http://www.antara.co.id/arc/2008/3/31/presiden-pemimpin-dunia-punya-tanggung-jawab-moral-cegah-penistaan-agama/
Presiden: Pemimpin Dunia Punya Tanggung Jawab Moral Cegah Penistaan Agama
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, pemimpin
dunia memiliki tanggung jawab moral untuk mencegah terjadinya penistaan agama
atau kebudayaan, seperti film Fitna.
Hal itu dikemukakan oleh Presiden Yudhoyono dalam sesi jumpa pers di Kantor
Presiden Jakarta, Senin malam.
"Saya berpendapat pemimpin dunia punya tanggung jawab moral untuk mencegah
hal-hal seperti ini, agar dunia ke depan lebih aman dan damai," katanya.
Presiden mengimbau masyarakat internasional untuk tidak menggunakan kebebasan
tanpa batas, sehingga merusak sendi-sendi kehidupan yang lain.
Dia berharap, seluruh pihak tidak merusak jerih payah yang telah dibangun oleh
sejumlah pihak untuk menciptakan suatu jembatan antar peradaban.
Disebutkan juga oleh Presiden mengenai bagaimana upaya Indonesia dan Norwegia
menciptakan dialog antar-agama pasca-penerbitan kartun yang melecehkan Nabi
Muhammad SAW.
Sementara itu, kecaman dari dalam dan luar negeri terhadap film anti-Islam
garapan Wilders, semakin keras, menyusul penampilan Perdana Menteri (PM)
Belanda, Jan Peter Balkenende, di televisi untuk menjelaskan sikap
pemerintahnya yang menyesalkan film itu.
Dalam Fitna, Wilders mengaitkan aksi para teroris dengan para ekstremis Islam
dan ayat-ayat Al-Quran, disiarkan pada situs internet www.liveleak.com pada
Kamis malam (28/3).
Menjelang rilis film itu, Wilders melukiskan kitab suci umat Islam sebagai
"buku fasis" yang menghasut orang untuk melakukan kekerasan. (*)
____________________________________________________________________________________
No Cost - Get a month of Blockbuster Total Access now. Sweet deal for Yahoo!
users and friends.
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text1.com
[Non-text portions of this message have been removed]