Udah jelas yg dpt duit dr industri maritim akan ngoceh ga butuh jembatan tp hrs 
pake kapal laut.





>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Thursday, July 19, 2012 6:23 PM
>Subject: [proletar] Negara Kepulauan Tidak Butuh Jembatan Antarselat
> 
>
>  
>Ref: Kalau tidak dibutuhkan jembatan harus dibuat begitu rupa supaya 
>membutuhkan, karena perusahaan-perusahaan kaum penguasa dan kaum elit harus 
>mendapat obyek yang mendatangkan laba yang diidam-idamkan.
>
>http://www.shnews.co/detile-4913-negara-kepulauan-tidak-butuh-jembatan-antarselat-.html
>
>Negara Kepulauan Tidak Butuh Jembatan Antarselat 
>Ellen Piri | Rabu, 18 Juli 2012 - 14:10:56 WIB
>
>(dok/ist)Harus lebih meningkatkan transportasi kelautan. 
>JAKARTA – Rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) merupakan upaya 
>pengingkaran jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelago state) 
>terbesar di dunia. Mestinya, sebagai negara kepulauan, moda transportasi laut, 
>terutama feri, merupakan pilihan yang masuk akal. 
>
>Negeri ini mestinya bercermin dari Jepang dan Filipina. Kedua negara tersebut 
>tidak mewacanakan membangun jembatan di selat-selat yang mereka miliki, tetapi 
>sangat aktif dalam meremajakan moda transportasi laut. 
>
>Pengamat maritim dan industri pelayaran Siswanto Rusdi mengatakan hal ini, 
>Rabu (18/7), menyikapi tarik ulur pembangunan JSS. “Sependek pengetahuan saya, 
>dua negara ini tidak mewacanakan membangun jembatan di selat-selat yang mereka 
>miliki," tuturnya. 
>
>Sementara itu, Indonesia, sebelum JSS, juga telah membangun Jembatan Suramadu 
>yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura. "Yang terjadi kemudian, bisnis feri 
>menurun cukup signifikan. Karenanya, jika JSS jadi dibangun bisa dibayangkan 
>agregat kerugian yang harus ditanggung pengusaha feri," ujarnya. 
>
>Pemerintah sendiri dalam rapat koordinasi pembangunan JSS di Kantor 
>Kementerian Perekonomian, hari ini, memastikan tidak akan mengubah Peraturan 
>Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2011 soal pembangunan JSS. Namun, semua 
>usulan baru yang masuk akan ditampung dewan pengawas dan segera diputuskan. 
>
>Menko Perekonomian Hatta Rajasa selaku ketua Dewan Pengarah Kawasan Strategis 
>Jembatan Selat Sunda menuturkan, saat ini dewan sedang membahas usulan dari 
>Menteri Keuangan soal JSS. 
>
>Ada dua masukan penting dari Menteri Keuangan yang menjadi materi pembahasan. 
>Pertama, Menkeu mengusulkan pembangunan jembatan dipisahkan dari pembangunan 
>kawasan. Kedua, pelaksanaan studi kelayakan dibiayai melalui APBN dan 
>ditenderkan. 
>
>"Terhadap usulan tersebut, rapat menetapkan membentuk tim yang bekerja selama 
>dua minggu dan melaporkan dengan dewan pengawas untuk diputuskan. Jadi tak 
>perlu perubahan perpres," kata Hatta. 
>
>Tim tujuh sendiri yang nantinya akan mengkaji usulan tersebut terdiri dari 
>Menteri Pekerjaan Umum, Menkeu, Sekretaris Kabinet, Setneg, Menteri Hukum dan 
>HAM, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas. "Apa pun hasil keputusan tim 
>tujuh ke dewan nantinya akan menjadi keputusan," tuturnya. 
>
>Menkeu Agus Martowardojo mengatakan, ia mengusulkan ada sedikit perubahan 
>dalam pembangunan JSS, lantaran melihat proyek ini membutuhkan waktu jangka 
>panjang dan untuk digunakan dalam jangka panjang juga. 
>
>"Intinya dewan pengarah membuka diri terhadap masukan. Kalau kelayakan itu 
>sudah diterima dan nanti mau ditenderkan, tentu pemenang tender akan membayar 
>kembali," tuturnya. 
>
>Terlalu Mahal 
>
>Wakil Ketua DPP Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan 
>(Gapasdap) Bambang Harjo juga menilai megaproyek JSS terlalu mahal. Lagipula, 
>ia mempertanyakan apakah itu akan menjadi solusi yang pasti dalam mengatasi 
>kemacetan maupun penumpukan truk barang di pelabuhan. Lagi pula, katanya, 
>apakah tiap antarpulau harus dibangun jembatan. 
>
>Menurutnya, permasalahan utama dalam terhambatnya pendistribusian barang 
>antarpulau melalui lalu lintas penyeberangan ialah hampir di seluruh 
>perlintasan penyeberangan jumlah kapal ferinya masih belum mencukupi. Dermaga 
>sebagai tempat bongkar muat kapal pun terbatas. 
>
>Pengiriman barang melalui laut sebenarnya jauh lebih efisien, cepat, dan murah 
>sehingga beban di penyeberangan juga bisa terdistribusi. Hanya saja, harus 
>bisa dipastikan waktu bongkar muat kapal dipercepat dari 75 menit ke 45 menit 
>dan waktu berlayar dipercepat dari rata-rata tiga jam menjadi dua jam. 
>
>Selain itu, masalah tarif juga harus mendapat perhatian dalam menumbuhkan 
>industri feri itu sendiri. ”Jujur saja, pengusaha sulit mencetak laba. Bahkan, 
>banyak yang sulit sekadar menutup biaya operasi. Tarifnya terlalu rendah. 
>Bahkan, Januari 2009, tarif pernah turun mengikuti penurunan harga minyak 
>mentah dunia,” kata Bambang. 
>
>Kini, tarif feri di Merak-Bakauheni sekitar Rp 550 per mil (jaraknya 16 mil), 
>sementara idealnya Rp 1.200 per mil. Artinya, jika truk membayar Rp 350.000, 
>seharusnya Rp 700.000. "Siapa pun pengusaha baru yang masuk pasti kesulitan 
>karena finansialnya tidak sehat,” ujar Bambang. 
>
>Ketua Umum DPP Gapasdap Syarifuddin Malarangan juga berpendapat, sebagai 
>negara kepulauan, industri jasa penyeberangan seharusnya menjadi tulang 
>punggung perekonomian. Untuk pengembangan industri feri di Pelabuhan Merak, 
>menurut Syarifuddin, investasi yang dibutuhkan tak lebih dari Rp 10 triliun. 
>
>Sementara itu, nilai investasi megaproyek JSS mencapai Rp 250 triliun. Sebagai 
>perbandingan, dana megaproyek itu jika digunakan untuk membangun industri 
>pelabuhan penyeberangan, arus logistik bisa terdistribusi lebih banyak dan 
>merata di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi, saat ini masih terjadi 
>kesenjangan pembangunan infrastruktur antara kawasan barat dengan timur 
>Indonesia. 
>
>Proyek Jembatan Selat Sunda sepanjang 30 kilometer diperkirakan menelan biaya 
>sekitar US$ 15 miliar. Proyek tersebut rencananya akan digarap pada 2014 dan 
>selesai 10 tahun ke depan. (Faisal Rachman) 
>
>(Sinar Harapan) 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke