.... Hehehehe..... pendapat "blegug".....

Kenapa nggak mikir kalo Tsunami itu hukuman Tuhan karena pelaksanaan
"Syariat Islam" di Aceh yg meski sdh "soft lauch", baru "grand lauch" 1 Jan
2005.....?? Kenapa nggak mikir "Syariat Islam" tdk diperbolehkan di Bumi
Rencong meski mayoritas Islam?

Ini cuma pemikiran "blegug" yg sama 'blegug"-nya dg pendapat dr Komandan
Mujahidin......hehehe.....

Setuju, kalo mereka harus jadi Muslim yg taat, tapi bukan taat "syariat",
tapi harus taat "akhlak"....
Kalo ini berlaku untuk semua Muslimin.....bukan cuma di Aceh......,
dan bahkan juga buat Umat beragama lain..
Harus baik dalam akhlak, tindakan, hati dan pikiran....
tidak cukup bila "telihat" baik dan sholeh saja......
Betul??

Daripada mengawasi pasukan asing..... yg menjadi tugas TNI bukan tugas
Mujahidin.....
mendingan kirim tenaga bantuan sebanyak-banyaknya, deh....


Salam,

AI




                                                                                
                        
                      Carla Annamarie                                           
                        
                                               To:       Arriko 
Indrawan/PRUIDN/IDN/[EMAIL PROTECTED]  
                      01/11/2005 09:51         cc:                              
                        
                      AM                       Subject:  [ppiindia] Komandan 
Laskar Mujahidin Warning   
                                                Pasukan AS di Aceh              
                        
                                                                                
                        




----- Forwarded by Carla Annamarie/PRUIDN/IDN/Prudential on 01/11/2005
09:51 AM -----
                                                                                
                        
                      "Ambon"                                                   
                        
                      <[EMAIL PROTECTED]>         To:       
<Undisclosed-Recipient:;>                      
                                               cc:                              
                        
                      01/10/2005 07:01         Subject:  [ppiindia] Komandan 
Laskar Mujahidin Warning   
                      AM                        Pasukan AS di Aceh              
                        
                      Please respond to                                         
                        
                      ppiindia                                                  
                        
                                                                                
                        
                                                                                
                        





Refleksi: Siapa dibelakang Laskar Mujahidin?
-----

Komentar
10 January 2005

Komandan Laskar Mujahidin Warning Pasukan AS di Aceh

Laskar Mujahidin Indonesia, Salman al-Farizi, mengatakan pihaknya saat ini
tidak mem-permasalahkan masuknya pa-sukan AS dan Australia di Aceh untuk
membantu korban tsu-nami. Namun begitu, Farizi memberi warning agar AS dan
Australia tidak mencampuri urusan lainnya di propinsi berjuluk Serambi
Mekkah.
''Sepanjang mereka di sana (Aceh) untuk tugas kemanu-siaan, saya
senang-senang saja. Tapi kalau sudah mencampuri urusan lainnya, seperti
politik atau hal-hal yang tidak bermoral, kami akan ber-tindak,'' ungkap
Farizi seperti dikuti The Guardian, kemarin (09/01).
Menurutnya, sejauh ini tidak ada 'penyimpangan' yang dila-kukan pihak asing

di Aceh se-lain masalah kemanusiaan. Namun begitu, Farizi menyata-kan,
pihaknya akan terus me-lakukan pengawasan terhadap mereka. ''Kami akan
terus
memonitor mereka,'' tukasnya.
Pada bagian lain, soal adanya bencana tsunami di Aceh, Fa-rizi melihat
bahwa
ini sebe-narnya bagian dari hukuman Allah atas warga Aceh. Pasalnya, kata
dia, warga Aceh tidak melaksanakan dengan sung-guh-sungguh Syariat Islam
yang sudah diberlakukan di Aceh. "Orang Aceh telah meng-khianati Allah,''
katanya se-perti dikuti Guardian.
"Mereka tidak lagi benar di dalam keyakinan mereka. Allah telah memberikan
bagi warga Aceh hukum syariat, tapi mereka tidak mengimple-mentasikannya,''

katanya seraya menambahkan, Allah tentunya akan selalu menjaga pengikutnya
yang setia. Dia juga mengatakan, bahwa bencana ini adalah warning dari
Allah. ''Jika mereka tidak menjadi Muslim yang taat, mereka akan
ditenggelamkan,'' kata Farizi.
Sementara itu, dari Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yu-dhoyono telah
memerintahkan Panglima TNI terbang ke Medan untuk mengatur keter-libatan
pihak asing, terutama militer dalam operasi kema-nusiaan.
Langkah tersebut diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam

menyi-kapi keluhan Pangdam Iskan-dar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya dan
Kepala Staf Ba-kornas Penanggulangan Ben-cana dan Pengungsi Budi At-madi
Diposastro, saat telecon-ference antara presiden de-ngan Menko Kesra Alwi
Sihab dan Pangdam Iskandar Muda di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka,
Minggu (09/01) lalu.
Dalam teleconference sebe-lumnya, Budi Atmadi menge-luhkan masalah
koordinasi antara tim relawan terutama dari negara asing, pihak militer
dengan Bakornas saat di lapa-ngan. Keluhan bahkan tak ha-nya masalah
koordinasi saja, tetapi juga masalah bahasa. "Banyak sukarelawan asing yang

tak tahu bahasa Inggris," kata Budi.
Keluhan serupa juga disam-paikan Pangdam Endang Su-warya yang mengeluh
banyak-nya warga asing di Aceh, dan menimbulkan kerepotan saat koordinasi
di
lapangan. En-dang meminta Deplu menyu-sun aturan bagi warga asing di NAD
dan
mendata ulang orang asing yang berada di Aceh dan berkoordinasi dengan
pihak
keamanan setempat.
Mendapat keluhan tersebut, presiden memerintahkan Panglima TNI ke Medan.
Selain itu presiden juga akan mener-tibkannya, seperti lama mere-ka tinggal

di sana, serta atur-an-aturan keamanan. "Sekali lagi saya tekankan, tugas
mereka adalah kemanusiaan, tidak ada urusan dengan politik dan lain-lain,"
tambah SBY.(tgc/kcm)




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links


















------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources 
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke