Yang Maha segala kuasa adalah Alloh, jadi kalau "Teror kata berkedok "kasih" 
terbukti ampuh menaklukkan kekuatan Islam. dibanding teror fisik berkekuatan 
'cluster bomb." adalah sesuai dengan kehendak Alloh!

Allohu Akbar!

----- Original Message ----- 
From: "Yesaya Pariadji" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 29, 2004 6:50 AM
Subject: [proletar] Cara Bloking, Keluar / Masuk Groups ( Pelajaran 
On-line-2 )



Teror kata berkedok "kasih" terbukti ampuh menaklukkan kekuatan Islam. 
dibanding teror fisik berkekuatan 'cluster bomb'.

"Aku datang untuk menemui ummat Islam, tidak dengan senjata tapi dengan 
kata-kata, tidak dengan kekuatan tapi dengan logika, tidak dalam benci tapi 
dalam cinta."
-Henry Martyn, missionaris

Perang Salib telah gagal, begitu kata Henry Martyn. Karena itu, untuk 
"menaklukkan" dunia Islam perlu resep lain: gunakan "kata, logika, dan 
kasih". Bukan kekuatan senjata atau kekerasan.

Hal senada dikatakan misionaris lain, Raymond Lull, "Saya melihat banyak 
ksatria pergi ke Tanah Suci, dan berpikir bahwa mereka dapat menguasainya 
dengan kekuatan senjata, tetapi pada akhirnya semua hancur sebelum mereka 
mencapai apa yang mereka pikir bisa diperoleh."

Lull mengeluarkan resep: Islam tidak dapat ditaklukkan dengan darah dan air 
mata, tetapi dengan cinta kasih dan doa. Menurut Eugene Stock, mantan 
sekretaris redaksi Church Missionary Society, tidak ada figur yang lebih 
heroik dalam sejarah Kristen dibandingkan Raymond Lull. Lull adalah 
misionaris pertama dan mungkin terbesar yang menghadapi para pengikut 
Muhammad.

Ungkapan Lull dan Martyn itu ditulis oleh Samuel M Zwemmer, misionaris 
Kristen terkenal di Timur Tengah, dalam buku Islam: A Challenge to Faith 
(1907). Buku yang berisi resep untuk "menaklukkan" dunia Islam itu disebut 
Zwemmer sebagai "beberapa kajian tentang kebutuhan dan kesempatan di dunia 
para pengikut Muhammad dari sudut pandang missi Kristen".

Bagi para missionaris, mengkristenkan kaum Muslim adalah keharusan. Dalam 
laporan tentang Konferensi Seabad Misi-misi Protestan Dunia (Centenary 
Conference on the Protestant Missions of the World) di London (1888), 
tercatat ucapan Dr George F Post, "Kita harus menghadapi Pan-Islamisme 
dengan Pan-Evangelisme. Ini merupakan pertarungan hidup dan mati." 
Selanjutnya, dia berpidato, "... kita harus masuk ke dalam Arabia; kita 
harus masuk ke Sudan; kita harus masuk ke Asia Tengah; dan kita harus 
mengkristenkan orang-orang ini atau mereka akan berbaris mengarungi 
gurun-gurun, dan mereka akan menyapu laksana api melahap kekristenan kita 
dan melahapnya."


Kasus Turki Utsmani
Kekuatan "kata" dan "kasih" model Henry Martyn perlu dicatat secara serius. 
Perang pemikiran ini biasanya dijalankan dengan sangat halus, berwajah manis 
(seperti penampilan Paul Wolfowitz yang murah senyum). Tetapi cara ini 
justru lebih manjur, tanpa disadari si Korban.

Ahmad Wahib, yang kini dibangkit-bangkitkan lagi oleh sejumlah kalangan, 
bisa jadi merupakan "korban teror" sehingga dia jadi ragu tentang kebenaran 
Islam. Banyak cendekiawan Muslim yang jadi korban setelah menerima pemikiran 
dan berbagai fasilitas. Anehnya, mereka merasa "tercerahkan" sehingga 
bersemangat mengadopsi dan menyebarkan "pemikiran yang dianggap baru" kepada 
kaum Muslimin. Padahal Allah telah memperingatkan dalam Al-Quran Surat 
Al-Hijr ayat 39:

"Iblis berkata: Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku 
sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) 
di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya."

Kaum Yahudi juga sangat mafhum akan kekuatan teror "kata" dan "kasih". 
Begitu dahsyat sehingga mampu menghancurkan imperium besar (Utsmani) yang 
telah berusia hampir 700 tahun. Bagi Zionis, Turki Utsmani adalah penghalang 
utama mewujudkan negara Yahudi di Palestina.

Bagi Kristen-Eropa, Turki Utsmani adalah ancaman serius. Pendiri 
Kristen-Protestan, Martin Luther, menyatakan, "Kekuatan anti-Kristus adalah 
Paus dan Turki sekaligus". Bernard Lewis menggambarkan, begitu takutnya 
sampai ada doa agar Tuhan menyelamatkan mereka dari kejahatan Paus dan Turki 
(Islam and the West, 1993).

Turki Ustmani sulit digulung dengan kekuatan senjata, tapi bisa ditekuk dari 
dalam oleh kelompok Turki Muda (The Young Turk) dengan "kata-kata". Setelah 
1908, praktis kekuasaan di Ustmani sudah dipegang oleh kelompok ini, melalui 
organisasi Committee anda Union Progress (CUP) yang beranggotakan para 
cendekiawan Turki yang telah ter-Barat-kan (westernized). Tiga Presiden 
Tukri modern (sampai tahun 1960) adalah aktivis SUP.

Bagi mereka, Barat (Eropa) adalah "kiblat" untuk mencapai kemajuan. Abdullah 
Cevdet, seorang pendiri CUP, mengatakan, "Yang ada hanya satu peradaban, dan 
itu adalah peradaban Eropa. Karena itu, kita harus meminjam peradaban Barat, 
baik bunga mawar maupun durinya sekaligus."

Dalam buku The Young Turk in Position yang diterbitkan Oxford Univeristy 
Press (1955), cendekiawan Turki M. Sukru Hanioglu mencatat bahwa kelompok 
ini berideologi positivesme, materialisme, dan nasionalisme. Hebatnya CUP 
juga memiliki kader-kader di tentara Ustmani, yang kemudian memegang 
kekuasaan Turki Modern. Salah satunya adalah Musthafa Kemal Ataturk.

Menurut Prof. Halil Inalcik, "Revolusi Kemal Atatturk" mengambil konsep 
sosial Darwinsm. Karena itu, setelah berkuasa, Ataturk mem-Barat-kan Turki 
sepenuhnya, sampai soal-soal pakaian dan bahasa. Soal khilafah, Atatturk 
berpendapat, "Gagasan satu kekhalifahan, yang menjalankan otoritas religius 
bagi seluruh umat Islam, adalah gagasan yang diambil dari khayalan, bukan 
dai kenyataan."

Gerakan SUP di akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 sangat penting 
dicermati, karena mereka mampu menggunakan "kata-kata" untuk melumpuhkan 
:"kekuasaan" Sultan Utsmani. Terutama, dengan kolaborasi dengan gerakan 
Zionis, setelah Kongfres Zionis Pertama (1897). Cevdet dan sejumlah aktivis 
CUP memang simpatisan Yahudi dan gerakan Zionis.


"Freedom and Liberation"
Tokoh-tokoh CUP juga berkolaborasi dengan Freemansonry di Turki. Menurut Dr. 
Sukru Hanioglu, dosen Universitas Islambul, saat itu aktivis Freemansonry 
memiliki hubungan erat dengan kelompok The Ottoman Freedom Society (Osmanli 
Hurriet Cemiyati) yang dibentuk tahun 1906. Tokoh Freemanson, Celanthi 
Scalieri, adalah pendiri loji The Lights of the East (Envar-I Sarkiye) yang 
beranggotakan sejumlah politisi, jurnalis, dan agamawan terkemuka (seperti 
Ali Sefkati, pemimpin redaksi Koran Istiqlal, dan Pangeran Muhammad Ali 
Halim, pemimpin Freemansonry Mesir).

Di sinilah nucleus faksi Turki Muda lahir. Gagasan utamanya mengelaborasikan 
kata Freedom (kemerdekaan/kebebasan) dan Liberation (pembebasan). Gerakan 
Scalieri mendapat dukungan sejumlah negara kuat, terutama Inggris. Itu bias 
dipahami, karena sejak ratusan tahun, Utsmani dianggap sebagai ancaman bagi 
Kristen Barat. Pengaruh Freemansonry terhadap gerakan liberal dan kebebasan 
Turki sangat kuat, sehingga Sukltan pun tidak berdaya.

Gerakan pembebasan di Turki ini mendapat inspirasi kuat dari dua peristiwa 
besar, yaitu Revolusi Prancis dan kemerdekaan Amerika Serikat. A New 
Encyclopedia of Fremansonry (1996) mencatat bahwa George Washington, Thomas 
Jefferson, John Hancoc, dan Benjamin Franklin adalah aktivis Freemansonry. 
Begitu juga tokoh gerakan pembebasan Amerika Latin, Simon Bolivar, dan Jose 
Rizal di Filipina.

Ide pokok Freemansonry adalah "Liberty, Egality and Fraternity". Di bawah 
jargon inilah, jutaan orang "tertarik" untuk melakukan apa yang disebut 
sebagai "kemerdekaan sejati bagi seluruh rakyat dari tirani politik maupun 
tirani sistem kerohanian".

Tampaknya waktu itu Sultan Abdul Hamid II diposisikan sebagai "kekuatan 
tiran". Dalam konteks gerakan pembebasan pemikiran, yang diposisikan sebagai 
tirani sistem kerohanian adalah "teks-teks Al-Quran dan Sunnah", juga 
khazanah-khazanah Islam klasik karya ulama Islam terkemuka. Masih ditelusuri 
lebih jauh, seberapa jauh hubungan antara gerakan liberal dalam konteks 
pemikiran Islam dengan gerakan Freemasonry. Yang jelas, Rene Guenon, guru 
Frithjof Schuon (pelopor gagasan pluralisme) misalnya, adalah aktivis 
Freemasonry.

Juga masih diselidiki, adakah misalnya pengaruh aktivitas Jamaluddin 
Al-Afghani di Freemasonry dengan pemikiran Muhammad Abduh atau tafsir 
al-Manar-nya Rasyid Ridla Yang jelas, jargon-jargon pembebasan dari "teks", 
dan dekonstruksi tafsir Quran (lalu menggantinya dengan metode hermeneutika 
yang banyak digunakan dalam tradisi Bibel), cukup sering terungkap.

Bahkan, bagi Mohamed Arkoun misalnya, Mushaf Utsmani diposisikan sebagai 
"tiran" yang perlu dipersoalkan. Kata Arkoun, ".persoalannya, berkaitan 
dengan proses historis pengumpulan Al-Quran menjadi mushaf resmi kian lama 
kian tidak masuk akal di bawah tekanan resmi khalifah, karena Al-Quran telah 
digunakan sejak permulaan negara Islam untuk melegitimasi kekuasaan dan 
menyatukan ummat."

Kekuatan "kata" dan "kasih" terbukti ampuh dalam menaklukkan 
kekuatan-kekuatan Islam, yang biasanya disimbolkan dengan ungkapan tidak 
simpatik seperti "ortodoks", "beku", "berorientasi masa lalu", dan 
"emosional". Kolaborasi cendekiawan Turki, Kristen-Eropa, dan Zionis-Yahudi 
berhasil menggulung Turki Utsmani. Ironisnya, dua dari empat orang yang 
menyerahkan surat pemecatan Sultan Abdul Hamid II (1909) adalah non-Muslim. 
Salah satunya, Emmanuel Karasu (tokoh Yahudi).

Teror fisik seperti cluster bomb-nya Amerika dalam invasi di Iraq, mudah 
memancing reaksi besar. Ratusan ribu aktivis Islam turun ke jalan, menentang 
serangan AS ke Irak. Namun kalau menghadapi teror "kata" berselubung 
"kasih", kaum Muslimin biasanya terlambat sadar. Dampaknya pun biasanya 
memakan waktu lama. Ummat Islam akan tenang-tenang saja meskipun setiap 
detik diteror dengan kata-kata indah itu. Bisa melalui media massa, atau 
ucapan tokoh-tokoh ummat sendiri. Apakah sejarah masih akan berulang untuk 
kaum Muslim Indonesia?


---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.

[Non-text portions of this message have been removed]




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke