itu penafsiran Azumardi, apa text edaran dari MUI kalau sudah tafsiran, mungkin tafsirannya bisa lain-lain, kalau surat edarannya (sayang saya sudah tidak punya, ada yang punya?)
menurut saya , kalau secara pribadi, mungkin Buya Hamka sendiri , bisa jadi tidak masalah, namun untuk sesuatu yang dia keluarkan untuk umat, saya kira kan lebih berhati-hati, bisa berbeda dengan yang untuk pribadi On Wed, 20 Oct 2004, Mario Gagho wrote: > > > --- Suhiro <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > sebenarnya fatwa hamka itu pernah saya baca di majalah > panjimas bekas koleksi kakak saya. saya lupa > nomor/edisinya. di majalah panjimas waktu Hamka juga > mengatakan di kolomnya "dari hati ke hati" yg sangat > populer seputar toleransi ritual dan non-ritual. > > salah satu tim redaksi panjimas waktu itu adalah > azyumardi azra yg skrg rektor UIN jkt. dg demikian, > azra bisa dikatakan cukup mewakili untuk mengatakan > apa yg dikatakan buya hamka kala itu. berikut petikan > wawancara azra dg ulil abshar-abdalla seputar hal tsb. > --- > Ulil: Tapi kan pernah ada fatwa dari MUI yang > mengharamkan ucapan Natal itu? > > Azra: Kalau tidak salah, apa yang saya baca dari fatwa > MUI itu lebih merupakan penafsiran belaka. Artinya, > mereka mengutip sejumlah ayat Alquran dan hadits yang > tidak secara eksplisit melarang itu. Saya kira, tidak > ada Alquran maupun hadits yang menyebut: �Jangan > berkirim kartu ucapan selamat Natal!,� misalnya. > > Itu semua tergantung niat. Kalau kita mengucapkan > selamat Natal, sebenarnya itu terletak dalam konteks > interaksi sosial saja, bukan dalam konteks percaya > atau tidak percaya dengan keyakinan agama lain. Itu > bagian dari mu'�malah atau interaksi sosial. Kita juga > melihat di Timur Tengah, mengucapkan selamat Natal > merupakan hal yang lazim dan tidak menjadi masalah. > Meskipun, harus diakui, di kalangan ulama juga ada > persoalan-persoalan khilafiyah tentang hal itu. > > Saya kira, fatwa MUI yang pernah juga dikemukakan Buya > Hamka, juga perlu dicek lagi. Apa betul, yang dimaksud > Buya Hamka seperti itu? Setahu saya, hal yang > ditekankan dalam fatwa itu adalah larangan agar orang > Islam jangan hadir dalam Natalan bersama. Artinya, > dalam masalah-masalah yang bersifat ritual. Adapun > tukar-menukar kartu selamat atau memberi kue, tidak > jadi masalah. Pada waktu Lebaran, teman-teman yang > non-Islam 'kan juga mengucapkan selamat Idul Fitri dan > lain-lain. Jadi yang harus kita pahami adalah > membedakan mana yang bersifat ibadah dan mana yang > merupakan muamalah, hubungan antar manusia atau hablun > min al-n�s. Dalam kaitan ini, tidak ada halangan dan > itu bukan persoalan yang prinsipil dalam kehidupan > antarmanusia. > > ----------- lengkapnya lihat: > http://islamlib.com/id/page.php?page=article&id=298 > > salam, > > > > > apa tidak kebalik MAs, > > Buya Hamka kan sampe keluar atau dikeluarkan dari > > MUI karena fatwa haram > > mengucapkan selamat natal, karena natal dianggap > > ritual agama lain (ada > > acara ritual, seperti misa natal) dan keadaan waktu > > itu banyak diadakan > > natal bareng juga halal bi halal bareng sehingga > > dikawatirkan, karena > > bukan itu bentuk toleransi yang diharapkan, tidak > > termasuk toleransi dalam > > ritual keagamaan. > > > > > ===== > Mario Gagho > Political Science, > Agra University, India > > > > _______________________________ > Do you Yahoo!? > Declare Yourself - Register online to vote today! > http://vote.yahoo.com > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih > Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] > 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Posting: [EMAIL PROTECTED] 5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

