http://www.harianterbit.com/2012/09/17/setiap-orang-indonesia-tanggung-rp9-juta/

Senin, 17 September 2012 12:28 WIB 

Utang RI Rp 2.000 Triliun
Setiap Orang Indonesia Tanggung Rp9 Juta
Dody Pranowo — HARIAN TERBIT

--------------------------------------------------------------------------------

JAKARTA — Posisi utang Indonesia mulai mengkhawatirkan, dan saat ini sudah 
mencapai Rp2.000 triliun. Jika dibagi dengan jumlah rakyat Indonesia sebanyak 
250 juta penduduk, itu artinya setiap jiwa menanggung utang sebesar Rp9 juta. 
Ironisnya lagi, hampir setiap tahun APBN selalu terkuras untuk membayar utang 
luar negeri.

Pada tahun 2013 saja, kata Koordinator Koalisi Anti Utang, Dani Setiawan, APBN 
yang disusun pemerintah, sekitar 15 persennya diperuntukkan untuk membayar 
hutang sebesar Rp171, 7 triliun. 

Meski setiap tahun kita membayar hutang, ternyata hutangnya tak pernah 
berkurang. Sebaliknya terus membengkak dan menjadi beban APBN.

Akibat besarnya porsi pembayaran utang dalam APBN itu telah menyandera 
kebijakan anggaran negara untuk diprioritaskan melayani kreditor asing dan para 
investor pemilik surat berharga negara. Bahkan banyak program yang ditujukan 
untuk mensejahterakan rakyat jadi terpangkas. 

Padahal jika bunga hutang sebesar Rp171, 7 triliun itu digunakan untuk 
menyekolahkan setiap anak hingga bergelar sarjana maka akan tercipta sekitar 
1.700 anak Indonesia yang jadi sarjana dengan berbagai disiplin ilmu.

Dani Setiawan mengatakan, rancangan anggaran pendapatan belanja negara (RAPBN) 
2013 masih terkuras untuk pembayaran cicilan pokok dan bunga utang. Hal ini, 
akan berdampak langsung berkurangnya porsi anggaran untuk sektor yang lebih 
vital dan prioritas, terutama untuk kesejahteraan rakyat.

Dani memaparkan dalam RAPBN 2013 porsi pembayaran cicilan bunga dan pokok utang 
mencapai Rp171,7 triliun atau 15 persen terhadap belanja pemerintah pusat. 
Rinciannya untuk pembayaran bunga Rp113,24 triliun dan pokok utang luar negeri 
sebesar Rp 58,4 triliun. “Angka itu naik 2,4 persen dibanding tahun ini yang 
sebesar Rp167,5 triliun,” katanya seperti dikutip Rimanews.com.

Bocor 30 Persen
Dihubungi terpisah, mantan menteri keuangan Fuad Bawazier menilai, Indonesia 
saat ini sudah sangat tergantung dengan utang luar negeri tanpa bisa mandiri 
untuk menghidupi dirinya sendiri. 

Anehnya lagi, APBN yang disusun oleh pemerintah setiap tahun selalu mengalami 
keobocoran hingga 30 persen lantaran dirampok oleh eksekutif dan legislatif. 
“Kita akan selalu berhutang lantaran pemerintahnya gagal menutupi kebocoran 
APBN hingga 30 persen yang dikorupsi para pejabat negara,” katanya.

Selama 40 tahun dan hingga saat ini, kata dia, Indonesia terus mengalami 
ketergantungan dengan luar negeri. Dampaknya, Pemerintah tidak mampu 
menyejahterakan rakyat dan utang terus menumpuk. 

Bahkan APBN yang disusun oleh pemerintah sama sekali bukan untuk rakyat. Tapi 
APBN disusun untuk pejabat dan dirampok oleh maling-maling berdasi. “Kita 
terpaksa berhutang ke luar negeri lantaran APBN kita selalu bocor dan hal itu 
secara sengaja dilakukan oleh pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tanpa 
bisa mencegah kebocorannya. 

Editor — Maghfur Ghazali

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke