http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=208930&kat_id=23
Rabu, 10 Agustus 2005  20:14:00


Pusat Bahasa akan Tagih Komitmen Presiden Soal Bahasa Indonesia


Jakarta-RoL-- Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Dendy Sugono, 
menegaskan keinginan pihaknya "menagih" komitmen Presiden RI, Susilo B 
Yudhoyono, terkait perkembangan bahasa Indonesia yang menjadi identitas dan 
bagian nilai budaya bangsa yang sedang menghadapi gempuran luar biasa dari 
budaya manca negara.

"Memang pada saat hal itu diucapkan beliau dalam Kongres Bahasa 2003 di Jakarta 
yang dihadiri Ibu Megawati, beliau masih menjadi Menko Polkam. Namun saat itu 
beliau menjadi pembicara dan memberikan komitmennya soal bahasa kita ini. Hal 
itulah yang akan kami minta kembali dalam waktu dekat menjelang bulan bahasa 
nanti," katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
    
Sugono dijumpai di sela Seminar Penggunaan Bahasa Dalam Film, Sinetron, Media 
Massa, dan Media Luar Ruang, di Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, di 
kawasan Rawamangun, yang menghadirkan banyak pihak, di antaranya Lembaga Sensor 
Film, praktisi periklanan, drawamawan Putu Wijaya, para praktisi film dan 
sinetron, juga ahli psikologi Tika Bisono.
    
Komitmen presiden sebagai Kepala Negara, katanya, sangat penting untuk 
mengampanyekan penguatan pemakaian dan keberadaan bahasa Indonesia, yang selain 
berfungsi sebagai "lingua franca" juga sebagai identitas budaya nasional bangsa 
terbesar di Asia Tenggara ini. 
    
Sebelum ke arah itu, katanya,  pihaknya akan memberi masukan kepada Kementerian 
Pendidikan Nasional dan pihak-pihak terkait karena di balik agenda itu ada 
langkah lebih strategis yang akan dilakukan, yaitu menggolkan pemberlakuan 
Undang-undang Bahasa Nasional.
    
"Undang-undang Bahasa Nasional yang drafnya kami juga bantu siapkan ini 
bermakna sangat strategis mengingat arus informasi dan budaya dari luar negeri 
semakin deras menerpa kita yang jika tidak kita tangkal dan saring justru bisa 
merusak sendi-sendi kehidupan kita. Di sinilah bahasa Indonesia bisa berperan 
dan justru bahasa ibu kita ini juga menjadi korbannya," katanya.
    
Pusat Bahasa yang dia pimpin, katanya, tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk 
"memaksa"masyarakat agar memakai bahasa Indonesia secara baik dan benar; 
kecuali melakukan tindakan persuasif dalam berbagai bentuk dan kesempatan agar 
masyarakat mau menerapkan pemakaian bahasa Indonesia secara memadai.
    
Ahli liguistik itu menyatakan, jika nanti UU Bahasa Nasional itu telah 
diberlakukan maka otomatis secara ideal pemerintah akan menelurkan sejumlah 
aturan di tingkat lebih rendah yang mengatur tata pemakaian dan pengembangan 
bahasa Indonesia itu.
    
"Bahasa Indonesia berada dalam krisis jika tidak ada perlindungan hukum yang 
memadai karena gempuran dari luar itu sangat kuat. Bahasa bukan cuma urusan 
bercakap-cakap atau membaca dan mendengar belaka karena di balik itu ada 
penularan nilai-nilai budaya, inilah yang bisa berbahaya," katanya.
    
Dia juga mengungkapkan harapannya agar sebelum Kongres Bahasa 2008, UU Bahasa 
Nasional itu bisa diundangkan lengkap dengan peraturan perundangan 
pendukungnya. 

Sementara itu, anggota Lembaga Sensor Fim Nasional, Rae Sita Supit, menyatakan, 
kepedihannya melihat perkembangan pemakaian bahasa nasional di dalam berbagai 
film nasional buatan para sineas muda Indonesia yang dinilainya sudah 
"menyedihkan".
    
"Tapi mau apa lagi. Kita tidak mempunyai kewenangan apa-apa soal yang satu ini 
karena perangkat hukum agar kami lebih berdaya untuk itu tidak ada. Yang kami 
saksikan dalam versi aslinya sebelum disensor, sepanjang aksinya tidak salah, 
kemungkinan besar bisa lolos," katanya.  
    
Dari Februari hingga Agustus 2005, katanya, telah 19 judul film karya sineas 
muda yang telah diloloskan oleh lembaganya dan cukup banyak menarik minat 
masyarakat nasional untuk menyimaknya di gedung-gedung bioskop berbagai kelas.
    
Supit yang juga artis papan atas pada masanya menyatakan salut kepada para 
sineas muda yang diistilahkannya mampu mengisi celah generasi di antara 
generasi dia dan senior-seniornya hingga ke generasi sekarang.
    
Ia juga menyatakan keheranannya dengan para artis yang bertutur kata seperti di 
jalanan sehingga sepertinya menunjukkan pribadi sang artis tersebut.  
    
Lebih jauh dia memperkirakan skenarionya, produsernya, sutradaranya, hanya 
mengikuti selera pasar dan tidak menjadi "pemersatu' bahasa yang standar.
    
Bahasa Indonesia merupakan bahasa berpenutur terbanyak keempat di dunia setelah 
bahasa Mandarin dan turunannya, bahasa Inggris, dan bahasa Spanyol. Di mata 
negara Barat, di antaranya Australia dan Italia, bahasa Indonesia dianggap 
penting dan serius dipelajari di dalam sistem pendidikan nasionalnya.
    
Di Universitas Nasional Napoli, Italia, sebagai contoh, bahasa Indonesia dengan 
peningkatan jumlah mahasiswa cukup signifikan dari tahun ke tahun menjadi salah 
satu program studi di dalam Jurusan Oriental Fakultas Sastra dan Orientalnya. 
Bahasa Asia lain yang di-programstudi-kan di sana cuma bahasa China.
    
Di fora internasional, semisal di berbagai fora PBB, ada tujuh bahasa 
internasional yang diakui sebagai bahasa resmi dalam persidangan dan 
perundingan, yaitu bahasa Mandarin, bahasa Inggris, bahasa Spanyol, bahasa 
Perancis, bahasa Jerman, bahasa Rusia, dan bahasa Arab. Bahasa Indonesia yang 
peringkat penuturnya jauh di atas penutur bahasa Perancis dan lain-lain justru 
tidak tercantum. ant/pur


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9benc0/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123716742/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke