Bukan cuma beredar tapi simpangsiur udah, karena ada juga yang itung-itungannya menghasilkan: kalau Bowo menang maka "kerjasama" ini harus berujung pada jaminan keamanan bagi keluarga Cikeas - ala jaminan Wiranto untuk keluarga Cendana.
Itu, al. dikaitkan dengan melancongnya Denny Indrayana ke Swiss (dengan alasan melacak duit Century tapi bikin marah dubes Djoko karena mengacak-ngacak hasil kerja kejagung + kedubes) dan juga ke Hague, yang dicurigai untuk mencari celah atas kekalahan pemerintah RI di sidang arbitrase melawan 2 pemegang saham Century yang warga Arab itu. Sambil (nah ini menariknya) cari peluang kerja di ICC sana karena tau bakal madesu setelah SBY habis, hehe.. Soal kudeta sepertinya begitu, nggak akan jalan kalau militer (dan AS :) nggak ikut main. Tapi MKRI kan memang bukan mau mengkudeta. Mereka cuma kepingin SBY menyudahi saja segala kebohongan ini. Sebab, bagaimana bisa SBY dilengserkan secara konstitusional, sedangkan ybs tidak dilengkapi SK pengangkatan atau Ketetapan (TAP) MPR sebagai presiden RI (pernah singgung ini di http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/376731). Jadi, untuk ke Kudeta memang harus pilih-pilih waktu. Paling tepat & syahdu ya pas purnama, haha.. --- "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > Banyak analisa yang beredar ketika SBY bertemu dengan Prabowo lau > disusul dengan pertemuan 7 jendral di istana. > > Ada yang bilang hal itu sebagai 'kerja sama' SBY dengan Prabowo > karena Demokrat tidak punya calon presiden dan Prabowo ratingnya > tinggi. Udah gitu, SBY segera bertemu 7 jendral untuk membicarakan > hal itu dengan mereka, mencalonkan Prabowo presiden RI. > > Intinya pertemuan itu memberitakan supaya SBY dan keluarganya tidak > dikutak-katik setelah SBY lengser setelah tahun 2014. > > Ada juga analis yang bilang, pada saat itu Deny Indrayana sedang di > Hague untuk menandatangani ICC tentang pelanggaran HAM, dan SBY > memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan tersangkut pelanggaran > HAM masa lalu. > > Ternyata hasil lobby Deny Indrayana 'sukses', ICC hanya akan > melakukan penyelidikan pelanggaran HAM dari sejak tahun 2002. Jadi > kasus pelanggaran HAMm ahun 1998 yang melibatkan Prabowo, Wiranto, > dan para jendral lainnya nggak akan dikutak-kutik oleh ICC. > > Laporan majalah Tempo minggu ini memberitakan adanya konspirasi > kudeta terhadap SBY sebelum 2014. Gw blom baca sih berita itu dari > majalah Tempo, baru baca judulnya aja. > > Tapi, menurut gw, kudeta tidak akan berhasil jika militer tidak > ikut serta didalamnya. Hal ini sudah menjadi 'hukum' dalam kudeta > sih. Klo kita mah, daripada ikutan kudeta di Jakarta, mendingan > kita Kudeta di Bali aja. Iya nggak boss?! > > Hehehe.... > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > Senin kemarin demo mahasiswa & buruh di beberapa kota > > mulai mengangkat lagi spanduk & yel-yel bertema 'revolusi'. > > > > Suasananya di lapangan juga mulai mirip '98 sebelum kepala > > intel kepolisian Bogor tewas di kampus Universitas Djuanda - > > yang "dibalas" dengan penembakan di Trisakti dst... > > > > Bedanya, Soeharto masih berani memanggil untuk mendengar > > masukan dari sejumlah tokoh masyarakat yang waktu itu > > mengkritisinya seperti Abdurachman Wahid, Nurcholis Madjid, > > Yusril Ihza Mahendra dll. > > > > SBY, sejauh ini baru memanggili kelompok-kelompok pendukungnya. > > Khusus untuk Prabowo yang diundang sendirian memang terkesan > > adanya niat memecah-belah kekuatan kontra. Padahal harusnya SBY > > bisa lebih taktis dengan melanjutkan riungan nasional di MPR > > saat membahas 4-Pilar. > > > > Masih ada kesempatan 1 minggu bagi SBY untuk meredam gejolak > > di kampus & pabrik-pabrik. > > > > > > > > - > > > > Ratna Sarumpaet Tantang SBY Panggil MKRI > > > > [JAKARTA] Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI), > > Ratna Sarumpaet meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) > > tidak berburuk sangka dengan organisasi yang didirikannya dengan > > menuding MKRI sebagai gerakan bawah tanah untuk > > menggulingkannya. > > > > Menurut Ratna, yang diperjuangkan MKRI adalah terbentuknya > > pemerintahan transisi untuk selanjutnya membangun pemerintahan > > yang baru. > > > > "Jangan Istana terlalu sensitif. Ini (yang diperjuangkan) bukan > > tentang SBY tetapi tentang Republik Indonesia," kata Ratna dalam > > acara diskusi di daerah Cikini, Jakarta, Sabtu (16/3). > > > > Oleh karena itu, Ratna menantang SBY untuk mengajak diskusi > > dengan MKRI dibandingkan mengundang sejumlah tokoh dan kelompok > > beberapa hari terakhir ini, seperti Prabowo Subianto, tujuh > > purnawirawan Jenderal TNI, ormas-ormas Islam, hingga forum > > pemimpin redaksi. > > > > Sekjen MKRI, Adhi Massardi menambahkan bahwa aksi massa yang akan > > dilakukan pada tanggal 25 Maret 2013, bukanlah gerakan bawah > > tanah. Aksi itu akan dilakukan secara damai. [N-8] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
