http://www.sinarharapan.co.id/berita/0506/15/opi02.html
Membudayakan Pelestarian Lingkungan Oleh WINARTA ADISUBRATA Ajakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kepada para pelanggan agar menghemat listrik dengan memadamkan satu lampu (cuma 50 Watt!) pada waktu sekarang ini, demi menghindarkan pemadaman listrik secara bergilir ternyata berbuah. Selama lebih dari dua minggu PLN tidak melakukan pemadaman bergilir di Jakarta. Kita berpraduga baik bahwa banyak pelanggan PLN (termasuk industri sebagai pemakai listrik yang cukup besar) menanggapi ajakan PLN itu dengan realistis. Pihak PLN terpaksa melakukan cara "setengah mengancam" justru kita nilai arif, dan memetik dua manfaat. Pertama PLN dapat melaksanakan penggantian instalasi penyediaan bahan bakar minyak (BBM) yang harus diganti dengan bahan bakar gas alam demi menghemat dan menekan pengeluaran biaya (yang akhirnya toh harus dipikul oleh para konsumen). Penggantian penggunaan bahan bakar dari minyak ke gas alam memang sudah cukup mendunia, mengingat harga gas alam masih jauh lebih murah ketimbang BBM. Kedua, jika perkiraan tersebut mempan serta berhasil diterapkan, walaupun pada mulanya bisa saja tanpa sadar dan sengaja oleh pihak PLN, namun tetap saja prinsip 3 R (reduce, re-use, recycle) sebagai upaya kita mengejawantahkan kesadaran akan keterbatasan sumber daya, setidaknya dari saat ini, juga dapat kita lakukan secara sadar dan terencana. Contoh PLN harus mengganti BBM ke gas alam untuk penghematan biaya eksploitasi yang bisa mengancam para pelanggan PLN sering menghadapi kenaikan tarif dapat dihindarkan, atau setidak-tidaknya ditunda sampai jangka waktu tertentu. Dan jika benar praduga baik kita bahwa ancaman pemadaman bergilir dari pihak PLN bisa jadi telah berbuah dengan menyentakkan kepentingan para konsumen yang akhirnya memilih tidak harus menghadapi pemadaman bergilir atau kenaikan tarif lagi dalam waktu singkat. Pemilahan Sampah Pada pihak PLN melalui penggantian bahan bakar minyak ke gas - sekaligus melaksanakan prinsip 3 R dalam arti luas yakni mengganti jenis bahan bakar -- sekaligus juga melakukan pengurangan biaya. Sengaja atau tidak ia telah mempertemukan kepentingan dua pihak (kepentingan konsumen dan kepentingan PLN sendiri) yang sekaligus menunjukkan tanda-tanda "sadar lingkungan" melalui cara kesadaran menghemat bahan bakar. Contoh lain, walaupun belum berhasil dilakukan dengan baik oleh Pemerintah DKI Jakarta adalah instalasi pembakaran sampah di Bojong, kabupaten Bogor. Secara prinsip Pemda Jakarta telah berhasil mengambil langkah 3 R (dalam hal ini mendaur ulang sampah menjadi bahan bakar briket melalui sistem insenerasi atau pembakaran). Tetapi Pemda DKI Jakarta Raya dan Kabupaten Bogor masih teledor melaksanakan UU Gangguan, di mana dituntut keterlibatan penduduk setempat yang dalam kasus Bojong ternyata terabaikan. Prinsip pendauran ulang sampah (baik sampah rumah tangga maupun sampah industri) sebenarnya perlu dan dapat dilaksanakan secara terintegrasi baik dari titik asal produsen rumah tangga maupun sampah industri dan tidak hanya lewat sistem pembakaran sampah di tempat pembuangan sampah akhir, tetapi dapat dibantu dengan pemrosesan di tempat asal sampah atau limbah dihasilkan. Dalam hal sampah rumah tangga penduduk sebagai penghasil sampah juga dilibatkan tidak sekadar sebagai penghasil atau pembuang sampah. Mereka dapat membantu melakukan pemilahan sampah organik yang tidak disatukan dengan sampah non organik. Bahkan dalam hal limbah industri, masing-masing industri dapat diwajibkan menciptakan instalasi pendauran ulang sendiri, demi meringankan tekanan limbah mereka. Kertas Bekas Tiap rumah tangga yang sudah sadar lingkungan bisa diterapi "prinsip "carrot and stick" seperti telah dipraktikkan oleh PLN (bisa juga dengan "merit and punishment" ). Penduduk biasa maupun perusahaan industri dapat diwajibkan oleh pemerintah untuk turut membantu pendauran ulang sampah masing-masing. Warga atau penduduk yang taat mendaur ulang sampah mereka di pekarangan sendiri, atau memilahkan sampah organis dari sampah anorganis patut mendapat insentif, misalnya melalui pelayanan kesehatan yang lebih baik. Demikian pula halnya bagi industri yang mendaur-ulang limbah industrinya memperoleh insentif berupa keringanan pajak. Sebaliknya, rumah tangga atau pabrik yang tidak mendaur ulang limbahnya harus diancam "denda" atau "hukuman" untuk mendorong mereka sudi berbuat sesuai dengan prinsip 3 R. Demikian banyak contoh dapat dilaksanakan dengan prinsip 3 R. Misalnya penggunaan kantong plastik yang biasanya kita anggap "sekali pakai kemudian buang," bisa kita simpan untuk dipakai lagi lain kali. Atau justru menggantinya dengan kantong bukan plastik, mengingat sifat tak terdaur ulangnya plastik oleh alam. Sebagai contoh nyata, surat kabar yang Anda baca ini sudah sejak puluhan tahun lalu menggunakan kertas bekas yang didaur ulang. Sudah tiba waktunya kita memikirkan, serta merencanakan dan sekaligus melaksanakan bagaimana mengejawantahkan prinsip 3 R di rumah tangga kita masing-masing maupun di tempat kita bekerja. Tiba saatnya sekarang seluruh jajaran pendidikan dari tingkat prasekolah sampai pasca sarjana mulai menanamkan pengejawantahan prinsip 3 R dari sejak anak-anak kita memasuki kelompok bermain sampai mereka jadi sarjana. Pendidikan kebersihan, sanitasi, hygiene serta kesehatan pada umumnya yang diajarkan di sekolah dapat dilaksanakan dengan terencana dan realistis dan konsekuen dengan merujuk kepada prinsiop 3 R. Dengan prinsip "carrot and stick" ini dilaksanakan secara jujur dan setulus hati serentak bersama pemerintah dan dunia industri secara keseluruhan. Penulis adalah pemerhati kegiatan pelestarian alam dan lingkungan hidup [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/pkgkPB/SOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
