Setahap demi setahap, Indonesia mulai berpaling ke luar angkasa. Suatu saat 
kita harus mengorbitkan satelit dengan roket buatan sendiri. Selamat dan sukses.
   
  --------------------------------------------------------
   
  http://www.kompas.co.id/
   
  Satelit Mikro LAPAN-TUBSAT Sukses Mengorbit 


  BANGALORE, RABU--Satelit pertama buatan putera bangsa Indonesia sukses 
diluncurkan dari Satish Dhawan Space Center (SDSC) Sriharikota, India, Rabu 
(10/1). Sinyal pertama yang dikirimkannya dari orbit berhasil ditangkap dengan 
sukses oleh stasiun bumi yang ada di Technical University of Berlin pada pukul 
16.00 WIB.
   
  LAPAN-TUBSAT diluncurkan menggunakan roket Polar Satellite Launch Vehicle 
(PSLV)-C7 milik India bersama dengan dua satelit lain milik India dan 
Argentina, serta sebuah kapsul penelitian antariksa milik India. Roket meluncur 
tadi pagi pukul 9.23 waktu India atau pukul 10.53 WIB. 
   
  Saat diluncurkan, satelit dalam  keadaan sleep mode dengan baterai 
dikosongkan. Satelit selanjutnya mengorbit 2 hingga 3 kali untuk mengisi 
baterai dan segera memancarkan signal beep pertama yang kemudian diterima 
Profesor Udo Renner di TU Berlin. Prof. Udo Renner selaku design engineer 
satelit mikro tersebut telah menyampaikan berita penerimaan sinyal beep pertama 
satelit LAPAN-TUBSAT pada pukul 16.00 WIB kepada Kepala LAPAN. Sinyal pertama 
yang akan ditangkap di Stasiun Bumi Satelit Mikro di Rumpin, Bogor diperkirakan 
baru akan diterima sekitar pukul 21.26 WIB.
   
  Dalam rilis yang dimuat situs LAPAN, Kepala LAPAN Dr. Ir. Adi Sadewo Salatun, 
M. Sc. menyatakan, jika kedua sinyal diterima kemungkinan besar satelit 
LAPAN-TUBSAT sudah dapat beroperasional dengan baik. Setelah itu, proses 
menghidupkan, menguji, dan mengendalikan satelit akan mulai dilakukan di TU 
Berlin dan fasilitas kendali LAPAN di Rumpin, Bogor. Parameter orbit akan 
dikirim dari Indian Space Research Organization (ISRO) ke TU Berlin dan LAPAN 
Rumpin untuk keperluan mengarahkan sistem telemetry, tracking, and command 
(TT&C).
   
  LAPAN dan TU Berlin
   
  Satelit Mikro LAPAN-TUBSAT merupakan satelit pengamat Bumi dengan bobot 57 
kilogram  yang dikembangkan para peneliti LAPAN bersama dengan Technical 
University of Berlin, Jerman. Satelit ini membawa sistem transmisi data S-band, 
sebuah video kamera berwarna resolusi tinggi hingga 5 meter dengan swath (luas 
cakupan) 3,5 kilometer, video kamera berwarna resolusi rendah 200 meter dengan 
swath 81 kilometer, dan sistem penyimpan dan penerus pesan pendek dengan 
transmisi telemetry & telecommand pada frekuensi UHF dengan bandrate 1200 bps 
(bite perdetik). 
   
  Sebagai satelit surveillance, LAPAN-TUBSAT dapat digunakan untuk melakukan 
pemantauan langsung situasi di Bumi seperti kebakaran hutan, gunung berapi, 
banjir, menyimpan dan meneruskan pesan komunikasi dari dan ke berbagai pelosok 
yang cukup banyak di Indonesia, serta untuk misi komunikasi bergerak. 
   
  Satelit ini memiliki kemampuan melakukan manuver ketinggian melalui komando 
interaktif dari bumi, sehingga pemantauan lokasi tertentu dengan video 
surveillance-nya dapat diatur sesuai kebutuhan pada saat melintasi Indonesia.
   
  Manuver ini dilakukan dengan menggunakan Attitude Control System yang terdiri 
dari 3 reaction wheel, 3 gyro, 2 sensor Matahari, 3 koil magnetik, dan sebuah 
sensor bintang untuk navigasi satelit. Satelit ini mengambil daya dari 5 buah 
baterai berkapasitas 12 Ah (ampere jam) dengan 4 buah solar panel.


 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke