http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/04/14/brk,20060414-76181,id.html

Bank Dunia Tolak Restrukturisasi Utang Indonesia
Jum'at, 14 April 2006 | 17:28 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Dunia menolak usulan restrukturisasi utang 
Indonesia. Alasannya, restrukturisasi dinilai tidak signifikan lantaran jumlah 
pinjaman dari lembaga keuangan itu hanya sedikit dibandingkan dengan total 
pinjaman pemerintah. 

Hal tersebut disampaikan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowits saat berkunjungan 
ke pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dua hari lalu. Dia menanggapi pertanyaan 
anggota Panitia Anggaran Hafiz Zawawi. 

Dalam pertemuan itu, Hafiz mengatakan, bila Bank Dunia memang bermaksud 
membantu, maka yang sebaiknya dilakukan adalah melakukan restrukturisasi utang, 
dan bukan memberi utang baru. 

Menanggapi permintaan itu, Wolfowits tidak secara langsung menolaknya. Ia 
mengatakan, pinjaman Bank Dunia tidak banyak dibandingkan dengan pinjaman yang 
diberikan lembaga atau negara donor lain. "Karena itu restrukturisasi utang 
tidak akan berdampak signifikan." 

Saat ini total utang pemerintah yang sedang berjalan atau outstanding kepada 
Bank Dunia US$ 8 miliar atau sekitar Rp 80 triliun. Tapi setiap tahunnya, 
pemerintah harus mengembalikan utang sekitar Rp 140 triliun yang meliputi 
pembayaran pokok utang Rp 63 triliun dan cicilan bunga Rp 76 triliun. 

Dan tahun ini, pemerintah akan mengajukan pinjaman baru ke Bank Dunia sekitar 
US$ 1,2 miliar atau Rp 11 triliun. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan 
Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta pernah mengatakan, utang baru itu 
diminta dengan persyaratan bebas biaya komitmen sebab terkait dengan program 
penanggulangan kemiskinan. 

Pinjaman yang akan diajukan itu meliputi pinjaman program US$ 400-500 juta 
untuk dua program. Selain itu, pinjaman proyek sekitar US$ 700 juta untuk 6 
proyek, antara lain proyek water supply. 

Namun, Hafiz tak puas dengan jawaban tersebut. Menurutnya, sebagai Presiden 
Bank Dunia, Wolfowits bisa membawa agenda itu dalam forum Consultative Group on 
Indonesia (CGI). Sebab Bank Dunia memiliki pengaruh besar di sana. "Jawaban 
Wolfowits muter-muter dan terkesan menghindar," ujarnya.


retno sulistyowati 

++++

http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/04/17/brk,20060417-76294,id.html



Indonesia Butuh Investasi Rp 90 Miliar
Senin, 17 April 2006 | 18:54 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memperkirakan dibutuhkan investasi US$ 
5-10 juta (Rp 90 miliar) untuk mendorong pertumbuhan investasi di pulau terluar 
di Indonesia. 

Menurut Menteri Keluatan dan Perikanan Freddy Numberi, investasi ini diperlukan 
untuk membangun sarana dan prasarana di pulau terluar yang dimanfaatkan sebagai 
daerah wisata di Indonesia. Investasi tersebut bisa didapat dari investor lokal 
dan asing. "Namun biaya yang diperlukan itu masih garis besar," kata Freddy 
kepada pers, Senin (17/4). 

Dia menjelaskan, dengan pembangunan sarana dan prasarana tersebut, pemerintah 
pusat dan daerah yang bersangkutan akan mendapat keuntungan karena pulau-pulau 
terluar selama ini pengelolaannya tidak terjangkau oleh pusat. Contohnya, ada 
beberapa pulau yang hilang kepemilikannya, seperti Pulau Sipadan dan Ligitan 
yang diklaim Malaysia. Ada juga pulau yang hilang secara pengawasan seperti 
Pulau Bidadari, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur, yang dikelola oleh pihak 
asing. "Sekarang yang sedang dikhawatirkan adalah Pulau di Marore dan Miangas, 
Sulawesi Utara, karena penduduknya yang hanya 20 ribu orang sekarang pindah ke 
Filipina."

Hingga kini Indonesia memiliki pulau terluar sebanyak 17.499 pulau. Dari jumlah 
itu, hanya 7.349 pulau yang telah memiliki nama yang mana 67 pulau berbatasan 
langsung dengan negara tetangga. Sebanyak 10.150 pulau belum bernama. 

Unutk mendukung investasi itu, lanjut Freddy, pemerintah akan memberikan 
kompensasi seperti tax holiday (pembebasan pajak) selama 2-3 tahun. Selain itu, 
kompensasi lainnya, selama proses perizinan, pemerintah daerah tidak 
diperbolehkan untuk memungut pajak atau retribusi dalam bentuk apa pun. endang 
purwanti 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke