http://www.antara.co.id/arc/2008/6/30/harga-minyak-tetap-di-atas-141-dolar/
Harga Minyak Tetap di Atas 141 Dolar
Singapura (ANTARA News) - Harga minyak dunia terus menguat Senin, dengan
diperdagangkan di atas 141 dolar per barel menyusul rekor baru.
Kontrak berjangka minyak utama New York, jenis light sweet pengiriman Agustus
naik 1,38 dolar per barel menjadi 141,59 dolar per barel pada perdagangan Asia
Senin pagi.
Kontrak ditutup 140,21 dolar Jumat (27/6) di New York setelah sempat mencapai
puncak baru 142,99 dolar per barel dalam perdagangan harian pada hari itu.
Minyak mentah Brent ditutup pada kisaran 140,21 dolar per barel di London Jumat
lalu setelah mencapai rekor perdagangan harian 142,97 dolar.
Kenaikan harga minyak, yang sudah mencapai dua kali lipat dalam setahun
terakhir, telah memicu gelombang protes dari para konsumen dan pekerja di
seluruh dunia, dan sangat mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi dunia.
Harga yang mencapai rekor tinggi sempat kembali turun setelah Kongres Minyak
Dunia yang merupakan pemain industri kunci memulai pertemuan di Madrid pada
Minggu malam.
Yang akan mendominasi agenda selama kongres yang berlangsung empat hari dan
diadakan setiap tiga tahun itu, topik utama adalah jaminan pasokan minyak
dunia, keseimbangan antara pasokan dan permintaan, cadangan minyak dunia serta
melonjaknya harga produk-produk minyak sulingan.
Harga minyak dunia mulai melesat menembus batas 140 dolar AS per barrel untuk
pertama kalinya pada Kamis pekan lalu, setelah Presiden Organisasi
Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang juga Menteri Energi Aljazair,
Chakib Khelil, memperkirakan lompatan harga baru.
Khelil memperkirakan bahwa harga minyak mentah yang telah meroket dalam setahun
terakhir, dapat mencapai 170 dolar AS pada akhir tahun ini karena melemahnya
dolar AS dan kerusuhan geopolitik.
Kontrak berjangka minyak utama New York jenis light sweet untuk pengiriman
Agustus sempat naik tajam 5,29 dolar AS ke posisi 139,64 dolar AS per barrel
pada penutupan pekan lalu, sehingga mencatat rekor baru, demikian laporan AFP.
(*)
==============
[Non-text portions of this message have been removed]