Kok bingung to mas Agus?

Ayo kita belajar menghitung pakai hitung hitungan anak AD (gak usah 
yang tinggi tinggi):

1) mas Agus umurnya berapa? katakanlah 27 tahun

2) bapaknya mas Agus umur berapa waktu lahirkan mas Agus? 30 tahun?
   jadi umurnya sekarang 57 tahun

3) kakeknya mas Agus umur berapa waktu ayahnya mas Agus lahir? 30   
   tahun? jadi umur sang kakek sekarang berapa? 87 tahun kan?

Nah, bayangkan umur berapa seorang manusia, agar bisa dipanggel kakek 
oleh mas Agus, atau mas Irwan. Gampang kan?

Nah, sesuai hitung hitungan, mas Irwan dan mas Agus boleh panggil 
saya kakek, atau eyang, bila usia kalian maximal 2 tahun.  Mereka 
boleh panggil mbah. Kalian lebih tua? ya panggil saja Datuk.

Yang panggil oom ya yang usianya sampai 30 tahun, diatasnya sampai 
yang lebih muda boleh panggil mas. Gampang kan?

Contoh:

Megawati, itu adik kelas saya di sekolah Cikini, waktu granat 
njembluk bertuhuan membunuh proklamator kita. Dia boleh panggil saya 
mas. Fahmi Idris itu lebih tua dari saya, tapi sama sama aktif di 
KAMI ketika demo demo 66an mulai. Dia panggil saya dik. Mas radityo 
itu generasi anak saya, jadi boleh panggil oom. Lha mas Agus sendiri 
baru umur berapa? sudah lama hidup didunia? atau baru mulai belajar 
hidup?

Jelas? kalau belum, PR kita mulai dari mula...

Lha soal yang lunak dan yang keras, itu kan tergantung thema yang 
dibahas, Ada thema yang memerlukan jawaban keras, ada thema yang 
memerlukan tanggapan lunak. Biasa kan?

Lha si brus ini lebih baik panggil tuan atau mister..

Salam hitung hitungan SD

Danardono





--- In [email protected], "agussyafii" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Bruce lee,
> 
> sebenarnya danardono itu ada berapa?
> ada mbah danardono, ada mas danardono,
> opo om danardono to?
> 
> Salam,
> agussyafii
> 
> 
> --- In [email protected], Bruce Lee <brucelee_bekas@> wrote:
> >
> > Suatu masa, Danardono Tua berkata :
> > 
> > http://www.mail-archive.com/[email protected]/msg16305.html
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> > 
> > Saya ingat ketika ayah almarhum berserta saya ditahun 1961 ziarah 
ke 
> > makam Sunan Kalijogo di Kadilangu, Demak. (untuk informasi, kami 
> > masih anggauta keluarga Kadilangu, jadi yang dalam silsilah masih 
> > terkait dar beliau).
> > 
> > Dimakam beliau kamo berdoa dan mohon berkat. Setelah selesai doa, 
> > ayah menerangkan makamsiapa saja yang ada disisi beliau. Ayah 
> > menunjuk pada sebuah makam, yang dibuat agak lebih rendah, dari 
> > marmer. Ayah katakan: "Itu makam ibu Sunan Kalijogo". saya baca 
nama 
> > yang terukir dimakam ibu Sunan Kalijogo itu. 
> > 
> > 
> > -----------------------------
> > 
> > Karena tulisan-tulisan seperti itulah biasanya Danardono Tua ini
> dipanggil Eyang...
> > 
> > Tiba-tiba akhir-akhir ini ada Danardono Muda yang menulis begini :
> > 
> > 
> > ----"RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@
> > 
> > Gak apa apa mbak Listy. Saya dipanggil mas Irwan ini eyang, 
mungkin
> > mbak Listy juga dipanggil embah putri, tapi nenek remaja ha ha ha
> > (padahal anak kemenakanku baru dua tahun ha ha ha).
> > 
> > Kecenderungan terbentuknya kesenjangan sosial, yang kaya ya 
kayaaaa
> > sekali, yang miskin makin melarat sebenarnya alami, karena effek
> > rantai (Kettenreaktion, bahasa Jermane). Sing kaya punya peluang 
dan
> > alat untuk mengakses pendidikan, modal, networking, mitra, lha 
yang
> > miskin ditinggalkan semua orang termasuk bank yang malah nagih 
kredit
> > sebelum jatuhtempo......
> > 
> > ========================================
> > 
> > Pertanyaan saya....kemana Danardono Tua (Eyang) yang
> posting-postingnya sangat khas itu?
> > 
> > Danardono Muda sedikit agak berbeda (lunak) dibanding Danardono
> Tua...itu dari pengamatan saya..
> > 
> > Ciatt.....
> >
>


Kirim email ke