Boro-boro SBY memahami budaya orang lain, kenal budaya & 
jatidiri bangsa Indonesia saja dia tidak. 

Dalam pidato kepresidenan di dalam negeri kepada rakyat 
Indonesia saja dia rajin menyelipkan bahasa asing, dengan 
sederet antek pembela yang mengatakan bahasa asing itu 
"untuk penekanan maksud". Apanya yang ditekan wong korupsi 
dan terorisme terus merajalela! 

Dalam kasus Sidang Umum PBB ini jelas dia kualat terhadap 
Republik & Bangsa Indonesia. 

Pertama, SBY adalah Presiden RI kedua (setelah Megawati) yang 
melakukan lawatan kenegaraan ke luar negeri tanpa mengenakan 
peci sebagai protokoler pakaian kenegaraan. 

Kedua, dalam menanggapi situasi internasional yang diwarnai 
benturan SARA akhir-akhir ini, orang yang tidak tahu 
protokoler negaranya itu malah mengusulkan "protokol internasional" 
yang membingungkan orang banyak (dan akhirnya membingungkan 
dirinya sendiri). 

Sebagai orang Indonesia, apalagi berkedudukan presiden, dalam 
situasi dunia seperti ini di forum sebesar Sidang Umum PBB, harusnya 
dia mampu bicara tentang Dasa Sila (Spirit of Bandung) sebagai 
alternatif tata-hubungan antarbangsa. 

Memalukan! 

--- "mochtar_marhum@..." wrote: 

> Artikel di bawa ini menarik untuk ditanggapi. Menurut pemahaman 
> saya, ini bukan persoalan kebahasaan (Linguistics) semata tapi juga 
> masuk ke rana pemahaman lintas Budaya (Cross Culture Understanding. 
> Kebetulan ini salah satu mata kuliah yang saya ajarkan kepada 
> mahasiswa saya.
>
> Dalam kasus ini, wartawan yang menanyakan SBY mungkin juga tidak 
> salah tapi mungkin hanya kurang memahami secara mendalam komunikasi 
> lintas budaya (cross culture communication ) atau dengan kata lain 
> pak SBY bukan tidak paham dengan Bahasa Inggris tapi lawan 
> bicaranya yang tentu belum memahami betul komunikasi lintas budaya 
> timur (orang Indonesia).
>
> Setiap orang berkomunikasi dengan orang asing baik secara lisan 
> maupun tulisan haruslah mampu memahami budaya masing-masing penutur 
> sebab kalau seseorang berkomunikasi antara bangsa tanpa 
> mengandalkan pemahaman lintas budaya (Cross Culture Understanding) 
> maka kendalanya akan jadi seperti kasus ini yaitu mungkin akan 
> sering terjadi kesalahpahaman karena misalnya komunikasi hanya 
> mengandalkan keterampilan berbahasa (language skills) dan mungkin 
> telah mengabaikan kepiawaian komunikasi lintas budaya.
>
> Salam Perubahan
> Mochtar Marhum
> Akademisi, Blogger Isu Sosial Humaniora
> 
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message----- 
>
> > Selasa, 2 Oktober 2012 14:56 WIB
> > Ketika SBY Tak Paham Bahasa Inggris
> > 
> > 
> > TRIBUNNEWS.COM,NEW YORK- Mungkin semua orang Indonesia tahu bahwa
> > Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat fasih berbahasa Inggris.
> > Kefasihannya berbahasa Inggris kerap dipertontonkan saat 
> > berpidato di berbagai ajang internasional.
> > 
> > Salah satu ajang itu adalah Sidang Umum Tahunan PBB di New York, 
> > AS. Sebagai salah satu kepala negara anggota PBB, pekan lalu, 
> > Presiden Yudhoyono menghadiri sidang PBB dan memberikan pidatonya.
> > 
> > Namun, citra Presiden Yudhoyono yang fasih berbahasa Inggris 
> > sedikit luntur akibat sebuah insiden kecil dalam jumpa pers pada 
> > Kamis (26/9/2012).
> > 
> > Saat itu, Presiden Yudhoyono menghadiri jumpa pers di Hotel 
> > Millenium UN Plaza, New York.
> > 
> > Dalam jumpa pers itu hadir juga Presiden Liberia Ellen Johnson 
> > Sirleaf dan PM Inggris David Cameron. Ketiganya dijadwalkan 
> > menjelaskan soal Agenda Pembangunan Dunia 2015 yang panelnya 
> > diketuai ketiga pemimpin ini.
> > 
> > Insiden itu terjadi ketika seorang wartawan sebuah radio Eropa 
> > bertanya dalam bahasa Inggris kepada Yudhoyono.
> > 
> > Wartawan itu bertanya soal isu instrumen antipenodaan agama
> > internasional yang diusulkan Yudhoyono dalam pidatonya di Sidang 
> > PBB. Usulan ini menyusul aksi kekerasan yang terjadi akibat 
> > peredaran film Innocence of Muslims yang dianggap menghina Islam.
> > 
> > Seusai pertanyaan diberikan, Presiden Yudhoyono tidak memberikan
> > jawaban, hingga si wartawan mengulangi pertanyaannya.
> > 
> > "Saat Anda membuat pernyataan soal instrumen, apakah Anda secara
> > spesifik membicarakan soal anti-penodaan agama? Dapatkah Anda
> > mengelaborasi sedikit lebih rinci soal pernyataan itu?" tanya 
> > sang wartawan.
> > 
> > Mendengar pertanyaan ini, Yudhoyono hanya terdiam, menaikkan 
> > alisnya dan menolehkan kepalanya mencari penerjemah.
> > 
> > Presiden Yudhoyono "terselamatkan" setelah seorang penerjemah 
> > datang ke podiumnya.
> > 
> > Presiden akhirnya menjawab pertanyaan itu meski dengan nada yang
> > terdengar kurang berkenan.
> > 
> > "Saya kira pertanyaan Anda tidak terkait dengan pesan yang dibawa 
> > panel ini untuk mempersiapkan kolaborasi global untuk melawan 
> > kemiskinan," kata Yudhoyono.
> > 
> > "Saya sudah membuat pernyataan soal masalah itu di depan Sidang 
> > Umum. Tapi, yang jelas kita harus belajar bekerja sama sambil 
> > menghormati agama dan keyakinan yang berbeda," lanjut Presiden.
> > 
> > Sejumlah wartawan asing membicarakan insiden itu seusai jumpa 
> > pers. "Orang Indonesia sangat membingungkan," kata seorang 
> > wartawan disambut tawa rekan-rekannya.
> > 
> > http://m.tribunnews.com/2012/10/02/ketika-sby-tak-paham-bahasa-inggris
> > 
>





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke