http://www.suarapembaruan.com/News/2005/05/02/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Pendidikan Nasional Tertinggal 30 Tahun dari Singapura JAKARTA - Meskipun siswa Indonesia meraih prestasi terbaik dengan menjadi peringkat kedua dalam lomba Olimpiade Fisika Asia yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, akhir pekan lalu, hal ini tidak berarti menjadi alat ukur bahwa pendidikan ilmu dasar kita lebih baik. Pemerintah harus jujur bahwa pendidikan nasional tertinggal 30 tahun dari Singapura dan 20 tahun dari Malaysia. "Hal ini sangat ironis karena tahun 70 dan 80'an kita jutsru mengeksport guru ke Malaysia dan Singapura, namun fakta menunjukan bahwa sistem pendidikan kita sekarang justru tertinggal hampir dua dasawarsa dari mereka," ujar pakar pendidikan, Zauzak Achmad ketika dihubungi Pembaruan di Pekanbaru, Senin (2/5). Sementara itu, pengamat pendidikan dan Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Hidayat Syarief meneggaskan bahwa berdasarkan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP jelas kita jauh tertinggal. Singapura sudah 30 tahun selesai dengan program wajib belajar dan anak SMP yang bersekolah mencapai 100 persen, sedangkan Malaysia sudah 20 tahun lalu siswa SMP mereka seluruhnya mengenyem pendidikan menengah. "Potret pendidikan kita? Seperti saya sampaikan tadi, kusam. Maaf, saya nyatakan seperti itu bukan dengan maksud membuat kita pesimis. Tetapi, supaya kita semua sadar dan mawas diri, terus berusaha mencari solusinya," ujarnya. Sebagai contoh kusamnya sistem pendidikan nasional, mengutip data Balitbang, Depdiknas, pada tahun 2000/01, dari sekitar 24,5 juta anak umur 7-12 tahun atau usia SD, 1,5 juta tidak bisa sekolah. Pada kelompok umur 13-15 tahun atau usia SLTP, lebih dari setengahnya, yaitu sekitar 7 juta anak, juga tidak mampu sekolah. Dikatakan, penyebab utama rendahnya angka partisipasi belajar, lagi-lagi kemiskinan. Belum lagi yang putus sekolah. Jumlahnya hampir 1,27 juta siswa. Di antaranya, yaitu sekitar 930 ribu, adalah anak-anak yang drop-out di tingkat SD/MI. Yang paling mengkhawatirkan, banyak anak-anak putus sekolah sebelum kelas IV. Ini berarti, anak-anak tersebut belum bisa baca-tulis-hitung dengan baik. Bisa dibayangkan bagaimana mereka bisa hidup layak dalam keadaan seperti itu. Keadaan seperti itu yang antara lain membuat tujuan program wajib belajar sulit tercapai. Kemubaziran Banyaknya siswa yang putus sekolah itu, ujar dia, merupakan suatu kemubaziran. Bila biaya pendidikan di SD itu rata-rata Rp 500 ribu per anak (termasuk gaji guru), lanjut dia, maka dengan jumlah putus sekolah sekitar 930 ribu, biaya yang mubazir setiap tahunnya hampir Rp 500 miliar. Di tingkat SLTP, bila rata-rata biaya pendidikan per anak Rp 1 juta, maka besarnya kemubaziran itu mencapai Rp 338 miliar per tahun. Jadi total dana yang terbuang pada jenjang pendidikan dasar hampir mencapai Rp 1 triliun per tahun. Suatu jumlah yang sangat besar. Akibat kemiskinan, kata dia, banyak anak yang tidak mampu sekolah atau putus di tengah jalan (drop out), terutama karena kemiskinan. Citra guru menurun dan kualitasnya banyak yang diragukan, siswa tawuran dan terbius narkoba, kasus STPDN, penjualan gelar DR, komersialisasi pendidikan. Anggaran pendidikan sangat terbatas. "Sudah jumlahnya sedikit, bocor, banyak pungutan lagi. Biaya pendidikan menjadi terasa sangat mahal bagi sebagian penduduk. Kita terhenyak, mendengar berita Haryanto, seorang anak SD di Garut sampai nekat bunuh diri karena orangtuanya tidak mampu membayar ekskul (ekstrakurikuler) yang hanya Rp 2.500. Sungguh, suatu peristiwa yang sangat menusuk perasaan dan hati nurani," papar dia. Sedangkan, Zauzak Acmad menilai sudah waktunya pemerintah membuat agenda serta prioritas yang matang sehingga tidak terkesan setiap ganti menteri dan pemerintah kemudian diiringi ganti kebijakan yang semakin membuat sistem pendidikan nasional terperosok dalam kubang lumpur. "Saya sedih kita masih bicara kontroversi UN, kurikulum, kesejahteraan guru dan lain-lain. Sedangkan Malaysia dan Singapura sudah berlari kencang meninggalkan kita," paparnya. (E-5) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
