, Nurdin Halid bukanlah koruptor. Ketika ayah menjadi direktur 
Inkud, ia rela ditahan karena memuluskan impor minyak goreng. Padahal ayah 
membantu para pejabat agar memperoleh bagian dari impor itu. Ayah rela pasang 
badan di bui demi pertemanan dengan yang lain. Begitupun saat dituduh korupsi 
cengkeh, ayah saya hanya menjalani jual-beli!. Lalu ada lagi ribut-ribut ayah 
saya korupsi di PSSI, walah musykil itu. Tak ada uang dari Persisam. Tak ada 
uang terkait cek perjalanan Miranda Gultom. Ayah saya orang bersih, tetapi 
iklhlas untuk jadi bumper teman-temannya.

Ayah saya bertanggung-jawab dengan nama Nurdin Halid yang berarti “cahaya agama 
yang kekal”. Setiap jengkap langkah ayah senantiasa berpayung agama. Maka, ayah 
pun mementingkan naik haji. Ayah ingin berjalan di jalur Tuhan, bukan syetan 
yang punya nafsu serakah. Rasanya, rakyat Indonesia keliru menilai ayah saya. 
Justru saya yang tahu persis, ayah saya orang bersih yang hebat. Sebab, kalau 
ayah buruk hati pasti ditinggalkan teman-temannya. Sampai sekarang, termasuk di 
PSSI, orang masih setia kepada ayah. Lihat Om Nugraha Besus. Lihat Om Nirwan 
Bakrie. Mereka loyal terhadap ayah, karena Nurdin Halid memang cahaya agama.

Mudah-mudahan surat terbuka saya ini menjadi pencerah bagi saudara-saudaraku 
yang terperangkap gelap. Ayah saya datang membawa cahaya buat saudara-saudara 
rakyat Indonesia. Terimakasih.

Saya yang membanggakan ayah,
Andi Nurhilda Daramata Asiah Indasari 

http://olahraga.kompasiana.com/bola/2011/02/22/surat-terbuka-dari-putri-nurdin-halid/

dan ini surat balasannya...

Menarik sekali surat dari anda, mbak. Terlihat sekali bahwa anda sangat 
mencintai ayah anda (dan harusnya begitulah seorang anak bersikap kepada orang 
tuanya)

Tapi sejujurnya kita janganlah buta mata hati kita terhadap apa yg terjadi. 
Pro-kontra adalah hal yg biasa (temen saya dulu yg copet aja juga punya banyak 
temen, baca : pro). Gk ada salahnya anda memperhatikan apa yg terjadi dewasa 
ini, mungkin juga memperhatikan saya yg “kere” ini (tapi saya bangga, inilah 
hidup saya)

1. Saat (alm) ayah saya judi, karna gk kuat melawan dengan perbuatan maka saya 
lawan dengan sikap. Dan itulah cara saya berbakti.

2. Antv, tv0ne, vivanews.
Pernahkah memberitakan antusias masyarakat dengan hadirnya LPI ?
(malah yg ada memberitakan tentang wasit di skors, tim dicabut haknya, surat 
“FIFA”, menghalangi transfer pemain, mengancam deportasi, dll)

3. Kalo benar-benar “cahaya agama” bisa gk mengartikan kalimat ini :
“The members of Executive Committee… must not have been previously found guilty 
of criminal offense”

4. Bukan koruptor bisa jadi patokan bahwa yg hadir dalam pernikahan itu banyak ?
Jangan salah, mafia kalo anaknya nikah, yg hadir juga banyak loh mbak. 
Ditingkat lokal saja bandar judi juga pesta pernikahan anaknya diadakan 
besar-besaran (bahkan orang-orang penting juga banyak yg hadir)

5. Gk ada yg mau punya istri anak koruptor ?
Jangan salah, sekelas copet atau maling ayam aja juga punya anak, istri, mantu, 
besan.

6. Nugraha Besoes, Nirwan Bakrie royal kepada ayah anda ?
Jangan lupa mbak, semua penjahat paling hebat di dunia sekalipun pasti punya 
“tangan kanan”

7. Kalo benar “cahaya agama”, bagaimana seandainya kalau rakyat bawah 
(suporter) menuntut ayah anda mundur ?
Khalifah itu harus mengayomi kaumnya lho, bukan mengayomi “kroninya”

8. Mbak punya TV kan ?
Coba lihat Lensa Olahraga, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(pembodohan, pembunuhan karakter)

9. Mbak punya HP kan ?
Coba klik vivanews, ada gk liputan pertandingan LPI ?
(lagi lagi intervensi media)

10. Kenapa LPI ilegal ? (versi PSSI)
Karena LPI tidak mendapat ijin dari PSSI.
Kenapa tidak dapat ijin ?
Apakah karena LPI tidak memberikan “fee” kepada PSSI ?
Kenapa ada Coppa Indonesia ?
Karena Coppa Indonesia memberikan “fee” kepada PSSI.
Kenapa PSSI merasa terancam dengan hadirnya LPI ?
Karena LPI lebih profesional tanpa mengandalkan APBN dan APBD dari klub yg 
notabene membantu “menyuburkan” neraca R/L PSSI.

11. Mbak, kenapa ayah anda gk mau PSSI dipimpin oleh George Toisutta atau 
Arifin Panigoro ? Padahal jelas program mereka untuk memajukan persepakbolaan 
Indonesia sangat nyata. Koq lebih memilih status quo ya mbak, apa karna ayah 
anda tidak punya “kekuasaan” lagi, keluarga anda gk bisa hidup ? (buktikan)

12. Ayah anda selalu menggunakan kata “demokrasi” dalam berbagai kesempatan. 
Apakah salah bila saya mengartikan demokrasi adalah :
Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat ?
(karena ini konteks sepakbola, maka rakyat disini adalah suporter dan 
masyarakat pecinta sepakbola)

13. Ayah anda selalu menggunakan kata “statuta” dalam berbagai kesempatan. Tapi 
koq kenapa “statuta” yg dimaksud hanya untuk kepentingan pribadi dan 
golongannya, mereka-reka statuta agar mengganjal pihak laen, mereka-reka 
statuta agar bisa memuluskan diri sendiri.

Sekian dulu mbak, saya gk mau mempermasalahkan pihak pengadilan Samarinda yg 
telah mengganjal ayah anda, silahkan berjalan karna itulah proses hukum. 
Sampaikan salam saya kepada ayah anda, terimakasih telah memimpin PSSI selama 2 
periode ini dengan segala baik & buruknya.

Jangan jadikan PSSI sebagai ajang kekuasaan, jadikan PSSI sebagai wadah untuk 
memajukan persepakbolaan Indonesia.

BRAVO SEPAKBOLA INDONESIA

http://sosok.kompasiana.com/2011/02/22/teruntuk-yth-ngakunya-putri-nurdin-halid/

Kirim email ke