Agar kalian jangan salah berpikir. Yg kalian sekarang sudah tahu: Melamin memang sebagai chemical tidak dpt kita makan. Melamin adalah basic utk industri formica dimana ini chemical dicampur dgn formalin menjadi apa yg kita kenal sebagai formica - plastic utk meja dirumahmakan. Melamin dicampur dgn resin juga dipakai didalam bahan pemadaman api sebab melamin Formulanya adalah triazine dgn 3 amino Tidak ada hubungan antara H2 dgn C, Semua H nempel dgn N, Ini memang kalau dibakar akan mengeluarkan N yg dpt memadamkan api tetapi tidak ada formalinenya didalam rumusnya, karena tidak ada O.
Realitasnya Melamin ware - mangkok etc memang diberikan formalin agar menjadi plastic tetapi ini semua safetynya semua sudah diselidiki dan semua safe utk dipakai sebagai alat perumahan Biasanya jikala kita beli mangkok etc dari bahan ini dibawahnya ditulis Melanineware. Ini semua sudah ditest dan kemungkinan ini melepaskan formalin sewaktu pemanasan didalam microwave adalah nihil jikalau hanya utk mengangatkan makanan. Formaline ini hanya mungkin melepaskan formalinenya pd temperatur yg sangat tinggi - ump-nya dibakar yg juga sukar dilakukan. Melamin meltingpointnya adalah 365 Celcius dan ini mungkin bisa diketemukan didalam hightemperature melting oven dan bukan oven biasa. Theorynya Melamin jikalau dicampur formalin menjadi semacem plastic/resin dan bukan merupakan unsur kimia yg terpisah Ini setelah kering dibikin bubuk dan kemudian dicampur dgn chemical lain utk menjadi pupuk tanaman, tableware, fire retardant yg semua dpt tahan high temperature Ini sciencenya sudah specialisasi oleh karena pemakaiancampuran ini sangat berguna. Utk menentukan peresapan formaline seperti ditulis dlm report dari Indonesia tidak dijelaskan tekniknya - jadi sulit utk menentukan kebenarannya. [ Mungkin dikopy dari berita dari Malaysia yg sudah dibantah oleh dep. kesehatan pemerintah Malaysia sendiri] Andreas --- In [email protected], Sandy Dwiyono <sdwiy...@...> wrote: > > http://www.republika.co.id/berita/53678/Waspada_Formalin_Piring_Melamin > > > Waspada Formalin Piring Melamin > > *IMPOR: Sebagian besar perangkat makan dan minum dari melamin impor asal Cina > yang diuji bisa melepaskan formalin. Terutama pada makanan panas, berair dan > asam. > > JAKARTA-- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat > berhati-hati dalam menggunakan perangkat makan berbahan dasar melamin. > Pasalnya, dalam kondisi tertentu perangkat tersebut dapat melepaskan formalin > yang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. > > "BPOM melakukan pengujian terhadap 62 peralatan makan dari melamin dan > menemukan 30 diantaranya melepaskan formalin bila digunakan untuk mewadahi > makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas," kata > Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin (1/6) > > Ia mengatakan, menurut hasil pengujian, kadar formalin yang lepas dari > perangkat makan melamin kadarnya sangat bervariasi, dari satu bagian per juta > (part per million/ppm) hingga 161 bagian per juta. > > "Penggunaannya dalam jangka panjang berisiko menimbulkan gangguan ginjal dan > kandung kemih, gagal ginjal, kerusakan organ tubuh, kanker, hingga kematian," > jelasnya. > > Menurut data BPOM, alat makan melamin yang bila digunakan untuk mewadahi > makanan berair, asam atau panas melepaskan formalin antara lain gelas dengan > tulisan "VGS 4-05A Melamine Ware" dan "Sayota Melamine Ware" pada bagian > bawah, sendok makan dengan tulisan "Made in China No.2117, sendok makan > "Melamin Ware ADS 7007", sendok makan bertulisan "8057", sendok makan "Made > in China", dan sendok makan "Zak Design China 04287." > > Selain itu ada pula sendok nasi dengan cap "Melamine Ware", sendok sayur > bercap "IM 508", garpu bercap "Huafeng No.204" serta mangkuk bertulisan "VGS > 1-83", "Mei Shing Melamine 110581", "H.K Melamine No.889", "ADS-W07-2", "ADS > W06-8B", "ADS T001", "Melamine Ware China", dan "Melamine Ware Estella Disney > Made in China not for Microwave Use". > > Ada juga piring dengan tulisan "Huamei No.2210P", "ADS P09-1", "Melamine Ware > T109" dan "Mei Shing Melamine 109" serta sodet tanpa penanda. > > Menurut Husniah, alat makan melamin berbahaya yang sebagian besar impor dari > Cina dan sebagian kecil produk lokal tersebut sulit dikenali secara kasat > mata. > > "Secara fisik kita tidak bisa membedakan perangkat melamin yang melepaskan > melamin dan tidak, harus melalui pengujian laboratorium," katanya. > > BPOM sendiri, kata Husniah, juga akan berkoordinasi dengan pejabat Departemen > Perdagangan dan Departemen Perindustrian untuk memastikan tidak ada lagi > impor dan produksi perangkat makan melamin yang berisiko membahayakan > kesehatan. > > "Ini bukan kewenangan kita karena izin bukan kita yang keluarkan. Kita akan > berkoordinasi dengan Departemen Perdagangan untuk menghentikan impor > barang-barang ini dan dengan Departemen Perindustrian terkait alat yang > diproduksi lokal," katanya. > > Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM Roland Hutapea > menjelaskan, perangkat melamin tersebut dalam kondisi tertentu bisa > melepaskan formalin karena tidak dibuat dengan proses dan teknologi yang baik. > > "Itu sudah ada standarnya, ada standar produksi perangkat berbahan melamin > yang aman digunakan untuk tempat makanan, 'food grade' istilahnya," katanya. > > Roland menambahkan, pihaknya berencana membahas penandaan keamanan perangkat > makanan berbahan dasar melamin dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan > perangkat melamin yang beredar di pasaran. > > Husniah mengatakan, demi keamanan masyarakat bisa meminta informasi lebih > lanjut mengenai produk melamin ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM > melalui telepon ke nomor 021-426333/32199000 atau surat elektronik ke > u...@... dan ulpkbadan...@... (ant/rin) > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

