Suatu masa, Danardono Tua berkata :
http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg16305.html
----- Original Message -----
From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
Saya ingat ketika ayah almarhum berserta saya ditahun 1961 ziarah ke
makam Sunan Kalijogo di Kadilangu, Demak. (untuk informasi, kami
masih anggauta keluarga Kadilangu, jadi yang dalam silsilah masih
terkait dar beliau).
Dimakam beliau kamo berdoa dan mohon berkat. Setelah selesai doa,
ayah menerangkan makamsiapa saja yang ada disisi beliau. Ayah
menunjuk pada sebuah makam, yang dibuat agak lebih rendah, dari
marmer. Ayah katakan: "Itu makam ibu Sunan Kalijogo". saya baca nama
yang terukir dimakam ibu Sunan Kalijogo itu.
-----------------------------
Karena tulisan-tulisan seperti itulah biasanya Danardono Tua ini dipanggil
Eyang...
Tiba-tiba akhir-akhir ini ada Danardono Muda yang menulis begini :
----"RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]
Gak apa apa mbak Listy. Saya dipanggil mas Irwan ini eyang, mungkin
mbak Listy juga dipanggil embah putri, tapi nenek remaja ha ha ha
(padahal anak kemenakanku baru dua tahun ha ha ha).
Kecenderungan terbentuknya kesenjangan sosial, yang kaya ya kayaaaa
sekali, yang miskin makin melarat sebenarnya alami, karena effek
rantai (Kettenreaktion, bahasa Jermane). Sing kaya punya peluang dan
alat untuk mengakses pendidikan, modal, networking, mitra, lha yang
miskin ditinggalkan semua orang termasuk bank yang malah nagih kredit
sebelum jatuhtempo......
========================================
Pertanyaan saya....kemana Danardono Tua (Eyang) yang posting-postingnya sangat
khas itu?
Danardono Muda sedikit agak berbeda (lunak) dibanding Danardono Tua...itu dari
pengamatan saya..
Ciatt.....