http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=106296


 
 Warga Ancam Bakar Helikopter dan Usir Relawan 


Selasa, 19 April 2005
NIAS (Suara Karya): Warga di Kecamatan Namohalo dan Kecamatan Lotu, Kabupaten 
Nias mengancam akan membakar dua helikopter milik TNI jenis Puma dan Bell yang 
sedang melakukan misi kemanusiaan mengangkut bahan makanan bagi korban gempa 
Nias yang berada di daerah terpencil. 


Sementara para relawan yang bekerja tanpa pamrih untuk membantu para korban 
bencana gempa di Kabupaten Nias kini merasa ketakutan karena sejumlah penduduk 
di kawasan jalan Pancasila, Gunung Sitoli, mengancam sejumlah relawan agar 
segera meninggalkan Nias. 


Komandan Kodim Nias, Letkol Inf. M. Sihotang pada rapat koordinasi dengan 
Satkorlak di Pendopo Bupati Nias, Minggu malam mengatakan, penerbang helikopter 
yang mendarat di Kecamatan Namohalo dan Lotu melaporkan terjadi gangguan dalam 
pendistribusian bahan makanan bagi korban gempa di daerah terpencil yang sulit 
dicapai dari darat itu. 
Warga juga ada yang nekad sampai bergantung di roda helikopter yang akan lepas 
landas atau take off, kemudian melompat dari ketinggian tiga meter setelah 
diperintahkan turun karena helikopter tersebut akan kembali ke pangkalan. 
Gangguan itu dikhawatirkan bisa mengakibatkan para relawan yang sedang bekerja 
melakukan kegiatan kemanusiaan di daerah bencana itu tidak mau mendistribusikan 
lagi berbagai bantuan ke daerah tersebut. 


Alasan penduduk yang mengancam akan membakar helikopter dan nekad naik ke roda 
helikopter tersebut belum diketahui pasti, apakah mereka marah karena 
helikopter hanya memiliki daya angkut sampai 600 kilogram bahan makanan seperti 
beras, ikan kaleng dan lainnya. Atau karena penduduk tidak pernah melihat 
helikopter dan ingin merasakan bagaimana naik heli itu, kata Letkol Sihotang. 


Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Satkorlak PBP Sumut Edy Aman 
Saragih yang didampingi Kapolres Nias AKBP Janner Pasaribu, Dandim Nias 
mengatakan gangguan terhadap penerbangan yang membawa bantuan bahan makanan 
agar mendapat perhatian dan diimbau kepada masyarakat tidak melakukan tindakan 
serupa yang bisa merugikan semua penduduk Nias. 


Menurut Dandim, prajurit TNI AD bersama petugas dari PU Dinas Jalan dan 
Jembatan Provinsi Sumut dan kabupaten telah selesai memperbaiki jalan-jalan dan 
beberapa jembatan yang putus. Misalnya jembatan ke Lolopitumoi dan ke Teluk 
Dalam sudah diperbaiki. Saat ini, prajurit TNI AD membersihkan jalan longsor 
menuju Kecamatan Lahewa dan Afulu. 


Mengenai adanya ancaman terhadap para relawan, hal itu dialami beberapa relawan 
dari Yayasan Friens dan Medan Peduli yang menyediakan fasilitas dapur umum. 
Pada Minggu malam para relawan ini didatangi sejumlah penduduk setempat agar 
meninggalkan tenda-tenda mereka yang terletak di depan gedung Bappeda Nias di 
Jalan Pancasila Gunung Sitoli. 


Para relawan yang merasa terancam dan ketakutan melaporkan kejadian tersebut 
kepada sejumlah personel Brimob Sumut yang bertugas di pendopo Kantor Bupati 
Nias, dan aparat itu langsung melaporkannya kepada Kapolres Nias AKBP Janner 
Pasaribu. 


Hasemani Gulo (32), relawan dari Friends dan Laila dari Medan Peduli kepada 
wartawan mengatakan, sebelumnya beberapa penduduk sudah pernah mengancam para 
relawan agar meninggalkan daerah tersebut, namun pada Minggu malam mereka 
langsung datang beramai-ramai menendang peralatan yang ada. 


"Kami tidak tahu alasan penduduk setempat mengancam dan mengusir kami, datang 
dan marah-marah" kata Hasemani Gulo yang mengatakan kedatangan mereka untuk 
membantu masyarakat akibat bencana gempa. 
Beberapa personel Brimob yang mendatangi lokasi, mengejar penduduk yang 
melakukan intimidasi. Tiga tersangka yang tertangkap di sekitar lokasi 
diserahkan ke petugas Reskrim Polres Nias untuk menjalani pemeriksaan. 


Wakapolres Nias Mayor Alisman Nainggolan ketika dihubungi melalui telepon 
membenarkan penangkapan tiga warga yang melakukan intimidasi relawan yang 
bertugas di daerah yang terkena bencana gempa itu. "Kami masih melakukan 
pemeriksaan untuk mengetahui latar belakang perbuatan yang melanggar hukum 
tersebut,"ujarnya. (ant/Lourent) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke