Kunjungan rahasia Hillary Clinton ke Jakarta bukanlah untuk ngurusin Freeport 
karena negara Amerika bukan pengusaha, sedangkan urusan usaha dagang itu 100% 
urusan swasta sedangkan Amerika cuma menerima pembayaran pajaknya saja dari 
pengusaha2 itu.  Demikianlah, Freeport itu bukan urusan Amerika dan Freeport 
itu cuma perusahaan kecil di Amerika.

Tujuan mendadak Hillary Clinton justru untuk menyampaikan keputusan mendadak 
dari Obama, dari senat yang didominasi Partai Demokrat sehari sebelum 
keberangkatan Hillary Clinton tentang "Jerusalem diakui sebagai ibukota Israel 
yang abadi".  Jadi tidak ada pembicaraan ber-belit2, juga tidak ber-tele2, tapi 
tegas, mutlak dan pasti tidak bisa berubah, artinya harga mati !!!  SBY hanya 
diminta kewaspadaannya dengan serangan terorist diseluruh dunia terutama 
kepentingan2 milik Amerika.  Tentu sebagai jendral militer SBY menyatakan 
"Siap" dan memang mendadak setelah Hillary Clinton pulang, penggerebekan 
diseluruh RI berhasil menangkap para terorist dengan segala barang bukti yang 
lengkap.

Palestina kehilangan ibukotanya karena Jerusalem ibukotanya menjadi ibukota 
Israel. Dan tanpa ibukota tentunya Palestina bukanlah negara, apalagi juga 
tidak punya wilayah dan tidak punya batas negara, karena Gaza dan Westbank juga 
tetap milik Israel.  Karena Westbank dan Gaza baru rencana saja akan diserahkan 
menjadi wilayah Palestina kalo perjanjian Camp David masih diakui.

Tapi karena perjanjian Cam David sudah tidak diakui Palestina, lalu bukti2 apa 
yang bisa digunakan untuk membuktikan bahwa Westbank dan Gaza adalah wilayah 
Palestina.

> "tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
> Opo kamu kira kalau Gubernurnya
> Kristen lalu wong Islam disuruh
> nyembah Tuhan berkontol semua?
> silahkan kalau berani.

Jangan sombong, jangan arogan, jangan mentang2, dan jangan merasa paling 
mayoritas.  Karena muslimin yang Islam Tulen cuma kurang dari 10% bukan 
mayoritas, dan sisanya yang mayoritas itu adalah "Islam Abangan" yang adalah 
bukan Islam dan notabene tidak boleh ngaku2 Islam.

Karena kenyataannya, kalopun Gubernurnya Islam, tidak ada orang Kristen, Hindu, 
dan Buddha yang mau menyembah Allah maupun Muhammad.  Sebaiknya muslimin jangan 
sombong lebih baik saling membantu apalagi ekonomi Indonesia itu bukan ditangan 
muslimin melainkan ditangan non-muslimin.

Marilah jangan kita saling menghina, kita semua adalah satu bangsa, satu 
bahasa, dan satu tanah air yang tidak boleh diadu domba oleh agama manapun atau 
juga oleh orang2 Arab diluar sana.

Kerja sama khan lebih baik karena hasilnya bisa sama2 dinikmati semua orang.

Janganlah sebagai muslimin lebih dulu menyerang dengan hinaan2 kepada agama 
mereka, karena mereka pun bisa membalas dengan lebih menghina lagi dan kita 
pasti kalah kalo pertandingan menghina, karena nabi kita lebih hina daripada 
nabi mereka, Allah kita lebih hina dari Yesus mereka.  Apalagi, AlQuran khan 
mengajarkan kita bahwa kaum muslimin tidak boleh menyerang lebih dulu, dan kalo 
menyerang lebih dulu pasti kalah.

Demikian juga jangan kita menantang mereka duluan dengan pernyataan "silahkan 
kalo berani", tentu saja mereka pasti berani, terbukti mesjid yang kita 
hormatipun berani dibom mereka tanpa ragu sedikitpun.

Jadi kalo sampai terjadi kekerasan, kita muslimin pasti kalah, tapi sengaja 
dikasih menang pura2 padahal kita sudah babak belur bonyok kayak Hezbollah 
dikemplangin Israel pake ranjau dan roket2.  Jadi udah kita babak belur 
kemudian Israel mengumumkan di ring tinju bahwa yang menang adalah Muslim.  
Israel mengaku kalah padahal masih segar bugar.

Jadi kalo perangpun, muslimin pasti kalah, karena muslimin di Indonesia cuma 
kelihatan aja banyak tetapi mereka benci kepada Islam yang sudah menjarahi 
rumah mereka, biarpun mereka Islam seperti Syiah, Ahmadiah dan Kejawen, tetap 
mereka tidak mungkin membela kita.

Jadi, kalopun kita yang muslim ini meminta bantuan ikhwan2 dari Arab, Mesir dan 
Iran, maka mereka tidak akan pernah mau membantu karena mereka cuma mau cari 
untungnya sendiri dengan mencatut nama agama Islam yang dianggap mereka sebagai 
pemilik copyright dan kita meskipun sama2 muslimin cuma diperlakukan sebagi 
tukang catut nama agama Islam juga.

Jadi kalopun kita dibantu Arab, Mesir dan Iran, maka mereka akan dibantu oleh 
lebih banyak lagi yaitu seluruh bangsa2 didunia serta seluruh agama2 didunia.

Marilah kita ambil contoh "teror jihad"... semuanya dikejar, diburu, 
ditangkapi, ditembaki, dicurigai, dihina dan dipenjarakan di-mana2 dimuka bumi 
ini oleh semua negara2 didunia, oleh semua bangsa2 didunia, dan oleh semua 
agama yang ada didunia ini termasuk muslimin nya juga.

Makanya sabar, jangan mau menang sendiri akhirnya malah kalah sendiri.  kita 
tidak boleh menyerakahi dunia ini sendirian, tidak boleh hanya syariah Islam 
saja yang boleh ditegakkan, lebih baik kita berbagi, kapling dimuka bumi ini 
kita atur bersama juga untuk yang bukan Islam, lebih baik begitu caranya bukan 
katimbang kita serakahi malah tidak bisa hidup dengan damai.

Tunjukkanlah Islam sebagai agama damai yang bisa berdama, bisa mengalah dan 
juga bisa dikalahkan.  Jangan sombong dan jangan arogan karena Islam bukan 
satu2nya agama yang paling benar, apalagi juga banyak Islam2 lain yang tidak 
benar, dan Islam2 sesat yang malah lebih kuat daripada Islam yang kita anut.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke