Soekarno malah dikublin oleh negeri-negeri Arab, contohnya pemboikotan 
olimpiade di Tokyo.  Sudah disepakati untuk boikot karena Israel turut dan 
masalah imperialisme etc, diam-diam mereka kirim delegasi untuk bertanding 
tanpa Indonesia diberitahukan.



  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Sunday, June 07, 2009 1:01 PM
  Subject: [nasional-list] Qardhawi Kritik Pemimpin Arab






  Andai saja pada 1967 Presiden Soekarno belum turun takhta, mungkin Israel 
akan kalah pada perang 1967. Saya memiliki hipotesis, penggulingan Presiden 
Soekarno sekitar 1967, karena adanya rencana besar Israel menguasai Arab. Bila 
Presiden Soekarno masih berkuasa, Irael tidak akan berani menginvasi Arab, 
karena saat itu TNI merupakan kekuatan militer terbesar di belahan Bumi bagian 
selatan. Dukungan Presiden Soekarno terhadap Dunia ketiga juga ditunjukkan 
ketika India akan menginvasi Pakistan. Saat itu Pakistan masih sangat lemah dan 
belum punya senjata nuklir. Pun India mundur setelah TNI masuk membela 
Pakistan. Jika Presiden Soekarno masih berkuasa, Beliau tidak akan tinggal diam 
bila Arab diserang Israel. Dan saya yakin Israel pasti kalah, bila RI membantu 
Arab.

  
___________________________________________________________________________________
  http://www.republika.co.id/berita/54930/Qardhawi_Kritik_Pemimpin_Arab


  Qardhawi Kritik Pemimpin Arab

  DOHA -- Ulama Islam terkenal, Syeikh Yusuf Qardhawi, yang juga sebagai Ketua 
Persatuan Ulama Dunia mengritik sejumlah pemimpin Arab yang menyampaikan ucapan 
selamat kepada entitas Zionis Israel atas apa yang disebut dengan hari nasional 
yang jatuh setiap tanggal 15 Mei setiap tahun.

  Dalam khutbah jum’at kemarin, 5/6 di masjid Umar bin Khatab di Doha, Qardhawi 
menilai bahwa yang menyampaikan ucapan selamat kepada “Israel” atas berdirinya 
negara itu, ia lupa penderitaan rakyat Palestina yang kehilangan negaranya.

  Syeikh Qardhawi mengisyaratkan bahwa nakbah (prahara) ini diperparah dengan 
kejadiannya yang hanya berlangsung enam jam saja, bukan enam hari sebagaimana 
yang diklaim oleh sebagian orang. 

  “Setelah enam jam, semua kedok terungkap dan nampak apa yang sebenarnya 
terjadi. Israel berhasil menghancurkan dua kekuatan militer, Mesir dan Suriah. 
Dengan begitu, membuka jalan bagi mereka untuk menjajah Tepi Barat, Al-Quds, 
Sinai dan Daratan Tinggi Golan dalam sekejap,” ungkap Qardhawi.
    
  Ia juga menjelaskan bahwa sebab utama kekalahan di perang 67 adalah “Karena 
kita berperang dan Allah ta’ala tidak bersama kita. Kita meminta perlindungan 
kepada semua orang, kecuali Allah azza wa jalla. Kita tidak pernah mengatakan; 
ya Allah, tolonglah kami.” - pip/ahi





  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke