Kekerasan rasial kembali terjadi di AS, tidak lama setelah penembakan
brutal terhada warga Sikh di Wisconsin. Sebuah masjid di Kota Joplin,
Missouri, AS, diduga sengaja dibakar oleh orang tak dikenal.

Sebagaimana diberitakan CNN, Selasa (7/8/2012), peristiwa itu terjadi
sekitar pukul 03.00 atau beberapa jam sebelum pelaksanaan salat Subuh,
Minggu (5/8/2012). Kasus ini merupakan yang kedua terjadi terjadi terhadap
masjid itu dalam satu bulan terakhir.

FBI kini tengah menyelidiki kasus yang dicurigai sengaja dilakukan oleh
pihak-pihak tertentu. Hadiah sebanyak US$10.000 atau sekitar Rp94,6 juta
disediakan untuk siapa saja yang memberi informasi mengenai kebakaran ini.

Michael Kaste, seorang agen FBI di Kansas City, menyatakan sekitar 30 agen
diturunkan untuk mengusut kasus kebakaran yang mereka sebut “mencurigakan”
itu. Sebelumnya, pada 4 Juli 2012 masjid di Joplin itu juga dicoba dibakar
namun gagal. Pelakunya sempat tertangkap kamera. "Masjid tersebut
benar-benar hancur," ujar juru bicara kantor Sheriff Jasper County, Sharon
Rhine.

Imam masjid tersebut, Lahmuddin, menyatakan warga Muslim kini terpaksa
harus mencari tempat lain untuk beribadah atau mungkin mereka harus
beribadah di rumah. “Ini merupakan cobaan dari Allah SWT. Allah sedang
menguji kami. Sekarang sedang Ramadan dan kami berpuasa. Kami tidak boleh
marah, kami tak boleh berkata-kata yang buruk. Ini bukan hanya selama
Ramadan tapi untuk setiap saat,” ujarnya.

Kebakaran masjid ini mengundang simpati dari umat beragama lainnya. Media
lokal, Joplin Globe memberitakan, umat Kristiani di Joplin menggalang
dukungan kepada warga Muslim.

Sejumlah warga Kristen mendatangani masjid yang hancur itu dan menyampaikan
simpati mereka. Richard Massa, seorang anggota First Community Church,
mengatakan warga Muslim berperilaku sangat baik kepada para tetangga.
Bahkan mereka sering makan bersama dan terlibat obrolan hangat.

Pada Sabtu 25 Agustus mendatang, warga Kristiani akan turun ke jalan untuk
menunjukkan dukungan kepada warga Muslim. Menurut Ashley Carter, 20,
seorang pelajar di Ozark Christian College yang mengorganisasikan acara
tersebut, aksi turun ke jalan ini diberi nama “Neighbors”, semacam dukungan
dari para lingkungan sekitar. “Acara ini benar-benar mengenai bagaimana
mencintai antar tetangga. Kekuatan cinta lebih besar dari pada kebencian,”
ujarnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke