Okay, Money Laundering (null), Money politics adalah amalan 
(perbuatan) munkar (evil)dan apa yg dibuat oleh seorang Atheist tadi 
adalah amal yg baik dan tulus krn datangnya dr hati yg penuh kasih, 
saya SUPER setuju.  FT, niat itu TIDAK PERLU DIUCAPKAN, kalau saya 
bilang tergantung niatnya seseorang tsb, bukan berarti manusia itu 
kudu melafalkan niatnya dulu sblm melakukan amalannya atau 
perbuatannya dan tanpa ini amalannya tdk akan diterima olehNya.  
Yang spontan itu biasanyalah yg tulus tanpa embel pamrih segala 
macam.  Spt melihat org kebakaran, kalo kita kudu repot2 dulu 
membaca niat kita secara khusyuk , yah keburu gosong duluan tuh 
orang!  Yang saya bahas adalah Amalan yg dipandang dr sudut Islam, 
Niat dan Amal bagi Muslimin mempunyai hubungan yg sangat erat.  
Mengenai AMALAN secara general, setiap org yg berbuat baik terhdp 
sesama manusia, yah sdh barang tentu menjadikan hal yg mulia tanpa 
memandang dr agama manapun.  

--- In [email protected], Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Mas, Mbak,
> Kalo beramal pake duit korupsi, itu bukan amal namanya, tapi MONEY 
LAUNDRY!
> Kalo beramal supaya populer dan dipilih jadi pemimpin, itu namanya 
MONEY POLITICS!
> 
> Tapi, kalau seorang atheis atau agnostic yang hatinya ternyata 
dipenuhi kasih, iba melihat saudara2nya sesama manusia di Aceh dan 
di Thailand terkena musibah, terus menyumbang tanpa pamrih, itu 
namanya AMALAN. Amal yang seperti ini, ga perlu niat, tapi langsung 
keluar dari hati, dan bisa menjadi perbuatan yang bermakna.
>  
> Kalau saya, yang nonmuslim, tergerak hatinya mengasuh anak 
jalanan, dan setiap bulan menyumbang untuk seorang anak yang saya 
pilih (dan kebetulan dia muslim) tanpa sedikitpun pamrih, itu 
namanya AMAL.
>  
> Bandingkan dengan, sekelompok orang yang koar2 ttg agamanya, dg 
tujuan amal ma'ruf nahi munkar (semoga bener nulisnya) dan melakukan 
tindak kekerasan. Juga lupa beramal. Sibuk aja membela agamanya, 
tapi lupa membela sesamanya yang membutuhkan. 
> 
> Ya, maaf-maaf saja, saya pilih yang amalan tanpa embel2 agama, 
dah. 
>  
> Tentu saja, sempurna banget kalau bisa beramal dan sekaligus 
berhubungan intens dengan Tuhannya. Tapi saya lebih memilih berbuat 
pada sesama manusia, daripada menghitung2 niat untuk ongkos ke 
surga. 
> 
> Sekali lagi, ini perbedaan prinsipil dalam memaknai amal. Dan saya 
menghargai keyakinan Mas, Mbak, dan Lina tentunya.
>  
> Selamat beramal dengan cara masing-masing.
>  
> -Uly
> 
> fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ya, saya pikir konteks sepenggal tulisan Mbak Lina itu bukan 
hitung2an
> dalam berbuat baik, melainkan memperbaiki landasan perbuatan baik 
tsb.
> Sama seperti kata2 Mas Tony, anda boleh tidak sependapat dg kami,
> tetapi bagi saya segi positif dalam meluruskan niat suatu amalan
> antara lain adalah menjaga kebaikan nilai amalan itu sendiri. 
Misalnya
> menghindarkan asumsi bahwa uang hasil korupsi asal disumbangkan 
akan
> dihargai sbg kebaikan dari Tuhan.
> 
> Mungkin ada perbedaan persepsi atas definisi "amalan" bagi FT dan
> kami. Setahu saya, CMIIW, kata amal itu artinya "perbuatan", 
makanya
> ada amal sholeh (perbuatan baik) dan amal munkar (perbuatan jahat).
> Kelihatannya sdr. FT mendefinisikan amal sebagai amal baik saja
> sehingga mengatakan "Amal pasti keluar dari hati tulus."
> Ini bedanya, karena bagi muslim, amal itu bisa menjadi amalan baik
> atau sia2 tergantung juga dari niatannya (mis. mau menolong atau 
spy
> dipilih lagi dalam pemilu? ;) ).
> 
> Kalau soal tiket masuk surga, saya rasa agama semit mempunyai 
patron
> yang sama. Dikalangan umat Islam, dipercaya bahwa yang bisa 
menjamin
> masuk surga adalah ridho Allah SWT. Di agama Kristen, adalah 
mengakui
> penebusan dosa oleh Jesus. Sah2 saja, sama sahnya dg menganggap 
bahwa
> hanya satu agama yang benar. Asal jangan dipaksakan ke orang lain 
atau
> berbuat tidak adil pada orang lain yg tidak sependapat.
> 
> just my two-cent,
> 
> fau
> 
> 
> --- In [email protected], tony picasso <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> > Bukan begitu Free Thinker (FT), nampaknya anda kurang paham yg 
mbak
> Lina maksudkan.  Menurut kepercayaan kami (mungkin berbeda sekali 
dg
> yg anda percayai atau anut), diterimanya amal itu atau tdk dimata
> Allah SWT, di tentukan dg niatannya.  Niat yg tulus semata-mata krn
> Allah SWT baru akan membuahkan hasil yg baik, itu yg kami 
percayai. 
> Anda boleh tdk sependapat dg kami, dan merupakan hak anda 100 
persen,
> apalagi memandang kita berbeda kepercayaan, adalah suatu hal yg 
lumrah
> dan wajar.  Sekali lagi amal perbuatan (bagi kaum Muslimin) 
ditentukan
> oleh niat (yg baik, ikhlas dan semata-mata krn Allah SWT tentunya),
> tanpa ini kami percaya (you don't have to) amal ibadah kami akan
> sia-sia, makanya mbak Lina bilang,"betapa meruginya orang beramal
> sebaik apapun kalau dihatinya ada kemusyrikan, kemunafikan dan
> penyakit hati lainnya".  Contoh sederhana, katakanlah saya ini 
telah
> menolong beberapa anak2 yg kena busung lapar, saya menolong mereka
> sampai sehat kembali spt layaknya anak2 sehat,
> >  disini saya tlh banyak korbankan waktu, keuangan dll.  Suatu
> perbuatan mulia bukan? dan merupakan amal yg baik, tapi ternyata 
saya
> ini punya latar belakang tertentu dlm melakukan segala amal tsb, 
saya
> ingin dg begini akan membuat saya tersohor, atau dpt dikagumi oleh
> tetangga saya dan menjadikan saya sbg contoh tauladan yg hrs 
ditiru,
> sampe kalo mereka buka kamus dan melihat kata "tauladan" 
gambar/foto 
> saya akan ada dlm kamus tsb.  Amalan yg spt ini buat kami adalah
> SIA-SIA, krn NIATnya saja sdh jelek.  Memang saya (mungkin) akan
> mendapatkan banyak pujian dr tetangga2 saya tapi dimata Allah SWT,
> amalan saya tdk berarti apa-apa, dan MERUGILAH saya!!!
> > Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Buat Lina,amal itu 
harus
> kembali berguna kepada
> > dirinya sendiri. Harus bisa dihitung untung-ruginya,
> > bisa jadi tiket untuk dirinya supaya bisa lolos dari
> > neraka.
> > 
> > Buat saya  (dan mungkin Danardono) amal, ya amal saja.
> > Yang pasti, amal sih ga bakal keluar dari hati yang
> > musyrik atau munafik. Amal pasti keluar dari hati yang
> > tulus. Kalau buat Danardono, contoh amal yang paling
> > gampang dilihat adalah amalan Bunda Teresa. Dan buat
> > saya, orang yang saya kagumi Romo Mangun.  
> > h
> > Atau, teman saya seorang Amerika agnostic, yang secara
> > spontan menyumbang untuk korban Tsunami di Aceh, tanpa
> > mau namanya disebutkan. 
> > 
> > Amal yang ga dihitung-hitung yang akan membuat bumi
> > ini damai. Amal yang datang dari hati yang tulus,
> > nggak peduli apa agamanya. 
> > 
> > Disinilah perbedaan prinsipil bagaimana seseorang
> > memaknai amal.Buat saya, beramal tidak akan merugi. 
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
*********************************************************************
******
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
*********************************************************************
******
> 
_____________________________________________________________________
_____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> SPONSORED LINKS 
> Indonesian languages Indonesian language learn Cultural diversity 
Indonesian 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
>  Sell on Yahoo! Auctions  - No fees. Bid on great items.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke