http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=151509

Jumat, 14 Jan 2005,

Misi Kemanusiaan Tentara Asing

Kian banyaknya bantuan asing berupa relawan, dana, dan kegiatan kemanusiaan 
untuk menolong rakyat Aceh ternyata tak sepenuhnya disambut suka cita 
sejumlah komponen bangsa.

Bahkan, belakangan banyak berseliweran layanan pesan singkat (SMS) dari HP 
ke HP yang isinya mencerminkan kesan gundah. Tidak suka. Atau khawatir, 
mulai kekhawatiran bantuan kemanusiaan itu bermotif supremasi hingga 
infiltrasi. Terutama kehadiran tentara Amerika dan Australia dengan misi 
kemanusiaannya.

Sebagian SMS yang berseliweran itu khawatir bahwa misi kemanusiaan tersebut 
bertujuan merusak identitas Aceh sebagai daerah otonomi khusus yang 
berdasarkan syariat Islam.

Inilah salah satu contoh SMS: "Tsunami datang pagi dari Aceh, Paman Sam 
datang ke Aceh tidak akan pergi lagi. Selamat tinggal Serambi Makkah, 
selamat datang Serambi Las Wegas".

Bagaimana seharusnya kehadiran bantuan asing dan misi kemanusiaan itu kita 
posisikan. Pertama, rasa kekhawatiran banyak pihak harus dipahami sebagai 
ungkapan nasionalisme. Ungkapan perasaan yang masih kukuh dari bangsa 
Indonesia untuk mandiri. Tidak ingin negara berdaulat bernama RI tidak 
memiliki kemandirian. Mudah dirusak kepentingan asing, khususnya negara 
seperti AS dan Australia.

Kedua, perlu ada aturan main dan rambu-rambu yang jelas dari pemerintah RI 
mengenai masalah kemanusiaan apa saja yang perlu mereka -tentara asing itu- 
bantu berkaitan dengan pemulihan kondisi fisik, mental, kesehatan, dan 
penderitaan rakyat Aceh.

Ketiga, perlu ada rentang waktu dan parameter yang jelas sampai pada taraf 
pemulihan Aceh seperti apa misi kemanusiaan tentara asing itu masih boleh 
atau tidak boleh lagi datang ke Aceh.

Sampai saat ini, kriteria dan parameter itu belum dibuat pemerintah RI. Jika 
dibiarkan, munculnya resistensi dari sebagian komponen bangsa itu barangkali 
memang patut kita pahami.

Di sisi lain, kelompok-kelompok masyarakat yang resisten terhadap misi 
kemanusiaan tentara asing patut pula memahami perubahan-perubahan situasi 
global yang memunculkan ideologi globalisasi.

Salah satu perspektif yang muncul dari ideologi globalisasi ialah munculnya 
rasa kesetiakawanan internasional nonpolitik yang sangat kuat. Kesepahaman 
internasional ini dalam banyak hal menghancurkan batas-batas negara, 
identitas nasional, dan budaya.

Kecenderungan yang muncul pada tahap berikutnya masalah-masalah sosial dan 
penderitaan yang bersifat nasional di suatu negara tidak lagi dianggap 
sebagai masalah tersendiri yang bersifat lokal.

Bencana alam yang menimpa suatu negara dan memunculkan penderitaan yang amat 
buruk bagi rakyat negara itu, termasuk bencana alam akibat gempa bumi dan 
badai tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, kini tidak lagi dianggap 
sebagai bencana nasional Indonesia atau lokal Aceh.

Bencana alam dahsyat itu justru dianggap masalah bersama umat manusia 
internasional yang memunculkan duka transnasional. Memicu duka global, 
simpati, dan solidaritas antarbangsa yang tidak lagi bisa dihambat oleh 
perbedaan suku, bangsa, budaya, agama, serta kedaulatan negara.

Karena itu, bantuan-bantuan internasional pun mengalir deras tanpa bisa 
dicegah atas nama kedaulatan hukum dan nasionalisme. Apalagi, faktanya, 
bantuan internasional memang diperlukan untuk mempercepat penanganan musibah 
alam. 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke