Terima kasih atas informasi tambahannya,
Tapi saya tertarik dengan keterangan anda bahwa anda kuliah di Darul Uloom, Deoband. 
Bukankah banyak ulama-ulama Taliban dihasilkan dari sini? Juga gerakan Jamaah Tabligh 
yang bergerak di seluruh dunia. Apa tanggapan anda? Apa yang sebenarnya terjadi? 
 
Terima kasih.


julkifli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Dear All,

Menarik juga membahas Nubuwat Muhammad dalam Kitab Hindu. Dalam hal 
ini Veda. Walau sebenarnya, penemuan ini sudah lama.

Pendapat ini sudah menjadi barang lama buat teman-teman yang kuliah 
di Jamia Islamia Darul Uloom Deoband, India. Sebuah buku karangan 
seorang professor Islamic Studies dari Kashmir University, 
berjudul "Now or Never" pernah mengupas habis masalah ini.

Bahkan dalam riset penulisnya, dia berhasil menemukan kesamaan-
kesamaan linguistik dalam weda dan beberapa istilah Al Qur'an serta 
kitab-kitab lainnya yang kalau diambil garis merahnya akan memberikan 
kepahaman kita akan eksistensi Nubuat Muhammad sejak dulu.

Buku "Now or Never" yang pernah dibahas habis dalam kalangan 
Mahasiswa Melayu (Indonesia dan Malaysia) di Deoband itu, mengarah 
kepada pembuktian bahwa agama Hindu, sebenarnya merupakan agama 
Samawi yang sempat mengalami gap sejarah sehingga beberapa "perawi" 
VEda luput dari pengeahuan orang-orang sekarang.

Gap sejarah itulah, yang kemudian mengarahkan ilmuwan2 sekarang 
menganggap agama HIndu sebagai agama buatan manusia speerti halnya 
Buddha, Zein atau Sikh dengan Guru Nanaknya.

Penulis berhipotesa (dengan bukti-bukti yang akurat) bahawa Agama 
yang sekarang merupakan Hindu, mungkin saja dulunya adalah sebuah 
agama yang dibawa seorang Nabi, yang namanya sekarang sudah 
dilupakan. Siapa itu?

Selain mengungkapkan beberapa sumber-sumber dalam WEDA yang secara 
linguitik mengarah kepada Nubuwat Muhammad, penulis buku itu (yang 
saya lupa namanya)juga mendorong para pemikir agama untuk segera 
merekonstruksi ulang ajaran dan sejarah Hindu. Karena konsep-konsep 
dasar Hinduisme, juga menganut nilai-nilai 'monotheisme' dan 
kerasulan Nabi serta ajaran-ajaran lain yang juga terkandung dalam Al 
Qur'an, bible dan taurat. Dia menganggap pembahasan kepada "Manu" 
sebagai-yang disebut sebagai-Sang Law Giver akan membawa kita kepada 
prediksi siapa sebeanrnya Nabi yang dipercayakan Tuhan untuk 
mewartakan "Veda" kepada ummatnya di anak benua ini. (hal ini 
terbukti, sampai sekarang, tidak ada orang yang bisa menyebut siapa 
pengarang Purana Veda sebenarnya) begitu menurutnya.

Buat sementara (setelah melakukan penelitian selama 30 tahun), 
penulis buku itu menganggap Hindu merupakan agama yang diturunkan 
Allah pada Zaman Nabi Nuh AS. Hal itu dibuktikan dengan kronologi 
penafsiran sejarah yang terkandung dalam kitab Veda.

Sehingga apabila Islam, Nasrani dan Yahudi merupakan agama bersaudara 
dari Ibrahim AS. maka ketiga agama itu bersaudara juga dengan Agama 
Hindu merunut pada Nuh AS (Noah).

Sekaranglah saatnya pemikir agama, khususnya kepada Pemikir2 Islam, 
menurutnya; untuk melakukan kajian kepada Agama Hindu sebagaimana 
melakukan kajian kepada agama Nashrani dan Yahudi, untuk menyadarkan 
setiap penganut 'agama tuhan yang sama itu' bahwa sebenarnya kita 
menyembah Tuhan yang sama dengan Syariat yang sama, hanya pada Zaman 
yang berbeda. Now or Never!!!!

Rentang waktu yang lama, sejak turunnya kitab VEDA (Purana Veda) pada 
zaman nabi Nuh AS sampai sekarang telah membuat banyak bukti-bukti 
sejarah terpotong oleh waktu, perang dan hancurnya manuscrip-
manuscrip aseli, telah membuat banyak ajaran Hindu diselewengkan 
sehingga menjadi sekarang ini, begitu kira-kira menurut penulisnya.

Ajaran Hindu (yang aseli di India) hampir punah saat wilayah itu 
diperintah oleh orang-orang India Muslim berikut dengan punahnya 
pemeluk agama tersebut, kecuali hanya pada ritual-ritual saja. Namun 
ilmuwan-ilmuwan Islam pada zaman itu berlaku fair dengan menjahit 
kembali robekan dan sobekan ajaran Hindu yang carut marut dalam 
kepercayaan lokal menjadi sebuah ajaran agama yang mempunyai sistem 
dan struktur jelas, karena mereka yakin Ajaran Hindu merupakan 
warisan mereka, bangsa India.

Momen itu mendapat klimaks yang luar biasa ketika Raja AKbar yang 
agung, bahkan menganggap Hindu sebagai Ahl Kitab dan berhak untuk 
dianut dan pemeluknya diberi kebebasan untuk menjalankan ajaran 
agamanya (bangdingkan dengan sekarang!).

Akhir kata, pembahasan masalah ini dalam milis ini mengingatkan saya 
kepada debat-debat semasa mahasiswa dulu, dengan bukti-bukti yang 
mendekati keakuratan. Sehingga sampai kepada sebuah perasaan bahagia. 
Perasaan yang bernada toleransi beragama. Ternyata yang memusuhi 
Islam di India merupakan saudaranya sendiri, saudara dari Nabi Nuh AS.

Regards,


Julkifli Marbun

--- In [EMAIL PROTECTED], RG Nur Rahmat 
wrote:
> 
http://www.geocities.com/Athens/Academy/7368/islam_essays_prophet_hind
u.htm
> 
> Prophet Muhammed in Hindu Scriptures 
> by By: Prof. Pundit Vaid Parkash
> Translated: Mir Abdul Majeed 
> ***** The Last Kalki Autar (Messenger) that the Veda has foretold 
and who is waited on by Hindus is the Prophet Muhammed ibn Abdullah 
(saw) ***** 
> A recently published book in Hindi has raised a lot of hue and cry 
all over India. In the event of the author being Muslim, he would 
have been jailed AND a strict ban would have certainly been imposed 
on the printing and the publishing of the book. 
> The author of this important research work "Kalki Autar" 
i.e. "Guide and Prophet of whole universe" comes of a Bengali race 
and holds an important portfolio at Ilahabad University. Pundit Vaid 
Parkash is a Brahman Hindu and a well known Sanskrit scholar and 
research workder. 
> Pundit Vaid Parkash, after a great deal of toil and hard-work, 
presented the work to as many as eight great Pundits who are 
themselves very well known in the field of research in India, and are 
amongst the learned religious leaders. Their Pundits, after thorough 
study of the book, have acknowledged this to be true and authentic 
research work. 
> Important religious books of India mention the guide and prophet by 
the specific name of "Kalki Autar" it denotes the great man Muhammed 
(saw) who was born in Makkah. Hence, all Hindus where-ever they may 
be, should wait no longer for any other 'kalik autar' but to embrace 
Islam and follow in the footsteps of the last Messenger of Allah 
(swt) who was sent in the world about fourteen hundred years ago with 
a mission from Him and after accomplishing it has long ago departed 
this world. As an argument to prove the authenticity of his 
research, Pundit Vaid Parkash quotes from the Veda, a sacred book 
among Hindus: 
> 1. Veda mentions that 'kalki autar' will be the last 
Messenger/Prophet of Bhagwan (Allah) to guide the whole world. Afer 
quoting this reference the Pundit Parkash says that this comes true 
only in the case of Muhammed (saw). 
> 2. According to a prophecy of Hinduism, 'kalki autar' will be born 
in an island and that is the Arab territory which is known 
as 'jazeeratul Arab'. 
> 3. In the 'sacred' book of Hindus the father's name of 'kalki 
autar' is mentioned as 'Vishnu Bhagat' and his mother's name 
as 'somanib'. In sanskrit, 'vishnu' stands for Allah (swt) and the 
literal meaning of 'bhagat' is slave. 
> 'Vishnu Bhagat' therefore, in the Arabic language will mean Allah's 
slave (Abdullah). 'Somanib' in Sanskrit means peace and tranquilty 
which in arabic is denoted by the word 'Amina'. Whereas the last 
Messenger Muhammed's (saw) father and mother's names were Abdullah 
and Amina respectively. 
> 4. In the big books of Hindus, it is mentioned that 'kalki autar' 
will live on olive and dates and he will be true to his words and 
honest. In this regard Pundit Parkash writes, "This is true and 
established only in the case of Muhammed (saw)". 
> 5. Veda mentions that 'kalki autar' will be born in the respected 
and noble dynasty of his land. And this is also true as regards 
Muhammed (saw) as he was born in the respected tribe of Quraish who 
enjoyed great respect and high place in Makkah. 
> 6. 'Kalki Autar' will be taught in the cave by Bhagwan through his 
own messenger. And it is very true in this matter. Muhammed (saw) 
was the only one person in Makkah who has taught by Allah's Messenger 
Gabriel in the cave of Hira. 
> 7. It is written in the books which Hindus believe that Bhagwan 
will provide 'Kalki autar' with the fastest of a horse and with the 
help of which he will ride around the world and the seven 
skies/heavens. The riding on 'Buraq' and 'Meraj' by the Prophet 
Muhammed (saw) proves what? 
> 8. It is also written in the Hindus' books that 'kalki autar' will 
be strengthened and heavily helped by Bhagwan. And we know this fact 
that Muhammed (saw) was aided and reinforced by Allah (swt) through 
His angels in the battle of Badr. 
> 9. Hindus' books also mention that 'kalki autar' will be an expert 
in horse riding, arrow shooting, and swordsmanship. What Pundit Vaid 
Parkash comments in this regard is very important and worth attention 
and consideration. He writes that the age of horses, swords, and 
spears is long ago gone and now is the age of modern weapons like 
tanks, missiles, and guns, and therefore it will be unwise to wait 
for 'kalki autar' bearing sword and arrows or spears. In reality, 
the mention in our books of 'kalki autar' is clearly indicative of 
Muhammed (saw) who was given the heavenly book known as Al-Qur'an. 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Do you Yahoo!?
> Y! Messenger - Communicate in real time. Download now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links








                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih 
Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: [EMAIL PROTECTED]
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke