Pernah ada tulisan di milis, katanya ustad itu begitu selesai ceramah dan dpt 
bayaran, langsung pergi begitu aja, mungkin ada kerjaan di tempat lain. Beda 
dgn pendeta yg selalu beramah tamah habis khotbah di gereja. 

Ga heran kalo orang Islam murtad pindah ke Kristen, ustadnya aja komersial, 
kadang bejad, gila cewek dan munafik kayak si Rhoma Irama. 


Kalo orang Islam bebas keluar dr agama Islam tanpa takut dihukum mati, pasti 
akan banyak yg keluar dr Islam, paling2 yg betah di Islam itu adalah bajingan2 
gila sex, tukang bunuh, tukang merkosa dan pedophile.




>________________________________
> From: Sunny <[email protected]>
>To: [email protected] 
>Sent: Friday, August 17, 2012 4:58 PM
>Subject: [proletar] Ustad Komersil Enggan Berceramah Kalau Bayaran Kurang
> 
>
>  
>Ref: Zaman ini agama adalah komoditi dagang, jadi tentu saja para pendekar 
>pejual suara agama juga mempunyai harga. Makin lincah lidah pembicara makin 
>pula tinggi pula bayaran yang harus dia peroleh.
>
>http://lifestyle.lintas.me/article/hanya-gambar.blogspot.com/ustad-komersil-enggan-berceramah-kalau-bayaran-kurang&utm_source=LATEST&utm_medium=LATEST_3&utm_campaign=LATEST
>Wednesday, August 15, 2012
>Ustad Komersil Enggan Berceramah Kalau Bayaran Kurang 
>
>Suatu waktu pernah dengar penjelasan dari seorang sahabat, kalau dulu 
>seseorang itu disebut ustad atau kiai dengan beberapa persyaratan. Pertama, 
>dia punya pesantren. Kedua, dia punya jamaah khusus dibina. Ketiga, dia memang 
>memiliki pengetahuan mendalam tentang agama. Yang diukur antara lain 
>pengetahuan bahasa Arab.
>
>Ah itu kan dulu, Dengan gencarnya komersialisasi televisi, maka sekarang 
>banyak lahir ustad-ustad tipe baru. Pertama, ustad tipe baru itu tidak perlu 
>menguasai bahasa Arab, tidak perlu paham banget agama. Kedua, bisa menghibur. 
>Ketiga, jamaahnya adalah fans di televisi. Program seperti itu lebih banyak 
>hiburannya ketimbang informasinya, jadi pertimbangannya lebih ke segi komersil.
>
>Akibat dari komersiliasi dakwah di media elektronik itu mengakibatkan 
>kecenderungan sejumlah ustadz tenar yang wara-wiri muncul di TV dengan mematok 
>bayaran mahal tertentu. Wajar kalau orang apalagi mereka yang berkarya berhak 
>meminta hak atas tenaga, karya dan pikiran yang telah mereka keluarkan. Namun 
>jika itu seorang ustadz yang bertugas sebagai pendakwah ?. Jawabannya mungkin 
>bisa beragam.
>
>Dalam sebuah program talk show di Indosiar, dimana saat itu menghadirkan tiga 
>pendakwah yang terdiri dari seorang ustadzah dan dua orang ustadz. Nama mereka 
>tak usah disebutkan, mereka juga cukup intens muncul di TV apalagi di bulan 
>Ramadhan ini.
>
>Seorang dari tiga pendakwah itu berpendapat kalau seorang ustadz harus "camera 
>face" sementara dua yang lain menjawab tidak. Masih ustadz yang sama, dia 
>bersedia dipanggil secara mendadak untuk berceramah 
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke