Bowo bukannya masih dicekal AS? Tapi ya bisa juga sih didukung dari jauh. AS kan ikut angin, siapa kuat dan nurut pasti dijagoin. Sedikit membangkang & bikin rugi, ditendang jauh-jauh. Bila perlu sampai masuk kubur.
Kalau target SBY cari selamat dikombinasi dengan nyali untuk ambil resiko, sebaiknya dia jilat Yusril untuk capres. Ini orang ginkangnya soal hukum jelas 10.000 kali lipet di atas Denny kutu kupret. Kalau Denny masih coba-coba cari makan di ICC (cari selamat juga), Yusril barangkali bisa bikin ICC bekerja untuk dia. Cuma, sengaknya Yusril itu kadang nggak kira-kira. Tapi ya terbukti sih. Dia kalahin KPU dan partainya lolos jadi peserta pemilu 2014. Licinnya ngalahin belut. --- "suryana" <gsuryana@...> wrote: > Saat ini Indonesia masih dalam proses mencoba coba, gaya otoriter > kenyang sudah, gaya slebor saat ini. > > Sejak Cang Ato mundur, maka Negara Indonesia dipimpim oleh para > presiden slebor, akibatnya merambat pula di pilkada, banyak > petinggi nya juga slebor. > > Hanya utk revolusi sudah terlambat, selain belum ada dukungan dari > tentara, juga situasi dan kondisi masih slebor. > PS sepertinya mendapat dukungan AS, tinggal pileg saja menjadi > tantangannya. > Bila pileg bisa mendapat 10 % an suara, PS lebih mudah maju. > SBY sadar hal itu.........wajar lah nyari bunker kudu ke beberapa > kandidat. > > Memang paling enak kudeta di Bali, suasananya adem :o) > > ----- Original Message ----- > From: "rezameutia" <rezameutia@...> > > > Banyak analisa yang beredar ketika SBY bertemu dengan Prabowo lau > > disusul dengan pertemuan 7 jendral di istana. > > > > Ada yang bilang hal itu sebagai 'kerja sama' SBY dengan Prabowo > > karena Demokrat tidak punya calon presiden dan Prabowo ratingnya > > tinggi. Udah gitu, SBY segera bertemu 7 jendral untuk > > membicarakan hal itu dengan mereka, mencalonkan Prabowo presiden > > RI. > > > > Intinya pertemuan itu memberitakan supaya SBY dan keluarganya > > tidak dikutak-katik setelah SBY lengser setelah tahun 2014. > > > > Ada juga analis yang bilang, pada saat itu Deny Indrayana sedang > > di Hague untuk menandatangani ICC tentang pelanggaran HAM, dan > > SBY memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan tersangkut > > pelanggaran HAM masa lalu. > > > > Ternyata hasil lobby Deny Indrayana 'sukses', ICC hanya akan > > melakukan penyelidikan pelanggaran HAM dari sejak tahun 2002. > > Jadi kasus pelanggaran HAMm ahun 1998 yang melibatkan Prabowo, > > Wiranto, dan para jendral lainnya nggak akan dikutak-kutik oleh > > ICC. > > > > Laporan majalah Tempo minggu ini memberitakan adanya konspirasi > > kudeta terhadap SBY sebelum 2014. Gw blom baca sih berita itu > > dari majalah Tempo, baru baca judulnya aja. > > > > Tapi, menurut gw, kudeta tidak akan berhasil jika militer tidak > > ikut serta didalamnya. Hal ini sudah menjadi 'hukum' dalam > > kudeta sih. Klo kita mah, daripada ikutan kudeta di Jakarta, > > mendingan kita Kudeta di Bali aja. Iya nggak boss?! > > > > Hehehe.... > > > > > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
