Bung Marconi Yth, Tepat sekali istilah Anda, BERANI MATI! ....he he he ... Selain memangkas jalur setoran dan "periuk nasi" para pejabat Kepolisian, urusannya adalah berhadapan dengan para bandar judi, sidikat narkoba dan kontraktor korup. Bayangkan kalau para mafia ini berpatungan menyewa pembunuh bayaran ..... amit ... amit!
Dalam hati kecil saya juga sceptis, bagaimana mungkin semangat anti-korupsi dinegara kita bisa berjalan, kalau tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan perajurit dan pegawai negeri di eselon bawah dan menengah. Melihat pucuk pempinan Pemerintah dan pejabat-pejabat kunci seperti Kapolri, Kajagung, Panglima TNI dll., nampak jelas ada upaya yang keras untuk memperbaiki diri dan membersihkan tubuh pemerintah dari penyakit kotor, oleh karena itu aparatur pelaksana pun harus dipilih yang bersih dan loyal terhadap kebijakan pembersihan tersebut. Dengan menabuh genderang perang melawan korupsi secara terbuka, merupakan peringatan kepada jajarannya dan kepada para mitra swasta Polda, agar kedepan jangan macam-macam. Sementara pesan tersirat kepada masyarakat agar ikut mendukung program "bersih lingkungan" dan kepada media agar membantu memonitor dan melaporkan penyelewengan pejabat Kepolisian Jabar. Bagaimanapun, kita harus mendukung itikad dan sikap Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Susno Duadji! Selamat bertugas Pak Kapolda! Wassalam, yhg. ----------------- "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam Bung Yap HG, Ini wawancara beneran atau fiktif atau scenario sinetron di TVRI dan stasiun TV oposan pemerintah. Sang Presiden sendiri sudah sekian tahun menjadi pejabat negara dan presiden belum pernah berbicara begini blak-blak-an tanpa tedeng aling-aling. Sebab berbicaara sedemikian ini harus bersemangat BERANI MATI. Apabila banyak manusia yang sejujur ini tampil ke depan panggung politik dan kekuasaan negara, maka masyarakat adil dan makmur yang di ideal-kan oleh bangsa Indonesia memiliki perspektif yang sungguhan nyata dan terjangkau. Au revoir, A.M

