Mungkin untuk bintang-bintang yang massanya "maha besar", ketika energi
intinya habis dan lapisan terluarnya runtuh karena ditarik gravitasinya
sendiri, jarak antar partikel sub atom seperti proton, menjadi demikian
rapatnya, sehingga antar partikel sub atom yang sejenis, seperti proton
dengan proton, elektron dengan elektron, dlsb, terjadi gaya tolak-menolak
yang hebat, yang mengakibatkan keruntuhan bintang "maha besar" tersebut
tidak berlanjut menjadi lubang hitam, namun mengalami ledakan.

================================================================

*www.kompas.com* <http://www.kompas.com>

*Ledakan Bintang Terbesar Mengejutkan Astronom*

*WASHINGTON, SELASA* - Di antara ledakan bintang atau supernova yang pernah
terekam, ledakan bintang yang diamati para astronom baru-baru ini mungkin
yang paling terang dan paling besar kekuatannya. Bahkan, peristiwa ini
mengejutkan para astronom karena di luar perkiraan dan teori evolusi
bintang.

"Ini benar-benar ledakan yang sangat besar, seratus kali lebih besar
daripada supernova umumnya," ujar Nathan Smith dari Universitas California
Berkeley, AS. Kekuatan cahaya yang terekam dari teleskop ruang angkasa
Chandra X-Ray maupun teleskop permukaan tanah diperkirakan mencapai 5 kali
lipat kekuatan cahaya supernova pada umumnya.

Ledakan terjadi pada bintang SN 2006gy di galaksi NGC 1260 yang terletak 240
juta tahun cahaya dari Bumi. Ledakannya pertama kali diketahui pada
September tahun 2006. Sinar yang dipancarkan bintang akibat ledakan terus
menguat selama 70 hari dan pada puncaknya mencapai 50 miliar kali kekuatan
cahaya Matahari atau 10 kali lipat kekuatan cahaya yang dihasilkan pusat
galaksinya. Peristiwa ini sangat langka karena supernova pada umumnya hanya
berlangsung dalam hitungan hari atau beberapa minggu.

*Gambaran baru*

Temuan yang dipresentasikan badan antariksa AS (NASA), Senin (7/5), dan akan
dimuat dalam  *Astrophysical Journal* edisi terbaru ini mengejutkan para
astronom karena terjadi di luar teori dan perkiraan sebelumnya. Bintang
raksasa yang berukuran 150 kali massa Matahari secara teori akan membentuk
lubang hitam setelah meledak.

Namun, saat energi intinya habis dan lapisan terluarnya runtuh karena
ditarik gravitasinya sendiri, SN 2006gy meledak kemudian hancur
berkeping-keping dan melemparkan materinya ke sekitarnya. Hal tersebut
menunjukkan bahwa proses kehancuran bintang-bintang yang terbentuk di awal
terciptanya alam semesta mungkin lebih umum terjadi seperti ini dan bukan
berevolusi menjadi lubang hitam.

Selama ini, para astronom telah memprediksi bahwa bintang-bintang generasi
tertua yang terbentuk di awal pembentukan alam semesta memang sebesar ini.
Namun, mengamati proses kehancuran bintang sebesar ini tergolong jarang. Di
dalam galaksi Bima Sakti yang dihuni sekitar 400 miliar bintang, misalnya,
para ilmuwan memperkirakan hanya ada sekitar belasan saja.

*Eta Carinae*

Proses supernova pada SN 2006gy menjadi petunjuk baru para peneliti untuk
mengamati kemungkinan terjadinya supernova pada bintang Eta Carinae. Bintang
paling terang di galaksi Bima Sakti yang terletak 7000 tahun cahaya dari
Bumi itu sudah memperlihatkan tanda-tanda awal kehancurannya.

Eta Carinae yang memancarkan radiasi 5 juta kali energi yang dihasilkan
Matahari sudah tidak stabil. Letupan energi di permukaannya menurut para
peneliti mirip tanda-tanda yang terjadi pada bintang SN 2006gy sebelum
meledak. Namun, kapan terjadinya dan apakah kekuatan cahayanya akan seterang
SN 2006gy tidak dapat dipastikan.

"Hal ini bisa terjadi besok atau bahkan 1000 tahun lagi," kata Mario Livio
dari *Space Telescope Science Institute* di Baltimore, AS. Meski Eta Carinae
tergolong dekat dengan Bumi, kalaupun meledak tidak akan membahayakan
manusia. "Paling-paling membuat kita bangun sejenak," tandas Livio.



*Sumber: *Space.com <http://space.com/>
*Penulis*: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke