--- In [email protected], Jusfiq Hadjar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pasti pelakunya hanya dua kelompok: Fundamentalist Islam atau Jesuit > Kristen Ortodok... >
Kristen Jesuit Orthodox engga pernah ada di Indonesia, resminya tidak boleh masuk ke Indonesia, pengikutnya tidak ada, lalu bertujuan apa ngebomb2. Kenapa tidak sekalian dituduh agama Zoroaster atau Hindu yang engga ada diwilayah tsb ???? Janganlah susah2, mereka itu adalah kelompok Fundamentalist Islam yang didanai Suharto sekedar bikin rame2 agar focusnya bisa dialihkan dari masalah korupsi yang sedang rame2nya sekalian mencemong SBY yang baru be'at mau menghancurkan terorisme. Ny. Muslim binti Muskitawati. > Dua-duanya sama-sama kafirnya. Hobinya bikin terror, biadab dan bejad! > Provokator kampungan! > > Mendingan gue ngomong sama monyet bonobo ketimbang percaya sama si > Ambon begok ini? > > BTW, lo kenal ngak sama pemimpin RMS di Netherland? > > > On 5/30/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Refleksi: Koq Wapres tahu bahwa pelaku bukan orang Poso. > > > > > > http://www.sinarharapan.co.id/berita/0505/28/sh01.html > > > > > > Pasar Tentena Dibom, 25 Orang Tewas > > > > > > Jakarta, Sinar Harapan > > Dua bom berkekuatan tinggi, Sabtu (28/5) pagi, diledakkan pada sekitar pukul > > 08.00 dan 08.15 Wita di Pasar Sentral Tentena, Kecamatan Pamona Utara, > > Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Bom diletakkan di sebuah kios di > > pasar itu dan sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas. > > > > Sejauh ini berapa jumlah pasti korban tewas masih simpang siur, namun > > diperkirakan belasan sampai puluhan. Menurut Kantor Berita Antara mengutip > > keterangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, Sabtu pagi menyebutkan, > > jumlah korban tewas telah mencapai 25 orang. Sumber lain di Tentena yang > > dihubungi SH menyebutkan 18 tewas dan puluhan luka-luka berat. > > Wakapolres Poso Kompol Ricky Naldo yang dihubungi via telepon dari Palu > > belum bersedia menjelaskan soal insiden rentetan ledakan bom di Tentena, > > sekitar 54km selatan Poso atau 258km tenggara Kota Palu, kecuali menyatakan > > seluruh korbannya mencapai sekitar 40 orang. > > "Para korban ini termasuk dua anggota Polsek Tentena," katanya singkat. > > Sementara itu, Ketua Sinode GKST Pdt Renaldy Damanik STh, MSi dan Kapolsek > > Tentena yang dikonfirmasi via telepon berulangkali di Tentena tidak berhasil > > terhubungkan, karena seluruh jaringan telepon milik PT Telkom di Tentena > > sejak Sabtu pagi mengalami gangguan, semua saluran bernada sibuk. > > Tapi, menurut Kabag Infokom Pemkab Poso Abdul Haris Rengga SE, Kapolres Poso > > dan Dandim Poso beberapa saat setelah terjadi ledakan bom sudah meluncur ke > > Tentena dari kota Poso, sekaligus membawa ratusan peronil aparat keamanan ke > > sana. > > > > > > Tim Gegana Polda Sulteng juga telah menyusul ke Tentena dengan melakukan > > perjalanan darat dari Palu, guna melakukan penyelidikan atas dua ledakan > > keras di Tentena. > > > > > > Rengga juga mengatakan, sekali pun terjadi dua ledakan bom yang menimbulkan > > banyak korban jiwa dan cedera pada Sabtu pagi, namun situasi kamtibmas di > > seluruh wilayah Kabupaten Poso hingga kini masih dalam kendali aparat > > keamanan. > > Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng, Brigjen Aryanto Sutadi, juga > > langsung terbang ke tempat kejadian perkara (TKP). Kepala Kepolisian Negara > > Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Da'i Bachtiar dijadwalkan juga > > berangkat ke sana untuk melihat secara langsung ke lokasi kejadian. > > > > Ramai Pasar > > Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, Ajun Komisaris Besar Polisi > > (AKBP) Rais Adam yang dihubungi SH, Sabtu pagi menjelaskan, ledakan terjadi > > di Pasar Sentral Tentena, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulteng, > > terletak sekitar 54 kilometer Kota Poso. Bom pertama meledak sekitar pukul > > 08.00 Wita disusul ledakan kedua sekitar pukul 08.15 Wita. > > > > ''Saat kejadian Pasar Sentral Tentena tengah ramai dikunjungi warga. > > Sehingga dipastikan jumlah korban tewas bisa terus bertambah dalam hitungan > > menit. Kami belum mendapatkan data resmi tentang korban yang tewas. Pihak > > kepolisian dibantu aparat setempat masih melakukan pendataan di lokasi > > kejadian," kata Rais Adam. > > Dia mengatakan, untuk sementara lokasi kejadian dikosongkan untuk > > menghindari adanya upaya-upaya untuk menghilangkan barang bukti. "Kami telah > > mem-police line lokasi kejadian. Tim dari Polda Sulteng dibantu petugas > > Polresta dan Kodim Poso ikut mengamankan lokasi kejadian," tambahnya. > > > > 30 Orang Terluka > > Ditambahkan, korban yang tewas dan terluka untuk sementara waktu dilarikan > > ke Rumah Sakit Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena. Sedangkan, > > Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Zainuri > > Lubis yang dihubungi SH, mengatakan, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar telah > > dilapori tentang kejadian tersebut sehingga diputuskan untuk segera > > berangkat ke TKP hari ini juga. > > > > > > Ditanya tentang jumlah yang tewas, Zainuri Lubis mengatakan, sejauh ini baru > > belasan orang. "Info yang kami peroleh dari Humas Polda Sulteng jumlah yang > > tewas baru belasan orang. Jumlah itu kemungkinan besar bisa bertambah karena > > saat kejadian Pasar Sentral Tentena sedang ramai dikunjungi warga," > > tambahnya. > > Robert, warga Tentena yang dihubungi Radio Elshinta, pagi ini, mengatakan 15 > > korban diperkirakan tewas dan sekitar 30 orang yang terluka telah dievakuasi > > ke Rumah Sakit Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Tentena. Jumlah korban > > diperkirakan akan bertambah. > > > > > > Menurutnya, ledakan pertama yang mengguncang Pasar Sentral Tentena terjadi > > sekitar pukul 8.00 Wita, tapi 15 menit kemudian disusul dengan ledakan kedua > > yang sangat keras saat pasar tersebut ramai dikunjungi orang-orang yang > > sedang berbelanja. > > > > > > "Kami sangat mengharapkan pemerintah segera turun tangan agar kejadian > > serupa tidak terjadi lagi baik di Poso maupun di tempat lain di Indonesia > > dan jangan mencampuradukkan ledakan ini dengan usur politik maupun agama," > > katanya. Robert mengatakan, kedua ledakan tersebut adalah perbuatan teroris > > yang terus ingin mengacaukan Poso. > > > > Berbagai Dugaan > > Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Poso, Munim Liputo yang dihubungi SH secara > > terpisah, mengatakan, banyak korban kemungkinan terjadi pada ledakan kedua. > > ''Mungkin setelah ledakan pertama, orang berkerumun, tapi langsung disusul > > ledakan lagi. Ini yang cukup membawa korban," katanya. > > > > > > Dia belum mengetahui motif pengeboman ini, tapi yang jelas saat ini sedang > > berlangsung proses pilkada di Poso. ''Apakah ada kaitan dengan proses > > politik? Saya belum tahu, tapi ini membutuhkan penyelidikan lagi," katanya. > > > > Sementara itu H Muh Adnan Arsal, tokoh Islam yang tergabung dalam Dewan > > Kehormatan Aliansi Kemanusian untuk Poso yang dihubungi SH mengatakan, > > kemungkinan bom yang meledak di pasar Tentena, ibukota kecamatan Pamona > > dilakukan oleh orang-orang tidak senang dengan munculnya Aliansi Kemanusian > > untuk Poso yang beranggotakan 40 tokoh Islam dan 40 orang tokoh Kristen. > > > > > > Kemungkinan lainnya adalah dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak > > senang dengan perpanjangan masa jabatan pejabat sementara Bupati Poso Andi > > Azikin Suyuti oleh Mendagri. Andi Azikin, katanya, sebenarnya telah habis > > masa jabatannya 20 Mei lalu diperpanjang hingga terpilihnya bupati baru > > hasil Pilkada yang berlangsung 30 Juni mendatang. > > Ia membenarkan bahwa Tentena, ibu kota Kecamatan Pamona yang mayoritas > > penduduknya beragama Kristen. Dengan adanya peledakan bom di wilayah ini, > > kelompok itu akan membikin opini bahwa yang meledakkan bom pasti orang > > Islam. ''Ini jelas berusaha memecah belah hubungan warga yang sudah > > membaik."tandasnya. > > > > > > Sementara itu Sekretaris Umum Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pdt > > Irianto Kongkoli Mth yang juga tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan untuk > > Poso kepada SH mengatakan sampai sekarang tidak terfikir bahwa bom yang > > diledakkan di Poso dilakukan oleh kelompok Islam. > > > > > > ''Ini terbukti sudah sebanyak 123 orang anggota Front Pembela Umat Islam > > (FPUI) Poso langsung merapat ke Polres Poso untuk mendaftarkan keberadaan > > masing-masing begitu mendengar adanya bom meledak di Tentena," jelasnya. > > Menurut Irianto dengan munculnya para anggota FPUI itu berarti memberikan > > ruang kepada aparat kepolisian setempat sebagai tanggungjawab moral atas > > keamanan Poso. Senada dengan Adnan Arsal dia menilai ledakan itu dilakukan > > oleh orang yang tidak senang dengan berdirinya Aliansi Kemanusiaan untuk > > Poso. > > (wip/nor/adyant) > > > > +++++ > > > > http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=110333 > > > > > > Kalla: Pelaku Bukan Orang Poso > > > > KORBAN BOM - Paramedis memberikan pertolongan kepada korban ledakan bom di > > Rumah Sakit Tentena, Poso, Sulteng, Sabtu (28/5). Jumlah korban akibat > > peristiwa tersebut 22 orang tewas dan 40 orang luka-luka. (AP) > > Senin, 30 Mei 2005 > > > > > > JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah menyatakan akan berupaya keras menangani > > dan mengungkap teror bom yang terjadi di Tentena, Poso, Sabtu lalu. (28/5). > > Selain menangani korban dan memulihkan kondisi sosial ekonomi di daerah > > tersebut, pemerintah juga akan mengungkap para pelaku, jaringan, serta > > rencana-rencana aksi teror yang telah mereka rancang. > > > > Janji tersebut disampaikan pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik, > > Hukum dan Keamanan, Widodo AS. Widodo menyampaikan tekad keras tersebut > > dalam sebuah konferensi pers, usai rapat polkam mendadak di Kantor Menko > > Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu siang. Rapat yang dimulai > > sekitar pukul 09.00 pagi itu dihadiri, antara lain, Panglima TNI Jenderal > > Endriartono Sutarto, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kepala Badan Intelijen > > > > Negara Syamsir Siregar, Kepala Badan Intelijen Strategis, Marsekal Madya Ian > > > > Santosa Perdana Kusumah, dan Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Adang > > Dorodjatun. > > > > "Pemerintah akan berupaya maksimal mengungkap pelaku tindakan teror, dengan > > > > langkah terbuka maupun tertutup," kata Widodo, tegas. > > Menurut Widodo, yang dimaksud langkah tertutup adalah dengan meningkatkan > > intensitas operasi intelijen dan membuka jaringan teror, khususnya di Poso > > dan daerah-daerah yang terkait jaringan terorisme. Untuk itu, pemerintah > > akan mengerahkan segala daya yang ada. > > > > "Langkah-langkah teknis dilakukan jajaran terkait, dari unsur Badan > > Intelijen Negara, intelijen Polri, didukung TNI di lapangan serta pemerintah > > > > daerah," ujar Widodo yang mengakui upaya tersebut bukan langkah yang mudah. > > > > "Tapi, harus dilakukan, meski kami dihadapkan pada dilema ketidakpastian," > > ujarnya lagi. > > > > Seperti halnya Widodo, keyakinan yang sama ditegaskan Wakil Presiden Jusuf > > Kalla, di Bandara Mutiara, Palu, Sulawesi Tengah. Kepada wartawan Kalla > > menyatakan pemerintah harus menemukan dan menghentikan aktivitas kelompok > > teror tersebut. Wapres yakin, para pelaku teror tersebut merupakan anggota > > jaringan "teroris garis keras". Kesimpulan itu didapat Kalla setelah melihat > > > > mesranya hubungan komunitas Muslim dan Kristen di Poso. > > > > "Jadi, saya yakin kalau pelaku peledakan bom di Tentena bukan orang Poso," > > kata Kalla. > > Kepada wartawan Kapolri Da'i Bachtiar melaporkan temuan yang telah didapat > > pihak kepolisian. Ia memastikan, bom yang meledak di Tentena berbeda dengan > > > > bom yang meledak di Bali, Hotel Mariott, dan Kedutaan Australia di Jakarta. > > "Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bom-bom itu saling berkaitan," > > kata Da'i. > > > > Sementara itu, Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menyatakan, meledaknya bom di > > Tentena, secara tidak langsung menunjukkan kelalaian pihak kepolisian. > > Bagaimanapun, kata Hidayat, keamanan dalam negeri menjadi tanggung jawab > > Polri. "Karena itu, kita menuntut Polri untuk menjadikan seluruh peristiwa > > ini sebuah koreksi besar. Ini tamparan keras agar Polri bisa berlaku > > profesional," ujarnya. > > > > Hidayat juga menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh di tubuh Kepolisian RI > > > > tersebut. Saat wartawan bertanya apakah itu termasuk mengganti kepala Polri, > > > > Hidayat menyatakan semua itu merupakan hak Presiden. "Hak prerogatif > > Presiden untuk melakukan evaluasi yang menyeluruh di tubuh Polri," katanya. > > > > (Darmawan/Seno/Ant) > > > > ++++ > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
