Ikut sharing...

Kalau memang membutuhkan baris code yang panjang sebaiknya menggunakan 
store procedure. Keuntungan Store procedure kan panggilnya lewat program 
jadi lebih aman dan lebih mudah kita kontrol (lebih mudah kita atur mana 
store procedure yang lebih dahulu dijalankan dan mana yang kemudian 
sehingga lebih mudah di debug walaupun tidak semudah meng-debug baris 
code di VB krn kita ngak bisa mengdebug baris per baris seperti di VB).

Kalau trigger kan dijalankan otomatis, jadi saat ada perubahan pada 
tabel, trigger langsung jalan. Keuntungan trigger lebih cepat karena 
selain berjalan disisi server (sama sih dengan store procedure) tapi krn 
langsung pada data (record) yang berkepentingan maka otomatis prosesnya 
lebih cepat. Trigger bisa langsung mengambil data yang tereksekusi saja 
baik insert, update maupun delete. Tetapi justru krn jalan otomatis maka 
kita tambah sulit meng-debug kalau ada error dan perlu diingat trigger 
akan memicu trigger di tabel yang lain. Kadang kita memiliki beberapa 
trigger pada beberapa tabel yang saling tumpang tindih.. ini adalah 
penyebab bug yang sering kali buat mumet kepala. Makanya kalau pakai 
trigger yang simpel-simpel saja.

Ini pendapat saya.. saya sudah lama tidak pakai database yang support 
store procedure dan trigger terakhir pakai SQL Server 7. Jadi kalau ada 
yang salah mohon maklum :)

Salam,
Hendy


Noe wrote:
>
> aku sedang ngerjain akuntansi untuk manufaktur. sekarang ini lagi
> ngerjain penyusutan aktiva. yang jadi pertanyaan metode mana yang lebih
> baik digunakan untuk kasus seperti ini :
>
> ketika user melakukan proses penyimpanan aktiva tetap, maka secara
> otomatis tabel penyusutannya juga terbentuk sendiri. pilihan ku ada dua
> cara yaitu dengan stored procedure atau trigger.
>
> kira2 mana ya yang lebih baik, terutama klo dilihat dari aspek
> performance.
>
>  

Kirim email ke