Pertemuan Regional Asean
Presiden: Peta Jalan Arah Menuju Kemakmuran Asean
Laporan Wartawan Kompas Suhartono
CEBU CITY, KOMPAS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan peta jalan
segitiga pertumbuhan ekonomi 2007-2011 antara Indonesia, Malaysia dan Thailand
(Growth Triangle Roadmap Development 2007-2011) akan menjadi arah bagi
peningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan integrasi negara-negara Asean.
Demikian disampaikan Presiden Yudhyono saat menghadiri Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT) Segitiga antara Indonesia, Malaysia dan Thailand di Hotel
Shangri-la, Cebu, Filipina, Jumat (12/1). Sebelumnya, di tempat yang sama,
Presiden juga menghadiri KTT empat negara Brunei Darussalam, Indonesia,
Malaysia, Filipina East Asia Growth Area (BIMP EAGA) ke-3.
Presiden didampingi sejumlah menteri di antaranya Menko Perekonomian
Boediono, Mendag Mari Elka Pangestu, Menlu Hassan Wirajuda dan menteri lainnya.
Pertemuan regional Asean dilakukan sebelum dilakukan KTT Asean ke-12, Sabtu
(13/1).
Peta jalan yang ditandatangani ini menjadi strategi yang sangat baik, yaitu
dengan lebih difokuskannya tujuan dan sasaran kerjasama pertumbuan segitiga
sekawasan. Peta jalan itu juga akan menyediakan petunjuk dan rekomendasi yang
konkret untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemakmuran masyarakat di sub
kawasan, serta mendukung inisiatif integrasi ASEAN, ujar Presiden, yang kali
ini menjadi Ketua Growth Triangle.
Menurut Presiden Yudhoyono, peta jalan yang akan diteken juga akan membuat
pemerintah negara anggota-anggota segitiga mengidentifikasi persyaratan
persyaratan kerjasama dan memformulasikan secara harmonis, untuk menciptakan
lingkungan yang kondusif untuk berusaha. Peta jalan itu juga sangat membantu
untuk memastikan kelanjutan jangka panjang bagi kekuatan pertumbuhan ekonomi
segitiga tersebut, tambah Presiden.
Kita semua, termasuk para pemimpin dari negara-negara anggota, harus
memberikan komitmen. Tidak hanya untuk mendukung peta jalan tersebut, akan
tetapi juga untuk implementasinya dengan semangat yang tinggi, sehingga ini
akan berjalan lima tahun mendatang sebagaimana telah dijadwalkan, lanjut
Presiden.
Pertumbuhan sekawasan
Sementara, menurut Menko Perekonomian Boediono, yang ditanya seusai pertemuan
segitiga pertumbuhan ekonomi, mengatakan bahwa kerjasama yang diwujudkan
negara-negara regional di Asean, khususnya untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi sekawasan. Sebelumnya, Boediono meneken MoU Growth Triangle Roadmap
Development 2007-2011.
Seusai pertemuan BIMP EAGA, pimpinan pemerintahan empat Negara menyaksikan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) The expansion on air linkages, yaitu
perjanjian mengenai hubungan udara antar-empat negara untuk bebas memasuki
pelabuhan udara yang ditunjuk. Sebaliknya, juga berhak mengambil penumpang
untuk dibawa ke tempat tujuan tanpa kembali ke tempat keberangkatan semula.
Penandatangan dilakukan Menlu, mengingat Menteri Perhubungan Hatta Radjasa tak
bisa mengikuti kunjungan Presiden karena alasan tengah mengkoordinasi pencarian
pesawat AdamAir dan KM Senopati Nusantara.
Hassan menyatakan bahwa dengan kerjasama itu, untuk transportasi udara,
Indonesia menetapkan Bandar Udara Pontianak dan Balikpapan, sebagai pintu
gerbang bagi lalulintas hubungan ekonomi di Pulau Kalimantan. Sedangkan
pelabuhan laut Bitung juga ditetapkan sebagai pintu gerbang ekonomi di kawasan
Sulawesi.
Ini akan mempermudah pengakutan barang dan jasa di kawasan empat negara
ini. Selama ini, produk dari empat negara ini tergolong mahal, karena secara
fisik hubungan antara kawasan itu Belum memadai, aku Hassan.
Sejauh ini, tercatat, ada sejumlah maskapai penerbangan Indonesia yang
menerbangi kawasan empat negara. Penerbangan itu antara lain Batavia Air yang
menerbangi rute Pontianak-Kuching (Malaysia) tiga kali semingu. Berikutnya
Merpati Airline dengan rute Manado-Davao (Filipina ) sekali seminggu. Juga
Sriwidjaja Air dengan rute Gorontalo-Manado-Davao dua kali seminggu.
Adapun Mari Elka Pangestu menyatakan, penandatangan kerjasama Negara-negara
BIMP EAGA, sebenarnya juga untuk meningkatkan perdagangan antara penduduk di
perbatasan empat Negara tersebut. Nunukan di Kalimantan akan kita buat pasar,
untuk perdagangan antar penduduk di perbatasan. Mereka akan diberikan surat
imigrasi untuk saling berdagang dengan tidak melanggar aturan pajak maupun
kepabeanan. Ini supaya pertumbuhan ekonomi di kawasan itu juga meningkat, ujar
Mari.
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
[Non-text portions of this message have been removed]