Assalamu 'alaikum,
Sekarang ini banyak kita jumpai orang-orang yang dengan mudah menuduh orang 
lain melakukan pelecehan terhadap Allah, Rasul-Nya, Islam, Quran, sunnah, dsb.

Kalau kita usut-usut, ternyata apa yang mereka sebut sebagai melecehkan Allah 
dan sebagainya itu adalah bahwa ada seseorang atau golongan yang membawa tafsir 
lain yang berbeda dengan yang umumnya diikuti oleh umat Islam. Orang yang 
mengkritik fatwa MUI, misalnya, dianggap melecehkan Islam, padahal fatwa 
jelas-jelas bukan ketentuan yang harus diikuti, sebaliknya hanya sekedar 
pendapat.

Jadi, yang terjadi sebetulnya bukan pelecehan Islam, tetapi perbedaan pendapat. 
Islam bukan monopoli milik golongan tertentu. Kalau golongan Sunni berbeda 
tafsir dengan golongan Syiah, bukan berarti salah satu dari mereka melecehkan 
Islam. Kalau golongan Ahmadi berbeda tafsir dengan golongan Sunni, bukan 
berarti mereka melecehkan Islam. Begitu seterusnya.

Saran saya: jangan mudah menuduh orang lain melecehkan Islam. Pendapat anda 
tidak identik dengan Islam, begitu pula pendapat saya. Kalau anda atau saya 
berbeda pendapat, bukan berarti saya atau anda melecehkan Islam.

Perbedaan pendapat bukan melecehkan Islam!

AB
  

Ahmad Badrudduja 
 
Inna ikhtilaf al-mukhtalifin fi al-haqq la yujibu ikhtilaf al-haqq fi nafsihi 
Kebenaran tak menjadi banyak hanya karena orang-orang berbeda pendapat
-- Ibn al-Sid al-Batalyawsi (w. Valencia 1127 M)


       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke