http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2009/04/24/4239.html

Jumat, 24 April 2009, 15:32:16 WIB

Pertemuan Khusus SBY-JK Sebelum Rakor
SBY: "Ini Pertemuan Dua Sahabat Dekat"

*Presiden SBY didampingi Wapres JK, hari Jumat (24/4) siang memimpin Rapat 
Koordinasi di Gedung Utama Sekretariat Negara. (foto: haryanto/presidensby.info)

Jakarta: Sebelum memimpin Rapat Koordinasi di Gedung Utama Sekretariat Negara, 
Jumat (24/4) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf 
Kalla melakukan pertemuan khusus. “Sebagai Presiden dan Wakil Presiden, sebagai 
dua sahabat dekat yang selama ini bersama-sama menjalankan pemerintahan," kata 
Presiden SBY ketika membuka Rakor.

"Sebagaimana saudara ketahui, insya Allah, atas amanah yang diberikan kepada 
saya dan Pak Jusuf Kalla, kami berdua pada saatnya nanti saling berkompetisi. 
Saya sebagai capres Partai Demokrat dan Pak Jusuf Kalla, insya Allah, sebagai 
capres dari Partai Golkar. Mungkin ada capres yang lain yang kita tidak tahu. 
Mungkin ibu Megawati. Tadi dalam pembicaraan saya dengan beliau dari hati ke 
hati, kami memiliki komitmen yang tinggi untuk berkompetisi dengan baik, 
memberikan pelajaran politik yang baik kepada rakyat kita,” Presiden SBY 
menambahkan.

“Ada kalanya kita bersama-sama, ada kalanya ktia berkompetisi dan kompetisi itu 
dijalankan dengan baik. Dengan saling hormat menghormati untuk membangun iklim 
baru di negeri ini. Tidak harus sebuah kompetisi berakhir dengan jarak, apalagi 
permusuhan yang tidak berkesudahan. Kita ingin mengukir sejarah, membangun 
kultur politik bisa bersama-sama, berkompetisi dan seterusnya. Karena itu 
regularitas demokrasi. Itu keniscayaan demokrasi.. Kami berdua sepakat untuk 
dengan penuh tanggung jawab, niat baik, komitmen untuk menjalankan amanah 
demokrasi dan berkompetisi dengan cara-cara seperti itu,” SBY menjelaskan lebih 
lanjut.

Presiden SBY juga menekankan bahwa hingga akhir masa bakti Kabinet Indonesia 
Bersatu ini, seluruh jajaran pemerintahan akan tetap bekerja sama 
seerat-eratnya. “Tidak ada perubahan apapun menyangkut peran, tugas, dan 
tanggung jawab kami berdua. Ada kalanya saya hadir, ada kalanya yang hadir 
Wakil Presiden. Ada kalanya beliau saya tugasi untuk mengkoordinasikan apa, 
adakalanya beliau mewakili saya, dan sebagainya,” SBY menuturkan.

Menurut SBY, keindahan sebuah demokrasi, kehidupan politik, kompetisi sekalipun 
dapat dibangun kalau itu berangkat dari niat yang baik di antara kita. “Dan 
marilah kita saudara-saudara, para menteri, gubernur, kita ikut mengukir jalan 
sejarah, termasuk bagaimana sebuah pemilihan umum kita jalankan dengan penuh 
amanah, etika dan tanggung jawab yang tinggi. Ini saya jelaskan sekaligus kami 
berdua sepakat tadi untuk menjelaskan supaya tidak ada pandangan-pandangan yang 
tidak semestinya. Mari kita tetap dalam satu perahu menjalankan tugas untuk 
rakyat sampai dengan tanggal 20 Oktober 2009 ini. Ke depan, hanya Allah SWT 
yang tahu. Kita harus bersiap sedia, tetapi setelah kompetisi pun, selalu ada 
masa-masa untuk kita saling menghormati, bekerja sama dan berbuat yang terbaik 
untuk bangsa yang tercinta ini,” Presdien menandaskan. (mit)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke