Andai saja pada 1967 Presiden Soekarno belum turun takhta, mungkin Israel akan kalah pada perang 1967. Saya memiliki hipotesis, penggulingan Presiden Soekarno sekitar 1967, karena adanya rencana besar Israel menguasai Arab. Bila Presiden Soekarno masih berkuasa, Irael tidak akan berani menginvasi Arab, karena saat itu TNI merupakan kekuatan militer terbesar di belahan Bumi bagian selatan. Dukungan Presiden Soekarno terhadap Dunia ketiga juga ditunjukkan ketika India akan menginvasi Pakistan. Saat itu Pakistan masih sangat lemah dan belum punya senjata nuklir. Pun India mundur setelah TNI masuk membela Pakistan. Jika Presiden Soekarno masih berkuasa, Beliau tidak akan tinggal diam bila Arab diserang Israel. Dan saya yakin Israel pasti kalah, bila RI membantu Arab.
___________________________________________________________________________________ http://www.republika.co.id/berita/54930/Qardhawi_Kritik_Pemimpin_Arab Qardhawi Kritik Pemimpin Arab DOHA -- Ulama Islam terkenal, Syeikh Yusuf Qardhawi, yang juga sebagai Ketua Persatuan Ulama Dunia mengritik sejumlah pemimpin Arab yang menyampaikan ucapan selamat kepada entitas Zionis Israel atas apa yang disebut dengan hari nasional yang jatuh setiap tanggal 15 Mei setiap tahun. Dalam khutbah jum’at kemarin, 5/6 di masjid Umar bin Khatab di Doha, Qardhawi menilai bahwa yang menyampaikan ucapan selamat kepada “Israel” atas berdirinya negara itu, ia lupa penderitaan rakyat Palestina yang kehilangan negaranya. Syeikh Qardhawi mengisyaratkan bahwa nakbah (prahara) ini diperparah dengan kejadiannya yang hanya berlangsung enam jam saja, bukan enam hari sebagaimana yang diklaim oleh sebagian orang. “Setelah enam jam, semua kedok terungkap dan nampak apa yang sebenarnya terjadi. Israel berhasil menghancurkan dua kekuatan militer, Mesir dan Suriah. Dengan begitu, membuka jalan bagi mereka untuk menjajah Tepi Barat, Al-Quds, Sinai dan Daratan Tinggi Golan dalam sekejap,” ungkap Qardhawi. Ia juga menjelaskan bahwa sebab utama kekalahan di perang 67 adalah “Karena kita berperang dan Allah ta’ala tidak bersama kita. Kita meminta perlindungan kepada semua orang, kecuali Allah azza wa jalla. Kita tidak pernah mengatakan; ya Allah, tolonglah kami.” - pip/ahi [Non-text portions of this message have been removed]

