http://www.republika.co.id/berita/46476/Indonesia_Bertekad_Penentu_Harga_CPO_Dunia


Indonesia Bertekad Penentu Harga CPO Dunia

JAKARTA -- Indonesia bertekad untuk menjadi pemain yang dapat menentukan harga 
di industri kelapa sawit mentah crude palm oil (CPO). untuk itu, pemerintah 
mulai merintis persiapan infrastruktur untuk menghadapi kenaikan produksi CPO 
serta infrastruktur perdagangan CPO.

"Selama ini kita didikte oleh para pembeli CPO, meskipun kita produsen 
terbesar, harga jual CPO menggunakan kuotasi di Rotterdam dan bergantung pada 
pasar di Singapura," kata Plt Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri 
Mulyani pada seminar bertema Agribisnis, Belajar Dari Pengalaman Regional di 
Jakarta, Sabtu (26/4) .

Hal itu, menurut dia, disebbakan Indonesia belum punya infrastruktur 
perdagangan komoditas yang memadai.

Padahal Indonesia saat ini merupakan produsen terbesar CPO dengan total 
produksi sekitar 20 juta ton per tahun. Dalam tiga-lima tahun ke depan bahkan 
produksi CPO akan meningkat dua kali lipat.

"Produksi CPO akan mencapai dua kali lipat, untuk itu kita butuh infrastruktur 
yang memadai. Jangan lagi cuma jual barang mentah. Indonesia harus menjadi 
pemain penting dalam CPO dan jangan tergantung pada organisasi orang lain," 
cetus Sri.

Untuk mempersiapkan kenaikan produksi itu, lanjut dia, berbagai departemen 
teknis seperti Departemen Pekerjaan Umum sudah diminta untuk melakukan 
persiapan. Yang dilakukan antara lain persiapan dalam pengangkutan CPO seperti 
jalan, pelabuhan serta industri hulu CPO.

"Kalau Indonesia selalu berpikir soal pangan dari suplai dan availability, maka 
tidak berkembang. Market Indonesia masih sangat lemah," tuturnya. Saat ini 
selain Indonesia, Malaysia juga tercatat sebagai produsen besar CPO di dunia. 
Sektor agribisnis di Indonesia, lanjut dia, masih memiliki banyak kekurangan 
dari sisi bisnisnya./una/itz


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke