http://www.antara.co.id/arc/2008/3/31/pbnu-tagih-janji-pm-belanda-soal-fitna/
PBNU Tagih Janji PM Belanda Soal "Fitna"
Jakarta (ANTARA News) - Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) menagih janji
Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende untuk menindak pembuat film
"Fitna" Geert Wilders karena filmnya telah disebarkan ke publik.
"Kami akan menyurati lagi PM Belanda untuk menagih janji," kata Ketua Umum PBNU
KH Hasyim Muzadi di Jakarta, Senin.
Sebelum "Fitna" disebarkan, Hasyim bersama sejumlah pemimpin agama yang
tergabung dalam Komunitas Umat Beragama Indonesia pada 13 Maret menyurati PM
Belanda meminta agar pemerintah Kerajaan Belanda berusaha secara maksimal
mencegah pemutaran film dan penyebarannya.
Pada 26 Maret, Hasyim menerima jawaban dari PM Belanda yang intinya pemerintah
Belanda memahami kekecewaan para tokoh agama di Indonesia, namun belum bisa
bertindak jika film tersebut belum disebarkan.
Jika film tersebut sudah disiarkan, maka kejaksaan Belanda dapat
menginvestigasi apakah ada aspek kriminal dalam film tersebut atau tidak.
"Sekarang film telah disebar lewat internet. Soal kriminalitas, orang atau
negara mungkin berbeda penilaian, tapi yang jelas dalam hal ini ada yang sama
yakni telah terjadi kriminalitas moral," katanya.
Dengan dalih kebebasan, demokrasi, kata Hasyim, Wilders yang merupakan anggota
Parlemen Belanda menyerang pihak lain tanpa menghormati kebebasan orang lain,
termasuk kebebasan untuk beragama.
Dikatakannya, jika pemerintah Belanda tidak bertindak maka mereka akan rugi,
baik dari segi citra, hubungan internasional, maupun ekonomi.
Film tandingan
Pada kesempatan itu Hasyim menyatakan, saat ini PBNU sedang berpikir untuk
membuat film tandingan sebagai jawaban film "Fitna".
"Untuk menjelaskan bahwa apa yang ada di `Fitna` itu tidak benar. Bahwa orang
Islam itu ada yang keras, oke, tapi bukan Islamnya," katanya.
Dalam film tandingan nanti, lanjut Hasyim, akan diungkapkan fakta-fakta yang
menunjukkan bahwa yang dikemukakan Wilders dalam "Fitna" sangat bertolak
belakang dari kenyataan.
"Kita akan tunjukkan siapa sebenarnya yang jahat. Setelah berakhirnya perang
dingin, yang paling banyak membunuh orang itu umat Islam atau yang
Islamophobi," katanya.(*)
____________________________________________________________________________________
Special deal for Yahoo! users & friends - No Cost. Get a month of Blockbuster
Total Access now
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text3.com
[Non-text portions of this message have been removed]