--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> Saudara Croissanpolos yang baik....
> Justru ketika otot dikedepankan munculah kekerasan dan itu kemudian
> pahlawan kesiangan seperti Gusdur menjadi contoh yang tidak 
elegan... ini
> negara hukum.. kenapa tidak patuhi hukum.. silahkan dia ajukan 
somasi ke
> DPR atau adukan ke Polisi dan kerahkan aparat hukum untuk melakukan
> tugasnya ... itu lebih adil... lalu dengan cara ngerahkan banser 
itu apa
> dasar hukumnya...? tidak ada khan..?! .

Gus Dur itu tidak ujug2 mengerahkan banser. Dia datang mau bantu 
dialog. Bansernya ditugaskan untuk menjaga. Jadi sebenarnya 
sukarelawan satpam/hansip. Tidak ada kekerasan oleh Banser. Banser 
tidak menyerang siapa-siapa.

Proses hukum sudah jalan, via pemda, Komnas Ham. Tentunya proses 
dialog antar masyarakat akar rumput jauh lebih penting daripada 
segalanya. Melepas benci dan sakit hati jauh lebih penting dari 
sekedar berhasil menghukum seseorang di pengadilan bukan?



Katakanlah Sang Timur melanggar
> hukum,  FPI  membalas tidak berdasarkan hukum, lalu dibalas dengan 
tindakan
> anti hukum juga oleh Gusdur.....? lalu kapan akan berakhir tindakan 
anti
> hukum itu..??
> 

Sang Timur memang melanggar hukum karena beribadah (bukan ber-anarki).
FPI jelas melanggar hukum dengan anarki.
Gus Dur tidak melanggar hukum apapun, dan juga tidak ada anarki 
banser.

Tindakan hukum sudah dilakukan namun belum membawa hasil. Belum ada 
action dari aparat.


> Saya tidak ingin mulai start dari siapa yang salah karena saya 
tidak punya
> legitimasi hukum disitu.. lalu saya hanya bisa menyarankan untuk 
memulai
> dari diri sendiri mematuhi hukum dan bertindak sabar serta patuh 
hukum agar
> tidak muncul kekerasan dan segala potensi anti hukum itu.... kalau 
untuk
> mengukur skala aksi sehingga menimbulkan besaran reaksi.. tidak ada 
skala
> apapun. akhirnya saling klaim merasa diri paling dirugikan... 
padahal
> mungkin kita yang ternyata bertindak lebih parah.... bukankah kita
> dikaruniai telinga 2 dan mulut satu.. artinya kita haruslah lebih 
banyak
> mendengar daripada berbicara.... lebih banyak menghitung diri.....
> 

Anjuran untuk sabar adalah mulia.
Saya rasa umat gereja di Sang Timur juga sedang bersabar karena tidak 
bisa beribadah mingguan, sementara menunggu izin yang sudah 12 tahun 
tidak keluar itu.

Mendengar adalah anjuran mulia juga. Jadi izinkanlah yayasan 
menyelesaikan soal jalan masuk. Izinkanlah mereka meyakinkan bahwa 
tidak ada kristenisasi disitu. Biarlah dicari dulu faktanya ada 
berapa orang muslim yg convert ke katolik disitu. Dan yg lebih 
penting, jika ada, apakah mereka 'dikristenisasi' (disupermisasi), 
seperti tuduhan yg diteriakkan.


> "fakta2" yang saudara tuliskan ada mungkin benarnya mungkin juga 
fitnah...
> saya sendiri masih bersikap hati2 menilai info yang masuk mengenai 
hal
> ini...  katanya ada gereja dibakar ternyata tidak sama sekali.. 
berikut
> saya sampaikan 2 attachment opini lain dari penduduk setempat... 
ttg klaim
> 9000 warga katholik itu juga sepertinya dikover oleh opini ini...


Dari awal berita resmi bukanlah pembakaran gereja. Berita pembakaran 
gereja berasal dari koran republika. Kompas menyebutkan penyerbuan di 
kala misa berlangsung, penghancuran papan nama, dan penembokan jalan 
masuk. Pihak sekolah telah mengakui cidera janji soal jalan masuk. 
Setelah itu sekolah sudah berjanji menyelesaikannya. Tapi yg 
diteriakkan bukanlah soal jalanan, tapi soal kristenisasi dan 
keberatan atas ibadah di gereja.

Gereja katolik mempunyai policy jelas untuk pembangunan gereja. Tidak 
bisa di ruko, harus ada jumlah umat minimal 2000 orang, dll. MOhon 
pertimbangkan dulu data yang anda terima dan bandingkan dengan 
kondisi umat gereja.

 saya
> sendiri tidak setuju dengan kekerasan dan tidak mau menilai siapa 
yang
> salah, yang penting tiap diri menjaga agar tidak berbuat salah 
dengan
> melanggar hukum, .... andaikan ada pihak melanggar hukum janganlah 
dibalas
> dengan melanggar hukum itu saja, balaslah dengan prosedur hukum yang
> disepakati bersama... jika kenyamanan bersama memang diiddamkan....
> 

That's very good cahyo. Artinya anda bilang, jangan membalas 
kejahatan dengan kejahatan. Jangan tampar dibalas tampar.
Tapi mohon anda pertimbangkan kembali, apakah menempatkan penjaga 
keamanan sipil artinya melanggar hukum? Apakah harus pasrah saja jika 
diserbu lagi? (sementara polisi berdiam diri?)

Bagaimana dengan hak azazi untuk bebas beribadah?
Apakah diperbolehkan beribadah di suatu tempat, sementara menunggu 
izin gereja yg sudah 12 tahun tidak keluar? Apa usul anda?


> Kalau berbicara ttg Islam, tentu saya membela Islam yang menegakkan
> keadilan.. kalau ada Islam tidak menegakkan keadilan maka tidak 
akan saya
> bela....   Kalau ada orang Islam yang tidak menegakkan keadilan, 
maka orang
> itu memang perlu diajrain ttg Islam yang menegakkan keadilan
> sesungguhnya...
> 
> Terima kasih Saudara Croissantpolos atas sarannya, saya memang tak
> henti-hentinya bertapa...
> 

Baiklah. Anda cukup bijak sehingga tidak mendukung FPI yang 
mengedepankan anarki. Sekarang waktunya mendukung keadilan.
Jadi harus merenung dan bertapa lagi, keadilan islam atau keadilan 
universal yang harus anda bela.




> (See attached file: SIARAN PERS Sang Timur.doc)(See attached file: 
2 warga
> setempat.doc)
> 
> 
> 
> 
> 
> "croissantpolos" <[EMAIL PROTECTED]> on 10/27/2004 08:22:31 AM
> 
> Please respond to [EMAIL PROTECTED]
> 
> To:    [EMAIL PROTECTED]
> cc:
> 
> Subject:    [proletar] Re: Hasil bertapa #1 : SEDIH
> 
> 
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> 
> > Yang di dunia nyata juga tidak kalah nyentriknya, penyalah-gunaan
> SKB,
> > perijinan, lalu diperingatkan tapi tidak menggubris malah
> seenaknya,  yang
> > ngasih peringatan tidak sabaran dan tidak menempuh jalur hukum 
yang
> > disepakati bersama , lalu adu otot, kemudian ngadu kemana2 sambil
> memfitnah
> > telah terjadi kebakaran,   kemudian muncul pahlawan kesiangan
> dengan unjuk
> > otot juga..... weleh...weleh... mau jadi apa kalau otot melulu 
yang
> > diduluin.....
> >
> 
> Jadi musti jelas dulu apa itu SKB 3 menteri. Kenapa izin bangun
> gereja butuh waktu sampai 20 tahun. Ada 9000 umat katolik disitu.
> Adakah orang islam pernah mempertanyakan itu?
> 
> Bagaimana caranya beribadah sebelum izin gereja itu keluar? Apakah
> harus berkumpul di rumah2 orang (dan mengganggu tetangga)? Apakah
> harus blokir jalanan? Sewa bioskop? Apa harus sembunyi2 ibadah di
> gua2 dan kuburan?
> 
> Bagaimana caranya orang islam di negeri barat beribadah jika masjid
> belum ada? Bukankah mereka juga menggunakan ruang serba guna? 
Namanya
> serba guna, tentu harusnya berguna juga untuk ibadah. Orang kristen
> memang MELANGGAR HUKUM, dengan "seenaknya" saja BERIBADAH di ruang
> serbaguna.
> 
> Lalu, siapa yang kira2 memulai kekerasan, adu otot? Nyerbu SLB, 
maksa
> biarawati tandatangan dengan paksa, ngancurin papan, nakut2in murid
> dan orang tua, terus masang tembok? Well, ternyata mereka menamakan
> diri Forum Pemuda Islam. Mereka adalah wajah seram ISLAM. Mereka 
juga
> MELANGGAR HUKUM, dengan kekerasan.
> 
> Siapa yang anda sebut pahlawan kesiangan itu? Dia datang tidak untuk
> adu otot. Dia menenangkan warga yg ketakutan. Dia menghampiri masjid
> di situ untuk berdialog dengan islam disitu. Simpatik dan damai
> bukan? Karena tidak ada kesepakatan, sementara FPI tetap mengancam,
> Polisi diam saja, Gus Dur menawarkan keamanan via Banser. Gus Dur
> tidak  mau kerukunan beragama rusak karena kekerasan yg dilakukan 
FPI.
> 
> Bertapalah lagi, apakah anda akan berpihak pada "ISLAM" atau
> pada "KEADILAN"? Sebab anda sudah selangkah lebih maju dari lainnya.
> Anda sudah paham, kekerasan akan melahirkan kekerasan baru. Jangan
> berhenti Cahyo.
> 
> Selamat bertapa lagi.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Post message: [EMAIL PROTECTED]
> Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
> Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
> List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __
> This email has been scanned for Viruses and Spam.  For more 
information
> please contact your local Information Security representative.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> __
> IMPORTANT NOTICE:
> This email may be confidential, may be legally privileged, and is 
for the intended recipient only.
> Unauthorised access, disclosure, copying, distribution, or reliance 
on any of it by anyone else is prohibited and may be a criminal 
offence.�
> Please delete if obtained in error and email confirmation to the 
sender.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke