Olympiade 2012 di London sudah selesai, kiblat olahraga sedikit demi sedikit beralih ke Asia. China dan Korea Selatan secara meyakinkan dapat mematahkan dominasi Eropa dengan menembus 5 besar perolehan medali dengan menduduki posisi ke 2 dan 5 dalam pesta olahraga dunia Olympiade.
China sudah mendominasi pada saat Olympiade 2008 di Beijing dengan menduduki posisi 1 dan sekarang masih menunjukkan dominasinya di cabang olahraga berenang, gymnastic, tenis meja, badminton dan loncat indah. Korea Selatan masih mendominasi di cabang olahraga menembak, panahan, anggar dan judo. China sudah berkembang menjadi unggul di bidang olahraga tentunya didukung juga oleh kemajuan ekonominya sehingga technologi, research and development sangat membantu penampilan atlitnya didalam persta olahraga Olympiade saat ini. The Greatest Olympian of all time, tentu saja, adalah Michael Phelps. Dengan mengantongi 21 medali yang terdiri dari 18 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, tidak diragukan lagi Micahel Phelps adalah peraih medali terbanyak dalam sejarah Olympiade. "The Living Legend!" Sementara itu, Indonesia berada di urutan 63 dengan mengantongi 1 medali perak dan 1 perunggu yang dihasilkan oleh atlit Triyatno dan Irawan Eko Yuli dari cabang angkat besi. Tradisi medali emas Indonesia sejak Olympiade 1992 gagal dipertahankan setelah andalan cabang bulutangkis gagal total mendapatkan medali sama sekali. Sebenernya, China dan Indonesia have much in common. Pertama, Indonesia dan China merupakan negara besar dengan pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan positif, sementara negara lain di dunia sedang berkutat dalam krisis ekonomi. Kedua, Indonesia dengan populasi yang besar seharusnya tidak kesulitan untuk menyediakan bakat2 yang baik seperti hal nya China. But in fact that Indonesia, unlike China, has failed to make use of those advantages to shine in Olympics, it has shows that something has gone wrong with the way Indonesia manages sports. Perkembangan olahraga di Indonesia sudah lama terbengkalai dengan minimnya dana dari pemerintah yang besarnya hanya 0,03% dari rata2 APBN. Sudah begitu, dengan dana yang kecil tersebut, masih juga dananya di korupsi seperti skandal kasus Hambalang, kasus wisma atlit di Palembang, dan kasus Pekanbaru. Sebaliknya China, menggelontorkan dana lebih US$ 130 juta untuk Olympic Committe setiap tahun. Sebagai ilustrasi bahwa China memang serius secara politik untuk sukses dan berhasil di Olympiade dan cabang olahraga internasional lainnya. Cabang olahraga angkat besi yang selalu menyumbang medali di Olympiade dan sekarang ini menyumbang 2 medali seharusnya mendapatkan prioritas dan perhatian dari pemerintah. Banyak orang tidak mengetahui, bahwa pelatihnya angkat besi harus mengeluarkan uang pribadi untuk melatih atlitnya di Lampung. Hal yang paling mengkhawatirkan dan menyedihkan adalah olahraga di Indonesia saat ini umumnya di manage oleh politikus, pejabat pemerintah, business people, yang tentu saja mereka tidak punya waktu, tidak punya perhatian, and of course lack of skill, kepada perkembangan olahraga di Indonesia. Semoga saja Indonesia dapat lebih memberikan perhatian kepada bakat2 olahraga disini dengan memulai perkembangan olahraga dari sejak dini di tingkatan Sekolah Dasar seperti yang dilakukan di China. http://www.youtube.com/watch?v=tDiikPDwxmQ ======= ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
