http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=151508

 Jumat, 14 Jan 2005,
Di Balik Rencana Kenaikan BBM
Oleh Ulul Albab *

Keputusan kenaikan harga BBM belum juga ditandatangani presiden. Tetapi, 
kontroversi dan gerakan unjuk rasa menentang kenaikan harga BBM terus marak. 
Mulai Forum Rektor, mahasiswa, hingga artis. Semua melibatkan diri meramaikan 
kontroversi itu. Meskipun di beberapa kampus mulai ada unjuk rasa yang "nakal". 
Misalnya, membajak mobil tangki minyak dan membakar foto presiden. Namun, 
eskalasi gerakan unjuk rasa dapat dikatakan masih dalam batas wajar-wajar saja. 
Baru tahap pemanasan. Pertanyaannya, ada apa di balik rencana kenaikan harga 
BBM itu?

Mari kita cermati. Kontroversi dan unjuk rasa mengkritisi rencana kenaikan 
harga BBM itu muncul setelah Pertamina menaikkan harga elpiji dan pertamax. 
Ketika publik mendesak pemerintah untuk menjelaskan rasionalitas keputusan 
kenaikan harga elpiji, jawaban pemerintah adalah pemerintah tidak bisa 
mengintervensi terhadap harga elpiji. Pihak Pertamina bahkan tidak kalah 
garangnya dengan menyatakan bahwa kenaikan harga elpiji adalah urusan 
Pertamina, bukan urusan pemerintah. 

Artinya, sampai level ini kita bisa berkesimpulan bahwa antara Pertamina dan 
pemerintah terdapat garis pemisah dalam hal urusan bisnis elpiji. Konon, 
undang-undangnya memang menyatakan bahwa elpiji adalah core bisnis Pertamina 
yang murni dan bebas dari subsidi. Urusan kenaikan harga elpiji menjadi 
kewenangan penuh Pertamina. 

Lepas dari kontroversi tersebut, sesungguhnya menarik untuk dicermati lebih 
lanjut perihal mengapa Pertamina menaikkan harga elpiji lebih awal daripada 
kenaikan harga BBM yang sudah direncanakan. Ada kesan Pertamina mencuri start. 
Ada apa ini?

Ada dua teori yang berkembang di masyarakat dalam memaknai langkah Pertamina 
itu. Teori yang pertama adalah teori kalkulasi bisnis. Dalam pandangan teori 
ini, kenaikan harga elpiji merupakan langkah strategis untuk memperkecil beban 
dan kerugian yang akan ditanggung Pertamina. Jika keputusan itu terlambat 
diambil dan sudah didahului oleh kenaikan harga BBM, terutama premium, 
Pertamina akan kehilangan momentum strategisnya. Bahkan, bisa-bisa Pertamian 
tidak jadi menaikkan harga elpiji karena adanya protes masyarakat terhadap 
kenaikan harga BBM.

Teori yang kedua ialah kalkulasi politik. Teori ini berkesimpulan bahwa 
kenaikan harga elpiji yang mendahului kenaikan harga BBM merupakan manuver 
politik dari partai politik tertentu untuk menjatuhkan kepercayaan publik 
kepada pasangan SBY-Kalla (presiden-Wapres). Kok? Ya, karena petinggi-petinggi 
Pertamina mayoritas adalah tokoh-tokoh pendukung parpol yang selama ini 
berseberangan dengan pasangan SBY-Kalla. Dengan langkah mencuri start itu, 
diharapkan pemerintahan SBY-Kalla akan menuai kesulitan yang luar biasa dari 
gerakan masyarakat yang menolak kenaikan harga BBM.

Goyangan kepada pasangan SBY-Kalla dilakukan dari dua skenario. Pertama, 
mengadu domba SBY dengan Kalla. Skenario ini memanfaatkan momentum kemenangan 
Kalla dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar. Inti adu dombanya adalah 
gerakan massa menolak kenaikan harga BBM sudah dipersiapkan Partai Golkar untuk 
menggoyang SBY-Kalla. Salah satu Menko disebut-sebut sebagai orang yang membuka 
jalan melengserkan SBY dan menghantarkan Kalla ke RI 1. 

Bagaimana reaksi Kalla? Dia tidak mau disudutkan dan diadu domba dengan bosnya 
seperti itu. Pekan-pekan ini para menteri orbitan Kalla gencar mengklarifikasi 
analisis miring tersebut. Argumen politik yang dimunculkan adalah justru 
kemenangan Kalla menjadi ketua umum Partai Golkar atas Akbar Tandjung bertujuan 
memperkuat posisi pasangan SBY-Kalla. Buktinya, Koalisi Kebangsaan di parlemen 
dibubarkan begitu Kalla menjadi ketua umum Partai Golkar. Sampai pada level 
ini, skenario mengadu domba SBY dengan Kalla tidak berhasil.

Skenario kedua dimainkan dari dalam eksekutif sendiri, yakni lewat Pertamina. 
Pertamina dianggap sebagai salah satu BUMN yang kurang mendukung pasangan 
SBY-Kalla. Mereka masih dalam bayang-bayang hegemoni mantan menteri BUMN era 
Megawati. Rasan-rasan yang berkembang ialah SBY-Kalla akan mereorganisasi 
jajaran pimpinan Pertamina, tampaknya, menjadi pemicunya. 

Dalam skenario ini, kebijakan kenaikan harga BBM diarahkan sebagai jebakan bagi 
pasangan SBY-Kalla. Caranya, Pertamina merekomendasikan agar kenaikannya cukup 
besar (40 persen). Tentunya dengan perhitungan yang rasional. Sebab, 
kenyataannya, subsidi pemerintah terhadap BBM tertentu sangat besar sehingga 
kenaikan 40 persen untuk BBM tertentu itu sangat masuk akal. Selain itu, 
Pertamina harus menaikkan harga elpiji dan pertamax dengan persentase yang juga 
besar. Nah, agar dampak sosial-politiknya cukup besar, Pertamina harus 
mendahului menaikkan elpiji dan pertamax. Dengan manuver Pertamina itu, kini 
pemerintah dalam posisi yang sangat sulit.

Mengapa sulit? Sebab, pemerintah harus mengeluarkan anggaran yang sangat besar 
untuk melakukan sosialisasi, meredam gejolak, dan menanggulangi dampaknya dalam 
termin waktu yang sangat pendek. Jelas, birokrasi pemerintah tidak akan mampu 
menjalankan sendiri, kecuali dibantu dengan operasi intelijen. Itu pun belum 
menjamin berhasil. Sebab, saat ini pemerintahan SBY-Kalla sedang getol-getolnya 
memberantas korupsi, yang berarti pembiayaan operasi intelijen harus dapat 
diaudit secara transparan.

Singkatnya, kontroversi itu sangat kompleks. Pada satu sisi, rakyat menolak 
karena belum ada jaminan riil bahwa dampak kebijakan itu tidak menyengsarakan 
rakyat. Pada sisi lain, ada politik yang bermain di balik kontroversi kebijakan 
pemerintah menaikkan harga BBM. 

* Drs Ulul Albab MS, pembantu rektor III Universitas Dr Soetomo, Surabaya




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke