http://www.republika.co.id/kolom.asp?kat_id=19
Senin, 18 April 2005 Teka-teki Kasus KPU Oleh : Ahmad Tohari Ketika Romo Mudji Sutrisno mengundurkan diri dari keanggotaan KPU setahun yang lalu, di tengah masyarakat muncul pertanyaan: ''Ada apa?'' Namun pertanyaan ini tidak berkembang jauh karena orang mudah mengira-ira jawabannya. KPU adalah lembaga politik dan Mudji Sutrisno adalah rohaniwan. Politik dan kehidupan rohaniwan biasa dipahami sebagai dua dunia yang punya jarak. Walaupun begitu sempat ada rumor yang beredar; Mudji Sutrisno mundur karena banyaknya sindiran yang dia terima. Sindiran itu mengatakan, KPU yang dalam tugasnya harus mengelola uang triliunan, sangat rentan terhadap godaan. Maka tidak layak seorang rohaniwan ada di sana. Maka mundurnya Mudji Sutrisno dari KPU cepat dilupakan orang. Dan kepercayan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pemilu itu boleh dibilang masih utuh. Kebanyakan warga masyarakat berpendapat, toh di KPU masih ada sosok Anas Urbaningrum yang mantan ketua umum HMI, ada Mulyana W Kusumah (MWK) yang aktivis HAM, ada Nazarudin Syamsudin yang dosen UI, dan lain-lain. Dengan hadirnya sosok-sosok ternama dan punya integritas itu KPU masih menjadi tumpuan kepercayaan masyarakat. Namun orang mulai bertanya-tanya ketika terbetik berita banyak anggota KPUD yang disangka melakukan korupsi dana pemilu. Memang ini baru menyangkut KPU Daerah. Tapi integritas lembaga ini secara keseluruhan mulai diragukan. Apalagi setelah MWK ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan sangkaan penyuapan. MWK disangka menyuap orang BPK agar dalam audit investigatifnya BPK mau menutupi kesalahan MWK. Atau kira-kira semacam itulah. Ini versi KPK. Sementara versi MWK melalui pengacaranya maupun anaknya MWK mengalami "pemerasan yang berakhir jebakan". Mana yang benar? Sebelum ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum, MWK tidak boleh dikatakan salah. Itu kalau orang mau taat kepada prinsip praduga tak bersalah. Jadi biarlah proses hukum terus berlangsung. Pada akhirya nanti pengadilan yang berhak mengatakan MWK bersalah atau tidak. Sayangnya masyarakat sudah punya banyak catatan tentang proses hukum yang berakhir kabur bahkan absurd. Kasus BLBI, pembobolan BNI, kasus Trisakti, dan masih banyak lagi. Maka sesungguhnya banyak orang yang ingin melihat kasus MWK ini dari sisi nonhukum saja, yakni dari sisi kacamata orang awam. Di mata orang awam hanya ada dua kemungkinan: MWK sungguh-sungguh salah atau MWK sungguh-sungguh tidak bersalah. Sayangnya kedua kemungkinan kebenaran materiil itu sama-sama akan menjadi beban di hati masyarakat. Taruhlah, dengan 'meminjam mata malaikat' kita melihat MWK memang telah melakukan penyuapan terhadap orang BPK. Maka masyarakat akan sangat kecewa. Karena selama ini MWK sudah dipercaya sebagai figur yang bersih dan melalui kegiatannya di LSM selalu membela kepentingan masyarakat. Tetapi ternyata telah melakukan korupsi. Dan dampak kekecewaan masyarakat bisa meluas. Bukan hanya terhadap diri MWK seorang, melainkan juga terhadap pribadi serta LSM pada umumnya. Bila sudah demikian, kepada siapa lagi masyarakat harus mengamanatkan kepercayaannya dan harapannya? Kemungkinan kedua. Dengan 'meminjam mata malaikat' kita melihat MWK tidak bersalah; maka beban di hati masyarakat adalah pertanyaan: Ada apa di balik semua ini? Pembunuhan karakter? Atau mungkin ada invisible hand yang berusaha menjatuhkan lembaga KPU dan ingin menggantinya dengan lembaga lain? Kita tahu melalui amandemen UUD lembaga itu bisa dihapus dan kita tahu pula asal ada biaya maka melakukan amandemen UUD adalah hal yang sangat mungkin. Andaikata ini benar maka motivasi yang paling masuk akal adalah uang. Kegiatan KPU memang memerlukan dana yang amat besar. Artinya kalau mau kegiatan KPU memang bisa dijadikan sebuah proyek yang menghasilkan keuntungan pribadi sangat besar seperti yang terjadi selama masa Soeharto. Sekali lagi, mana yang (sungguh-sungguh!) benar? Kita seperti sedang berhadapan dengan buah simalakama. Namun demikian, ketika proses hukum sudah terlalu sering berakhir absurd, kasus MWK ini kita coba tanyakan pada hati nurani kita sendiri. Jawabnya mungkin hanya terdengar samar. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
