http://www.kompas.com/kompas-cetak/0501/31/daerah/1529859.htm
Senin, 31 Januari 2005 Beras Menghilang, Warga Mulai Konsumsi "Nasi Aking" Serang, Kompas - Akibat proses pengeringan gabah terhambat oleh faktor cuaca sehingga tidak bisa digiling, stok beras di pasaran di wilayah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menipis. Tidak hanya itu, sejumlah warga pun mengeluhkan soal menghilangnya beras di warung-warung tempat mereka biasa membeli. Berdasarkan pemantauan Kompas, Minggu (30/1), akibat sulit mendapatkan beras di warung-warung pedagang beras, warga Kampung Kebonbaru, Desa Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kabupaten Serang, mengaku terpaksa mengonsumsi nasi aking. Nasi aking adalah nasi kering hasil jemuran dan biasanya dimanfaatkan untuk makanan ternak bebek. M Syamsuri, warga setempat, mengungkapkan, beras mulai sulit didapat di wilayah Kasemen sejak setengah bulan yang terakhir. "Kami tidak tahu kenapa warung-warung tiba-tiba tidak menjual beras. Sekarang beras mulai ada, tetapi masih jarang. Harganya pun di luar kemampuan warga sini untuk membeli beras itu," tuturnya. Akibatnya, sebagian warga beralih mengonsumsi nasi aking. Selain beras masih sulit didapat, mereka beralasan bahwa beras yang mereka beli dengan harga mahal itu kualitasnya masih buruk. "Percuma saja beli dengan harga mahal, tetapi berasnya buruk. Warga berpikir lebih baik makan nasi aking," kata Syamsuri. Ismail, warga lainnya, menambahkan, mereka lebih memilih nasi aking karena harganya yang lebih murah kendati terasa sakit perut setelah mengonsumsi nasi itu. Jika beras satu liter yang dulunya dibeli Rp 2.000 kini naik menjadi Rp 2.500, harga nasi aking itu hanya Rp 1.000 per liter. Beras Dolog langka Ecep Suhendi (37), pedagang beras di RT 1 RW 1 Kampung Kebonbaru, menyebutkan, beras mulai menghilang dari wilayah Kasemen sekitar sebulan terakhir. Jika sebelumnya ia mudah memperoleh beras dari tempat-tempat penggilingan beras di wilayah tersebut, sepekan terakhir ini ia terpaksa kulakan beras di Pasar Rau, Kota Serang. "Bahan baku beras (gabah) enggak ada di sini. Warga sempat mencari-cari beras ke pabrik-pabrik (tempat penggilingan beras), tetapi beras tidak ada. Kemarin sebuah pabrik mendapat kiriman 80 ton gabah siap giling dari Dolog, tetapi harga beras masih naik sekitar 25 persen," tutur Ecep. Disebutkan, harga beras jenis C4 yang sebelumnya Rp 220.000 per kuintal kini menjadi Rp 300.000 per kuintal. Bahkan, untuk beras C4 yang agak bagus, harganya menjadi Rp 330.000 per kuintal. Ny Eha (28), pedagang beras di Pasar Kecamatan Kramatwatu, Serang, merinci beras C4 yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 1.500-Rp 1.800 per kilogram, sekarang menjadi Rp 2.900-Rp 3.000 per kg. Dikatakan, pedagang beras mengalami kesulitan mencari perbandingan harga beras karena beras Dolog tidak keluar. "Kalau beras Dolog keluar, itu bisa untuk perbandingan. Harga beras juga bisa sedikit ditekan. Sudah empat bulan ini tidak ada beras dari Dolog," ungkap Eha. Ia menambahkan, informasi yang dia peroleh dari rekan-rekannya sesama pedagang beras menyebutkan bahwa kelangkaan beras juga terjadi di Kecamatan Pontang. Dua kecamatan itu merupakan salah satu sentra penghasil beras di Kabupaten Serang. Sulit giling gabah Menurut Khadijah, pengelola pabrik penggilingan padi di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Serang, belakangan ini pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan gabah yang akan digiling. Jika sebelumnya ia mendapat pasokan 50 ton gabah dalam tiga hari, kali ini pasokan sebanyak itu dia peroleh dalam satu pekan. Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir pabriknya mendapatkan gabah basah yang dipanen di Kecamatan Pontang. Namun, gabah basah itu tidak bisa segera digiling karena lama mengering akibat cuaca yang sering mendung dan hujan. "Hingga kini gabah yang sudah dijemur empat hari belum kering. Di musim panen kami tiap hari bisa menggiling tiga ton. Sekarang kami hanya bisa menggiling lima ton sepekan," ujarnya. (sam) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
