Dengan kualitas pelabuhan nasional yang berkelas dunia, akan banyak devisa
yang bisa dihemat

------------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2007/9/7/wapres-tanjung-priok-2050-jadi-pelabuhan-kelas-dunia/



*Wapres: Tanjung Priok 2050 Jadi Pelabuhan Kelas Dunia*

Jakarta (ANTARA News) - *Wakil Presiden M Jusuf Kalla* menginstruksikan
Pelindo II dan Departemen Perhubungan menyusun rencana pengembangan
pelabuhan Tanjung Priok 2050 dalam rangka menjadikan pelabuhan kelas dunia.

"Kita tadi mendengarkan penjelasan dan melihat pelabuhan, dalam rangka kita
minta Tanjung Priok menyusun rencana --Tanjung Priok 2050-- macam mana
nantinya," kata Wapres M Jusuf Kalla seusai meninjau Pelabuhan Tanjung Priok
dan rapat khusus soal pelabuhan di Kantor Pelindo II Tanjung Priok Jakarta
Jumat.

Menurut Wapres, pelabuhan Tanjung Priok memiliki modal untuk menjadi
pelabuhan kelas dunia, antara lain dengan lahan yang luas.

"Jadi jangan berfikir lagi 10 tahun tetapi 50 tahun dalam rangka menjadi
pelabuhan kelas dunia. Karena ini modalnya sudah ada, areal besar dan
cukup," kata Wapres yang didampingi para menteri.

Meskipun Wapres juga mengakui banyak masalah yang harus dihadapi untuk
mencapai tujuan tersebut. Namun, Wapres yakin untuk menyelesaikan semua
masalah tersebut.

"Tak sulit, yang penting semua departemen harus siap dan dananya harus
lokal, konsultannya lokal dan disupport oleh seluruh instansi yang ada,"
kata Wapres.

Untuk tujuan tersebut, Wapres memerintahkan agar desain awalnya sudah bisa
diselesaikan dalam dua bulan. Sementara untuk tahap pertama, tambah Wapres,
harus bisa diselesaikan pada tahun 2009.

Mengenai dana yang akan digunakan, Wapres belum bisa menjelaskan, namun
untuk tahap pertama yang harus selesai dalam dua tahun (2009) memerlukan
dana sekitar Rp2 - 3 triliun.

"Tidak besar karena berupa perbaikan saja dan itu harus selesai dua tahun.
Dan harus dana lokal. Kita ini punya dana SBI Rp300 triliun, ngapain
pinjam-pinjam kemana-mana. Sepertinya kita miskin padahal kaya. Kita kaya
sebenarnya, tapi merasa miskin. Kita harus betul-betul merasa kaya betul
untuk bangsa ini," kata Wapres penuh optimis.

Wapres membantah jika kebijakan perbaikan pelabuhan Tanjung Priok ini karena
adanya peringatan dari Amerika Serikat. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke