Sialnya STAIN di Ambon dijadikan gudang senjata dari MMI. ----- Original Message ----- From: "Jusfiq Hadjar" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, May 30, 2005 9:26 AM Subject: [proletar] Re: Pasar Tentena Dibom, 25 Orang Tewas + Kalla: Pelaku Bukan Orang Poso
> Pasti pelakunya hanya dua kelompok: Fundamentalist Islam atau Jesuit > Kristen Ortodok... > > Dua-duanya sama-sama kafirnya. Hobinya bikin terror, biadab dan bejad! > Provokator kampungan! > > Mendingan gue ngomong sama monyet bonobo ketimbang percaya sama si > Ambon begok ini? > > BTW, lo kenal ngak sama pemimpin RMS di Netherland? > > > On 5/30/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Refleksi: Koq Wapres tahu bahwa pelaku bukan orang Poso. >> >> >> http://www.sinarharapan.co.id/berita/0505/28/sh01.html >> >> >> Pasar Tentena Dibom, 25 Orang Tewas >> >> >> Jakarta, Sinar Harapan >> Dua bom berkekuatan tinggi, Sabtu (28/5) pagi, diledakkan pada sekitar >> pukul >> 08.00 dan 08.15 Wita di Pasar Sentral Tentena, Kecamatan Pamona Utara, >> Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bom diletakkan di sebuah kios >> di >> pasar itu dan sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas. >> >> Sejauh ini berapa jumlah pasti korban tewas masih simpang siur, namun >> diperkirakan belasan sampai puluhan. Menurut Kantor Berita Antara >> mengutip >> keterangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Sabtu pagi menyebutkan, >> jumlah korban tewas telah mencapai 25 orang. Sumber lain di Tentena yang >> dihubungi SH menyebutkan 18 tewas dan puluhan luka-luka berat. >> Wakapolres Poso Kompol Ricky Naldo yang dihubungi via telepon dari Palu >> belum bersedia menjelaskan soal insiden rentetan ledakan bom di Tentena, >> sekitar 54km selatan Poso atau 258km tenggara Kota Palu, kecuali >> menyatakan >> seluruh korbannya mencapai sekitar 40 orang. >> "Para korban ini termasuk dua anggota Polsek Tentena," katanya singkat. >> Sementara itu, Ketua Sinode GKST Pdt Renaldy Damanik STh, MSi dan >> Kapolsek >> Tentena yang dikonfirmasi via telepon berulangkali di Tentena tidak >> berhasil >> terhubungkan, karena seluruh jaringan telepon milik PT Telkom di Tentena >> sejak Sabtu pagi mengalami gangguan, semua saluran bernada sibuk. >> Tapi, menurut Kabag Infokom Pemkab Poso Abdul Haris Rengga SE, Kapolres >> Poso >> dan Dandim Poso beberapa saat setelah terjadi ledakan bom sudah meluncur >> ke >> Tentena dari kota Poso, sekaligus membawa ratusan peronil aparat keamanan >> ke >> sana. >> >> >> Tim Gegana Polda Sulteng juga telah menyusul ke Tentena dengan melakukan >> perjalanan darat dari Palu, guna melakukan penyelidikan atas dua ledakan >> keras di Tentena. >> >> >> Rengga juga mengatakan, sekali pun terjadi dua ledakan bom yang >> menimbulkan >> banyak korban jiwa dan cedera pada Sabtu pagi, namun situasi kamtibmas di >> seluruh wilayah Kabupaten Poso hingga kini masih dalam kendali aparat >> keamanan. >> Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, Brigjen Aryanto Sutadi, juga >> langsung terbang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kepala Kepolisian >> Negara >> Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Da'i Bachtiar dijadwalkan juga >> berangkat ke sana untuk melihat secara langsung ke lokasi kejadian. >> >> Ramai Pasar >> Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, Ajun Komisaris Besar >> Polisi >> (AKBP) Rais Adam yang dihubungi SH, Sabtu pagi menjelaskan, ledakan >> terjadi >> di Pasar Sentral Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, >> Sulteng, >> terletak sekitar 54 kilometer Kota Poso. Bom pertama meledak sekitar >> pukul >> 08.00 Wita disusul ledakan kedua sekitar pukul 08.15 Wita. >> >> ''Saat kejadian Pasar Sentral Tentena tengah ramai dikunjungi warga. >> Sehingga dipastikan jumlah korban tewas bisa terus bertambah dalam >> hitungan >> menit. Kami belum mendapatkan data resmi tentang korban yang tewas. Pihak >> kepolisian dibantu aparat setempat masih melakukan pendataan di lokasi >> kejadian," kata Rais Adam. >> Dia mengatakan, untuk sementara lokasi kejadian dikosongkan untuk >> menghindari adanya upaya-upaya untuk menghilangkan barang bukti. "Kami >> telah >> mem-police line lokasi kejadian. Tim dari Polda Sulteng dibantu petugas >> Polresta dan Kodim Poso ikut mengamankan lokasi kejadian," tambahnya. >> >> 30 Orang Terluka >> Ditambahkan, korban yang tewas dan terluka untuk sementara waktu >> dilarikan >> ke Rumah Sakit Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena. Sedangkan, >> Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) >> Zainuri >> Lubis yang dihubungi SH, mengatakan, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar telah >> dilapori tentang kejadian tersebut sehingga diputuskan untuk segera >> berangkat ke TKP hari ini juga. >> >> >> Ditanya tentang jumlah yang tewas, Zainuri Lubis mengatakan, sejauh ini >> baru >> belasan orang. "Info yang kami peroleh dari Humas Polda Sulteng jumlah >> yang >> tewas baru belasan orang. Jumlah itu kemungkinan besar bisa bertambah >> karena >> saat kejadian Pasar Sentral Tentena sedang ramai dikunjungi warga," >> tambahnya. >> Robert, warga Tentena yang dihubungi Radio Elshinta, pagi ini, mengatakan >> 15 >> korban diperkirakan tewas dan sekitar 30 orang yang terluka telah >> dievakuasi >> ke Rumah Sakit Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena. Jumlah >> korban >> diperkirakan akan bertambah. >> >> >> Menurutnya, ledakan pertama yang mengguncang Pasar Sentral Tentena >> terjadi >> sekitar pukul 8.00 Wita, tapi 15 menit kemudian disusul dengan ledakan >> kedua >> yang sangat keras saat pasar tersebut ramai dikunjungi orang-orang yang >> sedang berbelanja. >> >> >> "Kami sangat mengharapkan pemerintah segera turun tangan agar kejadian >> serupa tidak terjadi lagi baik di Poso maupun di tempat lain di Indonesia >> dan jangan mencampuradukkan ledakan ini dengan usur politik maupun >> agama," >> katanya. Robert mengatakan, kedua ledakan tersebut adalah perbuatan >> teroris >> yang terus ingin mengacaukan Poso. >> >> Berbagai Dugaan >> Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Poso, Munim Liputo yang dihubungi SH >> secara >> terpisah, mengatakan, banyak korban kemungkinan terjadi pada ledakan >> kedua. >> ''Mungkin setelah ledakan pertama, orang berkerumun, tapi langsung >> disusul >> ledakan lagi. Ini yang cukup membawa korban," katanya. >> >> >> Dia belum mengetahui motif pengeboman ini, tapi yang jelas saat ini >> sedang >> berlangsung proses pilkada di Poso. ''Apakah ada kaitan dengan proses >> politik? Saya belum tahu, tapi ini membutuhkan penyelidikan lagi," >> katanya. >> >> Sementara itu H Muh Adnan Arsal, tokoh Islam yang tergabung dalam Dewan >> Kehormatan Aliansi Kemanusian untuk Poso yang dihubungi SH mengatakan, >> kemungkinan bom yang meledak di pasar Tentena, ibukota kecamatan Pamona >> dilakukan oleh orang-orang tidak senang dengan munculnya Aliansi >> Kemanusian >> untuk Poso yang beranggotakan 40 tokoh Islam dan 40 orang tokoh Kristen. >> >> >> Kemungkinan lainnya adalah dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak >> senang dengan perpanjangan masa jabatan pejabat sementara Bupati Poso >> Andi >> Azikin Suyuti oleh Mendagri. Andi Azikin, katanya, sebenarnya telah habis >> masa jabatannya 20 Mei lalu diperpanjang hingga terpilihnya bupati baru >> hasil Pilkada yang berlangsung 30 Juni mendatang. >> Ia membenarkan bahwa Tentena, ibu kota Kecamatan Pamona yang mayoritas >> penduduknya beragama Kristen. Dengan adanya peledakan bom di wilayah ini, >> kelompok itu akan membikin opini bahwa yang meledakkan bom pasti orang >> Islam. ''Ini jelas berusaha memecah belah hubungan warga yang sudah >> membaik."tandasnya. >> >> >> Sementara itu Sekretaris Umum Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pdt >> Irianto Kongkoli Mth yang juga tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan untuk >> Poso kepada SH mengatakan sampai sekarang tidak terfikir bahwa bom yang >> diledakkan di Poso dilakukan oleh kelompok Islam. >> >> >> ''Ini terbukti sudah sebanyak 123 orang anggota Front Pembela Umat Islam >> (FPUI) Poso langsung merapat ke Polres Poso untuk mendaftarkan keberadaan >> masing-masing begitu mendengar adanya bom meledak di Tentena," jelasnya. >> Menurut Irianto dengan munculnya para anggota FPUI itu berarti memberikan >> ruang kepada aparat kepolisian setempat sebagai tanggungjawab moral atas >> keamanan Poso. Senada dengan Adnan Arsal dia menilai ledakan itu >> dilakukan >> oleh orang yang tidak senang dengan berdirinya Aliansi Kemanusiaan untuk >> Poso. >> (wip/nor/adyant) >> >> +++++ >> >> http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=110333 >> >> >> Kalla: Pelaku Bukan Orang Poso >> >> KORBAN BOM - Paramedis memberikan pertolongan kepada korban ledakan bom >> di >> Rumah Sakit Tentena, Poso, Sulteng, Sabtu (28/5). Jumlah korban akibat >> peristiwa tersebut 22 orang tewas dan 40 orang luka-luka. (AP) >> Senin, 30 Mei 2005 >> >> >> JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah menyatakan akan berupaya keras >> menangani >> dan mengungkap teror bom yang terjadi di Tentena, Poso, Sabtu lalu. >> (28/5). >> Selain menangani korban dan memulihkan kondisi sosial ekonomi di daerah >> tersebut, pemerintah juga akan mengungkap para pelaku, jaringan, serta >> rencana-rencana aksi teror yang telah mereka rancang. >> >> Janji tersebut disampaikan pemerintah melalui Menteri Koordinator >> Politik, >> Hukum dan Keamanan, Widodo AS. Widodo menyampaikan tekad keras tersebut >> dalam sebuah konferensi pers, usai rapat polkam mendadak di Kantor Menko >> Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu siang. Rapat yang dimulai >> sekitar pukul 09.00 pagi itu dihadiri, antara lain, Panglima TNI Jenderal >> Endriartono Sutarto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kepala Badan >> Intelijen >> >> Negara Syamsir Siregar, Kepala Badan Intelijen Strategis, Marsekal Madya >> Ian >> >> Santosa Perdana Kusumah, dan Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Adang >> Dorodjatun. >> >> "Pemerintah akan berupaya maksimal mengungkap pelaku tindakan teror, >> dengan >> >> langkah terbuka maupun tertutup," kata Widodo, tegas. >> Menurut Widodo, yang dimaksud langkah tertutup adalah dengan meningkatkan >> intensitas operasi intelijen dan membuka jaringan teror, khususnya di >> Poso >> dan daerah-daerah yang terkait jaringan terorisme. Untuk itu, pemerintah >> akan mengerahkan segala daya yang ada. >> >> "Langkah-langkah teknis dilakukan jajaran terkait, dari unsur Badan >> Intelijen Negara, intelijen Polri, didukung TNI di lapangan serta >> pemerintah >> >> daerah," ujar Widodo yang mengakui upaya tersebut bukan langkah yang >> mudah. >> >> "Tapi, harus dilakukan, meski kami dihadapkan pada dilema >> ketidakpastian," >> ujarnya lagi. >> >> Seperti halnya Widodo, keyakinan yang sama ditegaskan Wakil Presiden >> Jusuf >> Kalla, di Bandara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah. Kepada wartawan Kalla >> menyatakan pemerintah harus menemukan dan menghentikan aktivitas kelompok >> teror tersebut. Wapres yakin, para pelaku teror tersebut merupakan >> anggota >> jaringan "teroris garis keras". Kesimpulan itu didapat Kalla setelah >> melihat >> >> mesranya hubungan komunitas Muslim dan Kristen di Poso. >> >> "Jadi, saya yakin kalau pelaku peledakan bom di Tentena bukan orang >> Poso," >> kata Kalla. >> Kepada wartawan Kapolri Da'i Bachtiar melaporkan temuan yang telah >> didapat >> pihak kepolisian. Ia memastikan, bom yang meledak di Tentena berbeda >> dengan >> >> bom yang meledak di Bali, Hotel Mariott, dan Kedutaan Australia di >> Jakarta. >> "Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bom-bom itu saling berkaitan," >> kata Da'i. >> >> Sementara itu, Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menyatakan, meledaknya bom >> di >> Tentena, secara tidak langsung menunjukkan kelalaian pihak kepolisian. >> Bagaimanapun, kata Hidayat, keamanan dalam negeri menjadi tanggung jawab >> Polri. "Karena itu, kita menuntut Polri untuk menjadikan seluruh >> peristiwa >> ini sebuah koreksi besar. Ini tamparan keras agar Polri bisa berlaku >> profesional," ujarnya. >> >> Hidayat juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh di tubuh Kepolisian >> RI >> >> tersebut. Saat wartawan bertanya apakah itu termasuk mengganti kepala >> Polri, >> >> Hidayat menyatakan semua itu merupakan hak Presiden. "Hak prerogatif >> Presiden untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh di tubuh Polri," >> katanya. >> >> (Darmawan/Seno/Ant) >> >> ++++ >> >> >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> >> >> >> Post message: [EMAIL PROTECTED] >> Subscribe : [EMAIL PROTECTED] >> Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] >> List owner : [EMAIL PROTECTED] >> Homepage : http://proletar.8m.com/ >> Yahoo! Groups Links >> >> >> >> >> >> >> > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
